Ibu Hamil Korban Banjir Ambon Ditemukan Tewas

Kompas.com - 14/08/2013, 19:13 WIB
Warga menemukan jenazah korban banjir Ambon, Sarce Manuata, di Kelurahan Uritetu, Kecamatan Sirimau Ambon, Rabu (14/8/2013) sore. Jenazah korban langsung dibawa ke RS Bhayangkara Ambon. KOMPAS.COM/RAHMAN PATTYWarga menemukan jenazah korban banjir Ambon, Sarce Manuata, di Kelurahan Uritetu, Kecamatan Sirimau Ambon, Rabu (14/8/2013) sore. Jenazah korban langsung dibawa ke RS Bhayangkara Ambon.
|
EditorKistyarini

AMBON, KOMPAS.com — Sarce Manuata (28), warga Kelurahan Batu Meja yang dinyatakan hilang saat banjir dan tanah longsor terjadi di Ambon beberapa waktu lalu, ditemukan tewas dengan kondisi yang mengenaskan oleh warga RT 02 RW 03, Kelurahan Uritetu, Kecamatan Sirimau, Ambon, Rabu (14/8/2013) sore.

Korban yang juga ibu hamil delapan bulan ini ditemukan tak jauh dari rumah warga dalam posisi tertimpa sebuah batang pohon dan lumpur di dekat bantaran Sungai Wai Tomu. Jenazah Sarce kemudian dibawa ke RS Bhayangkara Ambon untuk diotopsi.

Ketua RT setempat, Pit Patty, kepada Kompas.com mengatakan, korban ditemukan sekitar pukul 16.00 WIT saat warga membersihkan sampah dan material lumpur sisa banjir di kawasan tersebut.

Dia mengatakan, sebelumnya, warga sempat curiga karena di lokasi tersebut warga selalu mencium bau busuk yang menyengat. "Warga di sini selalu mencium bau tidak sedap setiap hari. Kita lalu berinisiatif untuk bersih-bersih dan saat itulah kita menemukan korban dalam posisi tertimbun batang pohon dan sampah," kata Patty.

Sebelumnya, Patty mengatakan, pada saat musibah banjir dan tanah longsor 30 Juli lalu, seorang warga juga ditemukan tewas di kawasan tersebut. "Sudah dua mayat yang ditemukan. Sebelumnya, seorang korban banjir juga ditemukan di sekitar sini," ujarnya.

Pantauan di lokasi kejadian, ratusan warga tampak berkerumun di kawasan tersebut untuk melihat penemuan mayat itu. Polisi yang datang beberapa saat setelah itu langsung memasang garis polisi.

Wakapolres Pulau Ambon dan Pulau-pulau Lease Kompol Suratno membenarkan bahwa jenazah yang ditemukan warga merupakan korban banjir dan tanah longsor yang dinyatakan hilang pada 30 Juli lalu. "Korban berjenis kelamin perempuan. Korban ini hilang saat banjir dan tanah longsor menerjang Ambon 15 hari lalu," kata Suratno.

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Di Tengah Wabah Corona, Bandara YIA Mulai Beroperasi Penuh, Ini Faktanya

Di Tengah Wabah Corona, Bandara YIA Mulai Beroperasi Penuh, Ini Faktanya

Regional
'Warga Menolak Pemakaman Bahkan Mengusir Kami, Lantas Akan Dimakamkan di Mana Keluarga Kami'

"Warga Menolak Pemakaman Bahkan Mengusir Kami, Lantas Akan Dimakamkan di Mana Keluarga Kami"

Regional
Antisipasi Corona, Pemkab Magelang Dirikan Posko Terpadu di Perbatasan

Antisipasi Corona, Pemkab Magelang Dirikan Posko Terpadu di Perbatasan

Regional
Viral Video Pria Acungkan Pisau Saat Diamankan Polisi, Sebelumnya Ancam Bunuh Ibu

Viral Video Pria Acungkan Pisau Saat Diamankan Polisi, Sebelumnya Ancam Bunuh Ibu

Regional
Semua Pasien Positif Corona di Kota Malang Sembuh, Pengobatan dan Daya Tahan Tubuh Jadi Kunci

Semua Pasien Positif Corona di Kota Malang Sembuh, Pengobatan dan Daya Tahan Tubuh Jadi Kunci

Regional
Ini Penjelasan Lengkap Polisi Soal Pemulangan TKA China di Ketapang

Ini Penjelasan Lengkap Polisi Soal Pemulangan TKA China di Ketapang

Regional
Dua PDP di Kalbar Meninggal Dunia, 1 Orang Pernah Ikut Tabligh Akbar di Malaysia

Dua PDP di Kalbar Meninggal Dunia, 1 Orang Pernah Ikut Tabligh Akbar di Malaysia

Regional
Berjuang Lawan Covid-19 Sampai Sembuh, Christina: Ini Bukan Virus Biasa, Saya Sudah Mengalami

Berjuang Lawan Covid-19 Sampai Sembuh, Christina: Ini Bukan Virus Biasa, Saya Sudah Mengalami

Regional
Kerusakan Hutan Disinyalir Penyebab Banjir Bandang di Bandung Barat

Kerusakan Hutan Disinyalir Penyebab Banjir Bandang di Bandung Barat

Regional
Warga Tolak Jenazah Pasien PDP Covid-19, Tak Boleh Dimakamkan dan Ambulans Diusir

Warga Tolak Jenazah Pasien PDP Covid-19, Tak Boleh Dimakamkan dan Ambulans Diusir

Regional
Diprotes Warga, TKA Asal China yang Baru Datang ke Ketapang Dipulangkan

Diprotes Warga, TKA Asal China yang Baru Datang ke Ketapang Dipulangkan

Regional
Pernah Kontak dengan Pasien Positif, 98 Warga Lampung Negatif Covid-19

Pernah Kontak dengan Pasien Positif, 98 Warga Lampung Negatif Covid-19

Regional
Ini Gerilya Ketat Bupati Sumenep Pertahankan Peta Hijau Covid-19

Ini Gerilya Ketat Bupati Sumenep Pertahankan Peta Hijau Covid-19

Regional
Tim Gugus Tugas Covid-19 Awasi Ratusan TKI yang Pulang Kampung ke Sulsel

Tim Gugus Tugas Covid-19 Awasi Ratusan TKI yang Pulang Kampung ke Sulsel

Regional
Pasien Positif Corona di Kota Malang Sembuh, Kuncinya Jaga Imunitas dan Patuh Aturan

Pasien Positif Corona di Kota Malang Sembuh, Kuncinya Jaga Imunitas dan Patuh Aturan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X