Kompas.com - 12/08/2013, 04:25 WIB
Pemudik bersepeda motor menunggu giliran menaiki kapal feri di Pelabuhan Bakauheni, Lampung, Sabtu (10/8/2013). Hingga pukul 17.30, terdapat 34.963 penumpang dan 8.071 kendaraan yang menyeberang dari pelabuhan itu. Arus balik pemudik di pelabuhan tersebut mulai berlangsung dan diperkirakan mencapai puncaknya pada hari ini. KOMPAS/FERGANATA INDRA RIATMOKOPemudik bersepeda motor menunggu giliran menaiki kapal feri di Pelabuhan Bakauheni, Lampung, Sabtu (10/8/2013). Hingga pukul 17.30, terdapat 34.963 penumpang dan 8.071 kendaraan yang menyeberang dari pelabuhan itu. Arus balik pemudik di pelabuhan tersebut mulai berlangsung dan diperkirakan mencapai puncaknya pada hari ini.
EditorBNJ
GARUT, KOMPAS.com - Arus balik Lebaran di jalur Garut-Bandung mulai pertigaan Cipanas Garut hingga bunderan Tarogong, Kabupaten Garut, macet, Minggu malam.

"Antrean kendaraan disini (Bunderan Tarogong) penyebabnya selain membludaknya kendaraan juga adanya pertemuan arus di pertigaan Cipanas Garut," kata Kepala Polres Garut, AKBP Umar Surya Fana saat meninjau arus lalu lintas di Bunderan Tarogong, Minggu (11/8/2013).

Ia menuturkan, antrean kendaraan hanya terjadi sepanjang Jalan Otto Iskandardinata dan Jalan Cipanas, setelah pertigaan Cipanas Garut arus kendaraan padat lancar.

Menurut dia, pertigaan jalan Cipanas Garut merupakan pemicu utama akibat penyempitan jalan dari dua arah menjadi satu lajur menuju Leles.

"Karena adanya penyempitan jalan setelah pertigaan Cipanas sehingga arus tersendat, tapi setelah masuk Leles arus lancar dengan kecepatan sekitar 30 km per jam," kata Umar.

Kepadatan arus kendaraan di wilayah Garut tersebut, kata Umar, merupakan puncak arus balik Lebaran, dengan seluruh pemudik atau wisatawan kembali pulang secara serempak menuju Bandung.

Selain itu, lanjut Umar, arus kendaraan dari Tasikmalaya, Ciamis dan Jawa Tengah sebagian dialihkan ke jalur alternatif Singaparna, Kabupaten Tasikmalaya sehingga menambah kepadatan jumlah kendaraan yang masuk wilayah Garut Kota.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Seperti yang berlibur di Pangandaran diperkirakan pulang sore, kemungkinan akan terjadi antrean di Garut sampai malam," katanya.

Salah seorang pengemudi mobil yang terjebak kemacetan di Tarogong, Rizal, mengatakan perjalanannya sudah beberapa kali terganggu akibat kemacetan di beberapa titik mulai dari Singaparna hingga Tarogong menuju Bandung.

Ia menuturkan, jarak tempuh perjalanan dari Singaparna menuju Garut sejauh kurang lebih 60 km mencapai lima jam karena lambatnya laju kendaraan dan tersendatnya arus di titik kemacetan.

Ia berharap, pihak kepolisian lebih mengutamakan laju kendaraan arus balik atau menuju Bandung untuk diberlakukan satu arah dan dari arah sebaliknya lebih baik ditahan.

"Seharusnya polisi mengutamakan arus balik untuk selalu diberlakukan satu arah agar kemacetan tidak terlalu panjang," kata Rizal yang akan kembali ke Jakarta setelah mudik di daerah Singaparna.



Sumber Antara
Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kendalikan Laju Pertumbuhan Penduduk, Wali Kota Madiun Terima Penghargaan MKK 2021

Kendalikan Laju Pertumbuhan Penduduk, Wali Kota Madiun Terima Penghargaan MKK 2021

Regional
Sapa Warga Subang dan Purwakarta, Ridwan Kamil Bagikan Sembako dan Tinjau Vaksinasi

Sapa Warga Subang dan Purwakarta, Ridwan Kamil Bagikan Sembako dan Tinjau Vaksinasi

Regional
Mahasiswa Bantu Penanganan Covid-19, Ganjar Pranowo Berikan Apresiasi

Mahasiswa Bantu Penanganan Covid-19, Ganjar Pranowo Berikan Apresiasi

Regional
Wujudkan Ketahanan Pangan, Inovasi 'Getar Dilan' Luwu Utara Masuk Top 45 KIPP

Wujudkan Ketahanan Pangan, Inovasi "Getar Dilan" Luwu Utara Masuk Top 45 KIPP

Regional
Jabar Optimistis Desa Wisatanya Akan Menang di Ajang ADWI 2021

Jabar Optimistis Desa Wisatanya Akan Menang di Ajang ADWI 2021

Regional
Bocah 2 Tahun Meninggal Usai Makan Singkong Bakar, Ini Kronologinya

Bocah 2 Tahun Meninggal Usai Makan Singkong Bakar, Ini Kronologinya

Regional
Kolaborasi Jadi Kunci Kudus Terlepas dari Status Zona Merah Covid-19

Kolaborasi Jadi Kunci Kudus Terlepas dari Status Zona Merah Covid-19

Regional
Ganjar Pranowo Disambangi Aktivis Mahasiswa Malam-malam, Ada Apa?

Ganjar Pranowo Disambangi Aktivis Mahasiswa Malam-malam, Ada Apa?

Regional
KRI Dr Soeharso-990 Bantu Pasokan Oksigen Jateng, Ganjar: Kami Prioritaskan untuk RS di Semarang Raya

KRI Dr Soeharso-990 Bantu Pasokan Oksigen Jateng, Ganjar: Kami Prioritaskan untuk RS di Semarang Raya

Regional
Kasus Covid-19 di Luwu Utara Tinggi, Bupati Indah Instruksikan Kepala Wilayah Jadi Pemimpin Lapangan

Kasus Covid-19 di Luwu Utara Tinggi, Bupati Indah Instruksikan Kepala Wilayah Jadi Pemimpin Lapangan

Regional
Walkot Benyamin Pastikan Tangsel Tangani Pandemi di Hulu dan Hilir Secara Serampak

Walkot Benyamin Pastikan Tangsel Tangani Pandemi di Hulu dan Hilir Secara Serampak

Regional
Tinjau Vaksinasi di Karawang dan Bekasi, Wagub Uu Optimistis Herd Immunity Akan Tercapai

Tinjau Vaksinasi di Karawang dan Bekasi, Wagub Uu Optimistis Herd Immunity Akan Tercapai

Regional
Melalui Fintech, Kang Emil Minta Bank BJB Adaptasi Sistem Keuangan Masa Depan

Melalui Fintech, Kang Emil Minta Bank BJB Adaptasi Sistem Keuangan Masa Depan

Regional
Dompet Dhuafa Salurkan 106 Ekor Hewan Kurban di Pedalaman Riau

Dompet Dhuafa Salurkan 106 Ekor Hewan Kurban di Pedalaman Riau

Regional
Terkait PPKM Level 4 di Semarang, Walkot Hendi Longgarkan 3 Aturan Ini

Terkait PPKM Level 4 di Semarang, Walkot Hendi Longgarkan 3 Aturan Ini

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X