Kompas.com - 28/07/2013, 23:54 WIB
Bendunga Wai Ela, di Desa Negeri Lima, Pulau Ambon, Kabupaten  Maluku Tengah, Kamis (25/7/2013) siang, jebol karena air meluap melampaui spillway. KOMPAS.COM/RAHMAN PATTYBendunga Wai Ela, di Desa Negeri Lima, Pulau Ambon, Kabupaten Maluku Tengah, Kamis (25/7/2013) siang, jebol karena air meluap melampaui spillway.

AMBON,KOMPAS.com - Sekolah darurat untuk 1314 siswa korban banjir bah dari bendungan Wai Ela, Minggu, dibangun di sejumlah lokasi tak jauh dari lokasi pengungsian warga Negeri Lima.

Sekolah darurat ini dibangun melalui bantuan tenda berukuran besar yang diberikan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang sudah tiba sejak hari kemarin.

Kepala Satuan Tugas (Satgas) Penanggulangan Bencana Bendungan Wai Ela, Kolonel Inf. Asep Kurnaidi kepada wartawan, Minggu sore di posko pengungsian mengatakan, pembangunan sekolah darurat bagi ribuan siswa korban banjir bah sejak hari ini telah dibangun setelah pihaknya melakukan survey lokasi pembangunan.

"Hari ini kita sudah bangun sekolah darurat. Kita sudah survey lokasinya tadi, jadi nanti untuk SD dan TK itu dibangun di sekitar lokasi pengungsian saja karena mereka masih anak – anak, kalau untuk SMA nanti kita lihat ditempat lain lagi," ujar Asep, Minggu (28/7/2013).

Asep menjelaskan, untuk SD, dibangun 3 tenda, untuk SMA dibangun 3 tenda, dan untuk TK dibangun 1 tenda. Selain membangun sekolah darurat, pemerintah juga telah menyediakan pasilitas belajar mengajar berupa White Board , kursi dan meja untuk para guru.

"Mereka (siswa) tidak duduk lesehan tapi dengan kursi semuanya sudah disediakan," ungkap Asep.

Selain itu, para siswa ini juga diberikan alat tulis dan buku serta seragam sekolah. Ukuran setiap tenda yang dijadikan sekolah darurat sendiri yakni panjang 10 meter danlebar lima meter.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sekolah darurat ini kata Asep akan mulai digunakan sejak besok hingga enam bulan kedepan sampai menunggu pemerintah membangun sekolah permanen bagi para siswa.

"Para siswa juga akan diberikan seragam dan alat tulis. Mereka akan mulai sekolah besok, hingga 5 atau enam bulan kedepan sambil menunggu sekolah mereka yang rusak dibangun kembali," jelasnya.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

 Dorong Perputaran Ekonomi, Kang Emil Targetkan Seluruh Desa Miliki BUMDes pada 2023

Dorong Perputaran Ekonomi, Kang Emil Targetkan Seluruh Desa Miliki BUMDes pada 2023

Regional
Luncurkan Kredit Tanpa Agunan untuk Ibu-ibu Pedagang, Ganjar: Bunga Hanya 2 Persen Per Tahun

Luncurkan Kredit Tanpa Agunan untuk Ibu-ibu Pedagang, Ganjar: Bunga Hanya 2 Persen Per Tahun

Regional
Dikunjungi Gus Halim, Ketua Adat Tidung Minta Salimbatu Dijadikan Desa Religi

Dikunjungi Gus Halim, Ketua Adat Tidung Minta Salimbatu Dijadikan Desa Religi

Regional
Cegah Jual Beli Jabatan, Bupati Wonogiri Optimalkan Penerapan Sistem Meritokrasi

Cegah Jual Beli Jabatan, Bupati Wonogiri Optimalkan Penerapan Sistem Meritokrasi

Regional
Walkot Bobby Ajak HMI Sumut Berkolaborasi Dukung Program Pembangunan

Walkot Bobby Ajak HMI Sumut Berkolaborasi Dukung Program Pembangunan

Regional
Panen Raya, Pimpinan DPRD Kota Bogor Turun ke Sawah Bersama Petani

Panen Raya, Pimpinan DPRD Kota Bogor Turun ke Sawah Bersama Petani

Regional
Wonogiri Juara Satu IDSD, Bupati Jekek: Berkat Semangat Reformasi Pemangku Kepentingan

Wonogiri Juara Satu IDSD, Bupati Jekek: Berkat Semangat Reformasi Pemangku Kepentingan

Regional
Tunjukkan Kinerja Baik Bangun Kota Semarang, Walkot Hendi Dapat Penghargaan Pembangunan Daerah 2021

Tunjukkan Kinerja Baik Bangun Kota Semarang, Walkot Hendi Dapat Penghargaan Pembangunan Daerah 2021

Regional
Jabar Kerja Sama dengan Provinsi Chungcheongnam, Korsel, Kang Emil: Semoga Dongkrak Potensi Ekonomi

Jabar Kerja Sama dengan Provinsi Chungcheongnam, Korsel, Kang Emil: Semoga Dongkrak Potensi Ekonomi

Regional
Bupati Banjar Akui PAD Berkurang akibat UU Minerba

Bupati Banjar Akui PAD Berkurang akibat UU Minerba

Regional
Bobby Buka Balai Kota Medan untuk Warga, Dosen UINSU Berikan Apresiasi

Bobby Buka Balai Kota Medan untuk Warga, Dosen UINSU Berikan Apresiasi

Regional
Memahami Gaya Komunikasi 'Parkir Mobil' ala Gibran

Memahami Gaya Komunikasi "Parkir Mobil" ala Gibran

Regional
Tunjukkan Prestasi dalam Penanganan Pandemi, Kang Emil Raih 2 Penghargaan People of the Year 2021

Tunjukkan Prestasi dalam Penanganan Pandemi, Kang Emil Raih 2 Penghargaan People of the Year 2021

Regional
Berkat Ganjar, Gaji Guru Honorer yang Dahulu Rp 200.000 Kini Rp 2,3 Juta

Berkat Ganjar, Gaji Guru Honorer yang Dahulu Rp 200.000 Kini Rp 2,3 Juta

Regional
Dukung UMKM Jabar, Kang Emil Ikut Mendesain dan Pasarkan Produk di Medsos

Dukung UMKM Jabar, Kang Emil Ikut Mendesain dan Pasarkan Produk di Medsos

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.