Demo, Pedagang Ancam Duduki Bandara Ngurah Rai

Kompas.com - 26/07/2013, 11:41 WIB
|
EditorGlori K. Wadrianto
DENPASAR, KOMPAS.com — Ratusan pedagang Bandara Ngurah Rai yang tergabung dalam Paguyuban Pedagang Bandara (P2B) menduduki Kantor Konsultan Pengelola Bandara, Grama Vikash Kendra (GVK), di Jalan By Pass Ngurah Rai, Jumat (26/7/2013).

Mereka menuntut konsultan memenuhi untuk merelokasi pedagang lama. Pengunjuk rasa sempat emosi setelah mengetahui tidak ada satu orang pun yang bekerja di dalam kantor. Sebagian dari pendemo sempat menendang kursi ke kolam renang, sebelum dihalau petugas untuk keluar kantor.

Para pengunjuk rasa mengancam akan melakukan aksi lebih besar jika hari ini tidak ada kepastian relokasi. "Kita akan terus berjuang sampai puputan kalau perlu kita duduki bandara karena kita masyarakat Bali merasa terusir dari bandara," kata Nyoman Suarta, penanggung jawab aksi.

Saat ini, pendemo masih bertahan di lokasi tersebut, menunggu iktikad baik pengelola bandara. Seperti diberitakan sebelumnya, ratusan pedagang Bandara Ngurah Rai yang tergabung dalam P2B berunjuk rasa di sekitar Jalan By Pass Ngurah Rai Denpasar. Demo digelar setelah mereka merasa "terusir" dari bandara sejak renovasi berlangsung beberapa waktu lalu.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Keluarga Pasien Covid-19 yang Meninggal Akan Diberi Santunan

Keluarga Pasien Covid-19 yang Meninggal Akan Diberi Santunan

Regional
Debu Vulkanik Gunung Sinabung Menerjang 4 Wilayah

Debu Vulkanik Gunung Sinabung Menerjang 4 Wilayah

Regional
Longgarkan PKM, Pemkot Semarang Perketat Aturan Penggunaan Masker

Longgarkan PKM, Pemkot Semarang Perketat Aturan Penggunaan Masker

Regional
Tabrakan Dua Truk dan Satu Motor, Seorang Tewas

Tabrakan Dua Truk dan Satu Motor, Seorang Tewas

Regional
Waspada Klaster Baru, Pemprov Banten Minta Sekolah Tatap Muka Ditunda

Waspada Klaster Baru, Pemprov Banten Minta Sekolah Tatap Muka Ditunda

Regional
Buron 3 Bulan, Pria yang Hina Protokol Kesehatan dan Polisi Ditangkap

Buron 3 Bulan, Pria yang Hina Protokol Kesehatan dan Polisi Ditangkap

Regional
Reaksi yang Dialami Relawan Uji Klinis Vaksin Covid-19 dan Cara Mengatasinya

Reaksi yang Dialami Relawan Uji Klinis Vaksin Covid-19 dan Cara Mengatasinya

Regional
Marah Disuruh Bersihkan Kebun, Suami Bunuh Istri di Hadapan 3 Anaknya

Marah Disuruh Bersihkan Kebun, Suami Bunuh Istri di Hadapan 3 Anaknya

Regional
Ibu yang Digugat Anaknya soal Warisan: Saya Capek Jadi Ibu, Dia Harus Bayar Air Susu Saya

Ibu yang Digugat Anaknya soal Warisan: Saya Capek Jadi Ibu, Dia Harus Bayar Air Susu Saya

Regional
Heboh Daging Ayam Bantuan BPNT Busuk, Kades Sebut Ada Intimidasi 'Barang Gratisan Kok Milih'

Heboh Daging Ayam Bantuan BPNT Busuk, Kades Sebut Ada Intimidasi "Barang Gratisan Kok Milih"

Regional
Generasi Muda Cianjur Melawan Covid-19 Melalui Mural

Generasi Muda Cianjur Melawan Covid-19 Melalui Mural

Regional
Akhir Cerita Carol Marie, Penyelam Pertama yang Hilang di Teluk Ambon...

Akhir Cerita Carol Marie, Penyelam Pertama yang Hilang di Teluk Ambon...

Regional
21 Relawan yang Disuntik Vaksin Covid-19 Mengalami Reaksi Ringan

21 Relawan yang Disuntik Vaksin Covid-19 Mengalami Reaksi Ringan

Regional
Anaknya Ngotot Gugat Warisan, Ibu Ningsih: Dia Harus Bayar Air Susu Saya

Anaknya Ngotot Gugat Warisan, Ibu Ningsih: Dia Harus Bayar Air Susu Saya

Regional
Pengakuan Mantan ABK Kapal China: 7 Bulan Gaji Tidak Dibayar, Melarikan Diri Berenang Arungi Selat Malaka

Pengakuan Mantan ABK Kapal China: 7 Bulan Gaji Tidak Dibayar, Melarikan Diri Berenang Arungi Selat Malaka

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X