Kompas.com - 25/07/2013, 09:40 WIB
|
EditorFarid Assifa
SUBANG, KOMPAS.com — Puluhan kafe dan warung remang-remang di jalur pantai utara atau pantura, Subang, Jawa Barat, tidak beroperasi. Mereka tutup karena takut kena sweeping organisasi masyarakat.

Pantauan Kompas.com, Rabu (24/7/2013) malam, kafe dan tempat karaoke yang berdiri di sepanjang jalur pantura ruas Subang, tepatnya di Patokbeusi, tampak sepi. Tidak seperti hari biasa yang penuh lampu dan ramai orang, situasi bangunan dengan cat warna mencolok tersebut lebih mirip bangunan yang sudah lama ditinggal pemiliknya.

Salah seorang penjaga salah satu karaoke yang enggan menyebutkan namanya mengatakan, kondisi demikian mulai terjadi sejak hari pertama puasa. Selain instruksi dari Kepolisian Resor Subang untuk menghentikan sementara aktivitas tempat ini, para pengelola juga tak mau ambil risiko di-sweeping sejumlah organisasi masyarakat di sana.

"Ya takut di-sweeping FPI (Front Pembela Islam). Sebelumnya, kan sudah ada ancaman begitu. Yang punya nggak mau ambil risikolah," ujar pria yang hanya ditugaskan menjaga bangunan tersebut.

Meski sudah tutup sejak awal puasa, tetap ada pengunjung yang mendatangi kawasan itu. Sebagian dari mereka masih penasaran apakah tempat itu benar-benar tutup atau hanya tampak tertutup dari luarnya saja. Mereka diyakinkan oleh penjaga tempat itu bahwa karaoke dan kafe tutup hingga beberapa hari setelah Lebaran.

"Biasanya yang begitu dari luar Subang, dari Karawang, Bandung, Purwakarta, Jakarta. Mereka nggak tahu kalau benar-benar tutup," lanjutnya.

Ia melanjutkan, satu kafe atau karaoke bisa mempekerjakan sekitar delapan hingga 10 orang, baik wanita penghibur atau pelayan biasa. Semenjak tempat hiburan tersebut tutup, para pekerja pun diketahui pulang ke kampung halamannya masing-masing di kota-kota kecil sekitar Subang.

Saat dikonfirmasi ke Kepolisian Sektor Patokbeusi, petugas piket Sabhara Brigadir Daliman mengatakan, sebulan menjelang puasa, turun surat instruksi dari Kepolisian Resor Subang kepada pengelola untuk menutup tempat hiburan malam selama umat Muslim menjalani ibadah puasanya.

"Ada sekitar 60 tempat hiburan malam yang didata. Mereka bersedia tutup. Ya, mungkin juga takut sweeping. Ini memang (tutup selama Ramadhan) sudah dua tahun berjalan kalau sebelumnya masih bandel," ujarnya.

Demi menjaga kondisi khusyuk selama bulan Ramadhan ini, lanjut Daliman, pihak Polsek menerjunkan delapan personel yang juga berpatroli secara bergantian di sepanjang tempat hiburan malam tersebut.

Ia mengatakan, sejauh ini, surat instruksi kepolisian ampuh membatasi operasional tempat itu. Jika ada yang mengetahui aktivitas hiburan malam di daerah itu, kata Daliman, masyarakat dapat melaporkannya ke nomor Polsek Patokbeusi di 0264-710007. Nomor telepon ini, lanjutnya, juga dapat digunakan saat arus mudik Lebaran.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ketua TP-PKK Riau Riau Kunjungi Dua Panti Asuhan di Bengkalis

Ketua TP-PKK Riau Riau Kunjungi Dua Panti Asuhan di Bengkalis

Regional
Gubernur Khofifah Optimistis Gelaran SPE 2022 Bisa Dorong Pertumbuhan Ekonomi di Jatim

Gubernur Khofifah Optimistis Gelaran SPE 2022 Bisa Dorong Pertumbuhan Ekonomi di Jatim

Regional
Bupati Jekek Minta Generasi Muda Beri Warna Baru untuk Dunia Pertanian

Bupati Jekek Minta Generasi Muda Beri Warna Baru untuk Dunia Pertanian

Regional
Ujaran Kebencian Jelang Pemilu 2024 Meningkat, Masyarakat Papua Diimbau Lakukan Hal Ini

Ujaran Kebencian Jelang Pemilu 2024 Meningkat, Masyarakat Papua Diimbau Lakukan Hal Ini

Regional
Cegah Penyebaran PMK, Bupati Wonogiri Perketat Pengawasan di Pasar Hewan

Cegah Penyebaran PMK, Bupati Wonogiri Perketat Pengawasan di Pasar Hewan

Regional
Patuh Sampaikan LHKPN, Gubernur Riau Syamsuar Dapat Apresiasi dari KPK

Patuh Sampaikan LHKPN, Gubernur Riau Syamsuar Dapat Apresiasi dari KPK

Regional
Mulai Juli 2022, Pemkab Wonogiri Cover Iuran BPJS Ketenagakerjaan Seluruh Perangkat RT dan RW

Mulai Juli 2022, Pemkab Wonogiri Cover Iuran BPJS Ketenagakerjaan Seluruh Perangkat RT dan RW

Regional
Lestarikan Lingkungan, Pemprov Papua Tanam 1.000 Pohon Sagu di Jayapura

Lestarikan Lingkungan, Pemprov Papua Tanam 1.000 Pohon Sagu di Jayapura

Regional
Melalui DD Farm, Dompet Dhuafa Sediakan Pakan Ternak untuk Warga Gunungkidul

Melalui DD Farm, Dompet Dhuafa Sediakan Pakan Ternak untuk Warga Gunungkidul

Regional
Sediakan Hewan Kurban di Sulteng, Dompet Dhuafa Berdayakan Peternak Lokal

Sediakan Hewan Kurban di Sulteng, Dompet Dhuafa Berdayakan Peternak Lokal

Regional
Peringati HUT Ke-104 Madiun, Walkot Maidi Paparkan Target dan Capaiannya

Peringati HUT Ke-104 Madiun, Walkot Maidi Paparkan Target dan Capaiannya

Regional
Gubernur Syamsuar Dukung Pebalap Asal Riau di Kejuaraan Dunia

Gubernur Syamsuar Dukung Pebalap Asal Riau di Kejuaraan Dunia

Regional
Jatim Distribusikan 1.000 Vaksin PMK Hewan Ternak, Khofifah Pantau Penyuntikannya di Sidoarjo

Jatim Distribusikan 1.000 Vaksin PMK Hewan Ternak, Khofifah Pantau Penyuntikannya di Sidoarjo

Regional
Gubernur Riau Minta Tenaga Honorer Diprioritaskan Jadi CPNS dan PPPK

Gubernur Riau Minta Tenaga Honorer Diprioritaskan Jadi CPNS dan PPPK

Regional
Pelantikan Menteri Baru, Gubernur Syamsuar: Alhamdulillah Putra Riau Terpilih Jadi Wamen ATR/BPN

Pelantikan Menteri Baru, Gubernur Syamsuar: Alhamdulillah Putra Riau Terpilih Jadi Wamen ATR/BPN

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.