Polda Bengkulu Selidiki Dugaan Perselingkuhan Kapolres Kaur

Kompas.com - 24/07/2013, 15:32 WIB
Ilustrasi. Tribunnews/Kompas.comIlustrasi.
EditorFarid Assifa

BENGKULU, KOMPAS.com — Kepala Kepolisian Daerah Bengkulu Brigjen (Pol) Benny Mokalu mengatakan, pihaknya menyelidiki kasus amoral atau dugaan perselingkuhan Kepala Kepolisian Resor Kaur AKBP Andi Kirnanda.

"Kita mengedepankan asas praduga tak bersalah, masih diselidiki dulu kebenarannya," katanya di Bengkulu, Rabu (24/7/2013).
    
Kepolisian Bengkulu, menurut dia, telah membentuk tim khusus untuk menyelidiki kasus dugaan tindakan amoral itu.

Laporan Henry Yosef (41), warga Jalan Kutilang No 2 RT 21, Kelurahan Cempaka Permai, yang merupakan suami dari perempuan yang diduga menjadi selingkuhan Kapolres, perlu dibuktikan.

"Perlu bukti yang kuat untuk menindaklanjuti kasus ini, tidak hanya sebatas laporan," ucapnya, menambahkan.

Kasus ini sudah dilaporkan oleh Henry Yosef pada Maret 2013 ke Polda Bengkulu. Selanjutnya pada Senin (21/7/2013) Henry kembali mendatangi Polda Bengkulu untuk mempertanyakan tindak lanjut pengusutan kasus dugaan perselingkuhan yang dilakukan Kapolres dengan istrinya.

"Sebenarnya sejak ada laporan pada Maret 2013, sudah ada pemanggilan saksi-saksi, bahkan terlapor juga sudah diperiksa," tuturnya.

Namun, hingga kini belum ada bukti kuat yang ditemukan untuk meningkatkan penyelidikan atas kasus itu.
    
Menurut dia, berdasarkan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2003 tentang Disiplin, penyelidikan dilakukan oleh tim Propam.

Jika terbukti, terlapor terancam sanksi mulai dari teguran tertulis maupun lisan, tunda sekolah, demosi, hingga mutasi.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber Antara
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X