Kalau Mau Awet, Beton Saja Jalur Pantura!

Kompas.com - 22/07/2013, 16:46 WIB
Ilustrasi: Tim Jelajah Sepeda Surabaya-Jakarta melintasi jalur Pantura yang rusak parah dan sedang dalam perbaikan di Kota Tegal, Jawa Tengah, Kamis (1/7/2010). Tim menjalani etape kedelapan dari Pekalongan, Jawa Tengah menuju Cirebon, Jawa Barat sejauh 137 kilometer.  KOMPAS IMAGES/FIKRIA HIDAYAT Ilustrasi: Tim Jelajah Sepeda Surabaya-Jakarta melintasi jalur Pantura yang rusak parah dan sedang dalam perbaikan di Kota Tegal, Jawa Tengah, Kamis (1/7/2010). Tim menjalani etape kedelapan dari Pekalongan, Jawa Tengah menuju Cirebon, Jawa Barat sejauh 137 kilometer.
|
EditorInggried Dwi Wedhaswary

JAKARTA, KOMPAS.com — Ketua Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa Marwan Jafar meminta pemerintah untuk memperbaiki jalan di jalur pantai utara (pantura) dengan menggunakan beton. Menurutnya, ini harus segera dilakukan meski berbiaya mahal, penggunaan beton bisa membuat jalan menjadi tahan lama.

"Usul saya sekalian dibuat beton saja supaya tahan lama dan tidak gampang rusak. Kalau masih aspal biasa, seperti sekarang, sudah pasti dijamin gampang rusak, apalagi perbaikinya kebut-kebutan. Meski mahal, kualitasnya bagus dan tahan lama,” ujar Marwan di Jakarta, Senin (22/7/2013).

Marwan menilai, persoalan rusaknya jalan pantura merupakan persoalan tahun ke tahun yang harus dihadapi para pemudik. Terlebih lagi, upaya perbaikan jalan pantura, kata Marwan, selalu dikebut menjelang arus mudik yang membuat kualitas perbaikan jalan pun diragukan.

"Sebagai mitra kerja, kami sudah selalu ingatkan agar jauh-jauh hari sehingga tidak hanya sekadar selesai pasang target, nanti habis Hari Raya sudah berlubang lagi. Ini menyangkut soal kenyamanan dan keamanan para pengguna jalan," kata Marwan.

Anggota Komisi V DPR ini mengatakan setelah perbaikan jalan selesai, jalan tersebut harus dipelihara, misalnya dengan mengawasi lebih ketat tentang truk-truk yang kelebihan muatan.

"Yang tidak kalah penting, penerangan jalan harus direalisasikan secara maksimal karena ini menyangkut keselamatan para pengguna jalan di malam hari," ujarnya.

Pantura belum beres

Sementara itu, Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto mengatakan, pemerintah saat ini sedang memperbaiki kondisi jalan di sepanjang jalur Pantura Jawa. Pihaknya menjamin jalur tersebut siap dipakai menjelang Lebaran nanti.

"Pokoknya, kesimpulannya pantura siap dipakai Lebaran, sebelum 25 Juli 2013 atau H-10 menjelang Lebaran," kata Djoko saat ditemui di kantornya, Jakarta, Kamis (18/7/2013) malam.

Djoko menambahkan, kondisi jalur pantura saat ini memang belum beres 100 persen, masih ada penutupan lubang kecil di sana-sini. Namun, ia menjamin proses penutupan jalan berlubang itu akan selesai dalam dua hingga tiga hari ke depan.

Halaman:
Baca tentang


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ganjar Minta KPU dan Bawaslu Tindak Paslon Pelanggar Protokol Kesehatan

Ganjar Minta KPU dan Bawaslu Tindak Paslon Pelanggar Protokol Kesehatan

Regional
Rumah Sakit Rujukan Covid-19 Penuh, Bupati Ponorogo Minta Ruang Isolasi Desa Diaktifkan Kembali

Rumah Sakit Rujukan Covid-19 Penuh, Bupati Ponorogo Minta Ruang Isolasi Desa Diaktifkan Kembali

Regional
41 Rumah di Kabupaten Luwu Tergusur Imbas Pelebaran Jalan

41 Rumah di Kabupaten Luwu Tergusur Imbas Pelebaran Jalan

Regional
Bupati Lombok Timur Positif Covid19, Sopir dan Pelayan Tertular

Bupati Lombok Timur Positif Covid19, Sopir dan Pelayan Tertular

Regional
Fakta Corona di Banten: Pecah Rekor Tambah 200 Kasus Sehari, hingga Kota Cilegon Zona Merah

Fakta Corona di Banten: Pecah Rekor Tambah 200 Kasus Sehari, hingga Kota Cilegon Zona Merah

Regional
Heboh, Kades Kesurupan Saat TMMD Tampilkan Tari Jaipong di Indramayu

Heboh, Kades Kesurupan Saat TMMD Tampilkan Tari Jaipong di Indramayu

Regional
Pilkada Serentak Saat Pandemi, Machfud Arifin: Mau Ditunda atau Tidak, Kita Siap...

Pilkada Serentak Saat Pandemi, Machfud Arifin: Mau Ditunda atau Tidak, Kita Siap...

Regional
Sebanyak 28 Santri di Kendal Terkonfirmasi Positif Covid-19

Sebanyak 28 Santri di Kendal Terkonfirmasi Positif Covid-19

Regional
Jelang Penetapan Paslon, Bawaslu Minta Parpol Kendalikan Pendukung

Jelang Penetapan Paslon, Bawaslu Minta Parpol Kendalikan Pendukung

Regional
119 Pasien Sembuh dari Covid-19 di Bali, Tertinggi di Denpasar

119 Pasien Sembuh dari Covid-19 di Bali, Tertinggi di Denpasar

Regional
Sanksi Denda Tak Efektif Tekan Pelanggar Protokol Kesehatan di Wonogiri

Sanksi Denda Tak Efektif Tekan Pelanggar Protokol Kesehatan di Wonogiri

Regional
Tentukan Struktur Bangunan, Ekskavasi Situs Pataan Dilanjutkan

Tentukan Struktur Bangunan, Ekskavasi Situs Pataan Dilanjutkan

Regional
Perjalanan Bupati Berau Terkonfirmasi dari Positif Covid-19 hingga Meninggal Dunia

Perjalanan Bupati Berau Terkonfirmasi dari Positif Covid-19 hingga Meninggal Dunia

Regional
Arisan RT Jadi Klaster Baru Covid-19 di Kulon Progo, Melebar ke Pasar Tradisional

Arisan RT Jadi Klaster Baru Covid-19 di Kulon Progo, Melebar ke Pasar Tradisional

Regional
Begal Bermodus Lempar Sambal ke Wajah Korban, Sasarannya Driver Ojol

Begal Bermodus Lempar Sambal ke Wajah Korban, Sasarannya Driver Ojol

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X