Kompas.com - 22/07/2013, 14:00 WIB
Para pekerja tengah beristirahat siang di sela penyelesaian pembangunan stasiun kereta api di Bandara Internasional Kualanamu, Deli Serdang, Sumatera Utara, Jumat (18/1/2013). KOMPAS/AUFRIDA WISMI WARASTRIPara pekerja tengah beristirahat siang di sela penyelesaian pembangunan stasiun kereta api di Bandara Internasional Kualanamu, Deli Serdang, Sumatera Utara, Jumat (18/1/2013).
EditorFarid Assifa

JAKARTA, KOMPAS.com — Garuda Indonesia akan secara penuh mengalihkan kegiatan operasional dari Bandara Polonia Medan ke Bandara Internasional Kualanamu (KNIA) mulai Kamis (25/7/2013). Informasi tersebut disampaikan Garuda melalui pers rilisnya kepada Kompas.com, Senin (22/7/2013).

Untuk menjangkau Bandara Internasional Kualanamu dari kota Medan memerlukan waktu 60-90 menit dengan kendaraan dan 30-35 menit jika menumpangi kereta api.

Terdapat 3 titik pemberangkatan dengan bus dari Medan menuju Bandara Internasional Kualanamu (KNIA), yakni PT Damri yang melayani rute dari Amplas-KNIA dengan tarif sekitar Rp 10.000; PT Damri rute Medan Fair (Carrefour)-KNIA dengan tarif sekitar Rp 15.000 dan; PT ALS rute Binjai-KNIA dengan ongkos sekitar Rp 30.000.

Calon penumpang juga bisa memakai kereta api dari stasiun besar Medan-KNIA dengan tarif sekitar Rp 80.000. Sementara, taksi yang beroperasi ke KNIA antara lain Blue Bird, Express, Karsa, Nice, Puskopau, Kokapura, serta Mitra.

Dalam rilis itu, pihak Garuda mengakui belum tersedianya beberapa fasilitas pendukung di sekitar Bandara Kualanamu (KNIA), seperti penginapan atau pusat perbelanjaan. Sementara rumah sakit terdekat dari bandara KNIA adalah RS Patar Asih dengan jarak sekitar 5 km dari Bandara Kualanamu.

Mengingat jarak Bandara Kualanamu yang cukup jauh, Garuda mengimbau kepada calon penumpang untuk berangkat lebih awal dari biasanya agar tidak terlambat maupun terlewat penerbangannya. Sebab, akses menuju Bandara Kualanamu (KNIA) belum selesai dengan sempurna. Selain itu, rambu-rambu informasi jalan bagi pengendara menuju Bandara Kualanamu (KNIA) masih sedikit, moda transportasi kendaraan umum menuju Bandara Kualanamu (KNIA) juga masih terbatas.

Untuk mencapai Bandara Kualanamu dari Kota Medan, diperkirakan masyarakat akan menemui titik kemacetan, yakni pintu keluar Tol Tanjung Morawa-Simpang di Jalan Kayu Besar dan adanya penyempitan jalan (2 lajur menjadi 1 lajur) sebanyak 3 titik, antara Jalan Kayu Besar, Tj Morawa-KNIA.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Regional
Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-'bully' Warganet

Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-"bully" Warganet

Regional
Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Regional
Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Regional
Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Regional
Hasil Monitor Dishub, Ada 162 Truk Angkutan Batu Bara Lintasi Underpass Banjarsari Per Jam

Hasil Monitor Dishub, Ada 162 Truk Angkutan Batu Bara Lintasi Underpass Banjarsari Per Jam

Regional
Cek Langsung ke Pasar Sukomoro, Wagub Emil Dapati Harga Bawang Merah Turun

Cek Langsung ke Pasar Sukomoro, Wagub Emil Dapati Harga Bawang Merah Turun

Regional
Indeks Kebahagiaan Jateng Meningkat, Ganjar: Semua Tak Lepas dari Peran Masyarakat

Indeks Kebahagiaan Jateng Meningkat, Ganjar: Semua Tak Lepas dari Peran Masyarakat

Regional
Lewat JIF, Ridwan Kamil Terima Gagasan Program Stratregis Jabar dari 32 Profesional Muda

Lewat JIF, Ridwan Kamil Terima Gagasan Program Stratregis Jabar dari 32 Profesional Muda

Regional
Libur Tahun Baru, Pemprov Jabar Perketat Penjagaan Tempat-tempat Viral Pariwisata

Libur Tahun Baru, Pemprov Jabar Perketat Penjagaan Tempat-tempat Viral Pariwisata

Regional
Pemprov Jabar Gagas Program Kualifikasi Kepsek Berintegritas Pertama di Indonesia

Pemprov Jabar Gagas Program Kualifikasi Kepsek Berintegritas Pertama di Indonesia

Regional
Program 'Jangkar', Upaya Dompet Dhuafa Berdayakan Perajin Rotan di Majalengka

Program "Jangkar", Upaya Dompet Dhuafa Berdayakan Perajin Rotan di Majalengka

Regional
Tanggapi Hasil Pemeriksaan BPK, Wagub Jabar: Insya Allah Akan Saya Sampaikan kepada Pimpinan

Tanggapi Hasil Pemeriksaan BPK, Wagub Jabar: Insya Allah Akan Saya Sampaikan kepada Pimpinan

Regional
Lewat Teman Bus Trans Metro Pasundan, Wagub Jabar Ajak Masyarakat Naik Transportasi Umum

Lewat Teman Bus Trans Metro Pasundan, Wagub Jabar Ajak Masyarakat Naik Transportasi Umum

Regional
Tingkatkan Pendapatan Daerah, Pemprov Jabar Luncurkan 'Bapenda Kapendak'

Tingkatkan Pendapatan Daerah, Pemprov Jabar Luncurkan "Bapenda Kapendak"

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.