Itjen Kemendikbud Periksa Rektor UPI

Kompas.com - 20/07/2013, 05:33 WIB
|
EditorPalupi Annisa Auliani
BANDUNG, KOMPAS.com — Menyusul laporan dugaan korupsi, Rektor Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Sunaryo Kartadinata diperiksa oleh jajaran Inspektorat Jenderal Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Pemeriksaan dilakukan di kampus universitas itu, di Jalan Setiabudi, Kota Bandung, Jawa Barat, Jumat (19/7/2013).

Koordinator Penyelamatan UPI Didin Saripudin mengatakan, Sunaryo diduga melakukan korupsi dan menyalahgunakan bangunan kampus. "Sudah ada pemeriksaan selama seminggu," kata dia, ketika dihubungi melalui telepon. Menurut Didin, pemeriksaan ini merupakan buntut dari laporan yang disampaikan tim investigasi Gerakan Penyelamatan UPI baru sebatas audit.

Sementara itu, Kepala Bagian Humas UPI Suwatno Fakhrudin membenarkan adanya pemeriksaan itu. Namun, dirinya menampik pemeriksaan dilakukan terkait dugaan penyimpangan oleh rektor. "Dari Inspektorat sudah pulang. Kunjungannya sudah dua hari kemarin," ucapnya kepada wartawan di Gedung Universty Center UPI.

Wartawan yang berupaya mencegat kepulangan Sunaryo tidak mendapatkan hasil meski sudah menunggu di depan mobilnya di depan gedung rektorat. Sunaryo sudah mengambil jalan yang berbeda, tidak melewati tempat wartawan menunggu.

Diberitakan sebelumnya, Rektor UPI dilaporkan ke Inspektorat Jenderal dan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. "Laporan ini adalah bentuk keprihatinanan karena ada dugaan penyimpangan di UPI," kata Didin.

Sunaryo dilaporkan dengan beberapa dugaan penyimpangan, antara lain pengalihan fungsi Gedung Training Centre dan Dormitori yang dibangun pada 2009. Gedung ini diubah fungsinya menjadi hotel bernama "Isola Resort", tak sesuai dengan rencana sebagai pusat pelatihan dan asrama mahasiswa.

Investigasi, imbuh Didin, juga mendapatkan temuan dugaan penyimpangan dalam pembangunan gedung Training Centre UPI di Kota Serang, Banten. Dimulai pada 2010, pembangunan gedung itu mandek pada 2011 karena belum mengantongi izin mendirikan bangunan (IMB). "Karena tak ada IMB, disegel Pemda Kota Serang," kata dia sembari mengatakan penyegelan ini memunculkan dugaan korupsi dalam proyek pembangunan tersebut.

Selain itu, lanjut Didin, ada dugaan terjadi pula penghambur-hamburan dan penyimpangan penggunaan dana yang bersumber dari masyarakat. "Akuntabilitas pengelolaannya ditengarai tidak jelas dan tidak transparan," ujar Didin.

Setiap tahun UPI mengumpulkan dana Rp 260 miliar, antara lain berasal dari uang pendaftaran dan iuran semester. Setiap tahun, sebut Didin, UPI juga meminta sumbangan mahasiswa untuk membantu mahasiswa tak mampu, yang dikelola Baitul Mal Wat Tamwil (BMT) Al Furqon, yang pada 2012 telah terkumpul Rp 3,67 miliar. Pada 2013, tarikan serupa sudah dimintakan kesediaannya dari para calon mahasiswa baru, sekalipun sudah ada kebijakan dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan tentang uang kuliah tunggal.

Gerakan Penyelamatan UPI pun mencatat ada pembiaran dalam hal pelanggaran akademik dan administrasi. Menurutnya, praktik kecurangan seperti jual beli nilai yang dilakukan para dosen akademik, dosen administrasi, dan mahasiswa di lingkungan UPI disebut sudah diketahui oleh rektor sejak 2008. "Tapi, ternyata tuntutan dari rektor tentang masalah ini tidak tegas. Jelas ada upaya pembiaran," tutur Didin.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jelang Muktamar, Waketum PPP: Kami Berupaya Keluar dari Krisis di Pemilu 2019

Jelang Muktamar, Waketum PPP: Kami Berupaya Keluar dari Krisis di Pemilu 2019

Regional
Libur Panjang, Pengunjung 'Rest Area' Tol Trans Jateng Wajib Ikut Test Cepat

Libur Panjang, Pengunjung "Rest Area" Tol Trans Jateng Wajib Ikut Test Cepat

Regional
Gempa M 5,7 Guncang Bolaang Mongondow Selatan Sulut, Tak Berpotensi Tsunami

Gempa M 5,7 Guncang Bolaang Mongondow Selatan Sulut, Tak Berpotensi Tsunami

Regional
Mayat dengan Tangan Terikat Ditemukan di TPA Punggur Batam

Mayat dengan Tangan Terikat Ditemukan di TPA Punggur Batam

Regional
Digugat IRT yang Tak Terima Dinyatakan Positif Covid-19, Ini Kata Gugus Tugas

Digugat IRT yang Tak Terima Dinyatakan Positif Covid-19, Ini Kata Gugus Tugas

Regional
Hidup Berdampingan dengan Bencana di Lereng Gunung Merapi

Hidup Berdampingan dengan Bencana di Lereng Gunung Merapi

Regional
Terjadi Kepadatan di Tol Japek, Contra Flow Mulai dari Kilometer 47 sampai 61

Terjadi Kepadatan di Tol Japek, Contra Flow Mulai dari Kilometer 47 sampai 61

Regional
Curi Relief di Makam Tionghoa dan Dijual Rp 400.000 Per Potong, 4 Warga Kediri Ditangkap Polisi

Curi Relief di Makam Tionghoa dan Dijual Rp 400.000 Per Potong, 4 Warga Kediri Ditangkap Polisi

Regional
AWK, Anggota DPD Didemo karena Dianggap Lecehkan Kepercayaan Warga Bali

AWK, Anggota DPD Didemo karena Dianggap Lecehkan Kepercayaan Warga Bali

Regional
Ini Penampakan RS Karantina Covid-19 yang Sedang Dibangun di Bangka

Ini Penampakan RS Karantina Covid-19 yang Sedang Dibangun di Bangka

Regional
Langgar Aturan Kampanye, Ribuan Spanduk dan Baliho di Kabupaten Semarang Dicopot

Langgar Aturan Kampanye, Ribuan Spanduk dan Baliho di Kabupaten Semarang Dicopot

Regional
Perampok Bersenjata Ini Gunakan Emas Hasil Rampasan untuk Investasi

Perampok Bersenjata Ini Gunakan Emas Hasil Rampasan untuk Investasi

Regional
Sandiaga Uno dan Khofifah Digadang-gadang Jadi Ketum PPP, Waketum: Ikhtiar Membesarkan Partai

Sandiaga Uno dan Khofifah Digadang-gadang Jadi Ketum PPP, Waketum: Ikhtiar Membesarkan Partai

Regional
Merasa Dikucilkan Saat Dinyatakan Positif Covid-19, Seorang Ibu Gugat RS dan Gugus Tugas, Ini Ceritanya

Merasa Dikucilkan Saat Dinyatakan Positif Covid-19, Seorang Ibu Gugat RS dan Gugus Tugas, Ini Ceritanya

Regional
2 Kantor Polisi di Buton Utara Dirusak Sekelompok Orang, Seorang Polisi Terluka

2 Kantor Polisi di Buton Utara Dirusak Sekelompok Orang, Seorang Polisi Terluka

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X