Panpel dan Direktur Persib Bandung Dilaporkan ke Polisi

Kompas.com - 18/07/2013, 18:46 WIB
Dari kiri ke kanan : Direktur PT.PBB Risha Adiwijaya, Komisaris PT.PBB Kuswara S Taryono dan Manajer Persib Bandung Umuh Muchtar. KOMPAS.com/Putra Prima PerdanaDari kiri ke kanan : Direktur PT.PBB Risha Adiwijaya, Komisaris PT.PBB Kuswara S Taryono dan Manajer Persib Bandung Umuh Muchtar.
|
EditorKistyarini

BANDUNG, KOMPAS.com — Direktur PT Persib Bandung Bermartabat (PBB) selaku manajemen dari Klub Persib Bandung, Risha Adiwijaya, bersama dua orang dari panitia penyelengara (panpel) pertandingan, yaitu Ruri Bachtiar dan Budi Bram, dilaporkan ke Polda Jabar dengan tuduhan penggelapan.

Menurut Kepala Bidang Humas Polda Jabar Kombes Pol Martinus Sitompul, laporan dengan nomor surat LBP/514/VI/2012/JABAR dibuat atas nama Hamynudin Fariza tertanggal 10 Juni 2013 dengan tuduhan penipuan dan penggelapan terkait dengan pemberian dana sebesar Rp 1,6 miliar dengan diiming-imingi akan menjadi panpel kompetisi ISL tahun 2012/2013.

"Sekarang masih tahap penyidikan. Kita baru memeriksa yang bersangkutan sebagai saksi-saksi. Hal ini berkaitan dengan pengumpulan barang bukti dan pengujian alat bukti," ujar Martinus di Bandung, Kamis (18/7/2013).

Terkait laporan tersebut, manajemen dan jajaran komisaris PT PBB langsung menggelar konferensi pers di Graha Persib Jalan Sulanjana Kota Bandung.


Komisaris sekaligus kuasa hukum PT PBB Kuswara S Haryono menjelaskan, permasalahan sebenarnya terjadi bukan di tubuh PT PBB, melainkan justru terjadi pada perusahaan yang diberi mandat untuk mengelola segala macam keperluan seluruh pertandingan.

"Sebenarnya, tidak ada sangkut pautnya dengan Persib atau PT PBB. Ini hanya masalah di internal panpel," ujar Kuswara.

Pada kompetisi tahun 2011/2012, lanjut Kuswara menceritakan akar permasalahan, PT PBB melakukan seluruh pengelolaan pertandingan dengan cara alih daya (outsourcing). Setelah menyeleksi beberapa perusahaan yang mengajukan sebagai panitia penyelenggara, terpilihlah CV Kreasi Inti Media sebagai panpel resmi pertandingan Persib Bandung dengan nilai perjanjian setoran yang tak mau disebutkan.

Pada saat itu, Ruri Bachtiar ditunjuk sebagai ketua. Namun, di tengah-tengah kompetisi, CV Kreasi Inti Media mengalami permasalahan finansial dan berimbas cukup buruk dan selalu merugi di setiap pertandingan. Perusahaan tersebut tidak bisa memenuhi setoran kepada PT PBB sebesar Rp 1,6 miliar.

Akhirnya, Ruri berinisiatif menggandeng perusahaan PT Suara Qolbu dengan Hamynudin Fariza sebagai pemiliknya. Perusahaan ini mau menutupi utang-utang CV Kreasi Inti Media kepada PT PBB dengan harapan bisa menjadi panpel resmi Persib Bandung.

Setelah utang-utang tersebut lunas, CV Kreasi Inti Media pun akhirnya melemparkan kuasa penyelenggaraan pertandingan Persib Bandung kepada PT Suara Kolbu. Namun, pada kompetisi saat ini, PT PBB justru menghapus sistem alih daya.

"Tidak ada investasi ke PT PBB dan perjanjian untuk menjadi Panpel ISL 2013. Rp 1,5 miliar itu adalah murni sebagai pembayaran utang dari panpel kepada PT PBB yang belum lunas," paparnya.

Kuswara mengatakan, laporan yang ditujukan kepada Direktur PT PBB dianggapnya salah sasaran lantaran PT PBB sama sekali tidak ada kaitannya dengan perseteruan di dalam tubuh panpel.

"Di mana unsur penggelapannya. Ini jelas salah alamat. Tapi, karena telah dilaporkan kepada Polda, insya Allah kami akan terus memberikan keterangan," imbuhnya.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Temui Ortu Korban Susur Sungai, Sultan HB X Sampaikan Pesan

Temui Ortu Korban Susur Sungai, Sultan HB X Sampaikan Pesan

Regional
Empat Siswa SMPN 1 Turi Sleman yang Ikut Susur Sungai Belum Ditemukan

Empat Siswa SMPN 1 Turi Sleman yang Ikut Susur Sungai Belum Ditemukan

Regional
Kesaksian Salma, Siswa SMPN 1 Turi yang Selamat Susur Sungai, Arus Deras Tiba-tiba Datang

Kesaksian Salma, Siswa SMPN 1 Turi yang Selamat Susur Sungai, Arus Deras Tiba-tiba Datang

Regional
Tak Kunjung Ada Kabar, Ibu Siswi SMPN 1 Turi: Saya Mohon Doanya

Tak Kunjung Ada Kabar, Ibu Siswi SMPN 1 Turi: Saya Mohon Doanya

Regional
Pelaku Penusukan Anak Korban Kecelakaan di Musi Rawas Serahkan Diri

Pelaku Penusukan Anak Korban Kecelakaan di Musi Rawas Serahkan Diri

Regional
Kronologi Pria di Riau Banting Sepeda Motor karena Tak Terima Ditilang Polisi

Kronologi Pria di Riau Banting Sepeda Motor karena Tak Terima Ditilang Polisi

Regional
Dilaporkan Hilang, Dokter Muda di Palembang Ini Ternyata Liburan ke Lampung

Dilaporkan Hilang, Dokter Muda di Palembang Ini Ternyata Liburan ke Lampung

Regional
Berkas Perkara Bupati Aceh Barat Duel dengan Penagih Utang Dilimpahkan ke Polda

Berkas Perkara Bupati Aceh Barat Duel dengan Penagih Utang Dilimpahkan ke Polda

Regional
Wagub Kaltim Dukung Satu Calon dalam Pilkada Samarinda 2020, Bawaslu Sebut Tak Etis

Wagub Kaltim Dukung Satu Calon dalam Pilkada Samarinda 2020, Bawaslu Sebut Tak Etis

Regional
Tinjau Proyek Tol Sigli-Banda Aceh, Jokowi: Proses Pembebasan Lahan Berjalan Baik

Tinjau Proyek Tol Sigli-Banda Aceh, Jokowi: Proses Pembebasan Lahan Berjalan Baik

Regional
Siswa SMPN 1 Turi Tewas Saat Susur Sungai, Korban Pertama Ditemukan Tersangkut Batu

Siswa SMPN 1 Turi Tewas Saat Susur Sungai, Korban Pertama Ditemukan Tersangkut Batu

Regional
Sudah Ada Peringatan Akan Turun Hujan Sebelum Siswi SMPN 1 Turi Sleman Susur Sungai

Sudah Ada Peringatan Akan Turun Hujan Sebelum Siswi SMPN 1 Turi Sleman Susur Sungai

Regional
Serahkan SK Perhutanan Sosial, Jokowi: Kalau Sudah Diberi Segera Manfaatkan

Serahkan SK Perhutanan Sosial, Jokowi: Kalau Sudah Diberi Segera Manfaatkan

Regional
Formasi CPNS untuk Dokter Spesialis Banyak yang Kosong, Ini Penyebabnya

Formasi CPNS untuk Dokter Spesialis Banyak yang Kosong, Ini Penyebabnya

Regional
Detik-Detik Tembok Penahan yang Longsor di Jalan Bandung-Tasikmalaya

Detik-Detik Tembok Penahan yang Longsor di Jalan Bandung-Tasikmalaya

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X