Babi Rusa Beruntung Punya Hutan Nantu

Kompas.com - 16/07/2013, 13:24 WIB
Kompas.com/Ronny Adolof Buol Sekawanan babi rusa sedang menjilati mineral di Kubangan Adudu, Suaka Margasatwa Nantu, Gorontalo.

GORONTALO, KOMPAS.com — Harus diakui, babi rusa (Babyrousa babyrussa) menjadi salah satu daya tarik utama di Suaka Margasatwa Nantu, Provinsi Gorontalo. Hewan endemik karismatik Sulawesi Utara ini memang beruntung masih punya hutan Nantu. Di kawasan seluas 31.125 hektar ini, babi rusa seakan diberi rumah untuk terus mempertahankan populasinya dari ancaman kepunahan.

Adalah Yayasan Adudu Nantu International (YANI), sebuah lembaga nirlaba yang peduli kelestarian alam, menjaga babi rusa dari perburuan liar.

"Walau sudah berkurang dari sebelumnya, babi rusa masih terus diburu dan dagingnya diperdagangkan ke daerah Minahasa," ujar salah satu Board YANI, Dr Ir Lynn M Clayton, kepada Kompas.com beberapa waktu lalu di Gorontalo.

Menurut catatan YANI, populasi hewan langka ini pada tahun 1980 tinggal sekitar 500 ekor saja. Tetapi, saat ini, populasinya diperkirakan sudah meningkat karena perlindungan yang terus diberikan melalui usaha konservasi pada habitatnya di hutan Nantu.


"Saat ini, diperkirakan ada sekitar 3.000 ekor," ujar Kepala Laboratorium Konservasi Biodiversitas Unsrat, Manado Dr John Tasirin.

Sebuah kolam yang dikenal dengan nama Kubangan Adudu menjadi sebuah tempat pengamatan terbaik babi rusa di hutan Nantu. Di kubangan yang berukuran sekitar 40 x 60 meter ini, setiap saat, kawanan babi rusa datang untuk menjilati mineral berupa garam. Sewaktu mengamati di Adudu, Kompas.com beruntung menemukan sekawanan babi rusa berjumlah 17 ekor dalam kubangan.

"Itu jumlah yang besar karena sudah jarang menemui hewan itu dalam kawanan yang besar seperti tadi," ujar Jagawana Nantu, James Kumolontang, yang menemani Kompas.com saat mengintai babi rusa di Adudu.

Habitatnya terancam

Menurut James, daging babi rusa masih bisa terus diperdagangkan di Pasar Tradisional Langowan, Minahasa. Pemasoknya adalah para pemburu yang memasang jerat di Nantu. James direkrut oleh YANI menjadi salah satu penjaga hutan Nantu. Dulunya, James merupakan seorang pemburu babi rusa.

Ancaman terhadap babi rusa tidak hanya datang dari perburuan liar, tetapi praktik illegal logging di kawasan Nantu juga mengancam habitat hewan liar ini. Demikian pula dengan aktivitas para petambang liar di pedalaman Nantu juga menjadi sebuah ancaman bagi kelestarian hutan dengan tingkat keanekaragaman hayati yang tinggi ini.

"Nantu merupakan salah satu hutan hujan tropis terbaik di Asia Tenggara. Nantu layak disebut sebagai laboratorium alam terbaik yang ada di Indonesia," jelas Tasirin.

Penjelasan Tasirin sangat beralasan. Sebab, di hutan yang mencakup dua kabupaten di Gorontalo ini, hidup berbagai flora dan fauna endemik Sulawesi. Selain babi rusa, hidup pula anoa (Bubalus depressicornis) serta monyet sulawesi (Macaca heckii), serta burung rangkong sulawesi.

"Di sini pula dapat ditemui tarsius (Tarsius Spectrum) serta 90 jenis burung, di mana 35 jenis di antaranya khas Sulawesi," papar Tasirin.

Halaman Berikutnya
Halaman:
Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


EditorFarid Assifa
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Kasus Tewasnya 2 Siswa SMA Taruna, Polisi Segera Tetapkan Tersangka Baru

Kasus Tewasnya 2 Siswa SMA Taruna, Polisi Segera Tetapkan Tersangka Baru

Regional
Rabu, Arya Mantan Bocah Obesitas Akan Jalani Operasi Gelambir

Rabu, Arya Mantan Bocah Obesitas Akan Jalani Operasi Gelambir

Regional
Peringati Hari Anak, Ganjar Ajak Anak dengan HIV/AIDS Bermain Bola

Peringati Hari Anak, Ganjar Ajak Anak dengan HIV/AIDS Bermain Bola

Regional
Bukannya Pidato, Ganjar Pilih Bermain Engklek

Bukannya Pidato, Ganjar Pilih Bermain Engklek

Regional
Pembatalan PNS Dokter Gigi Romi Telah Dikonsultasikan dengan Kemenpan RB dan Kemenkes

Pembatalan PNS Dokter Gigi Romi Telah Dikonsultasikan dengan Kemenpan RB dan Kemenkes

Regional
201 Perguruan Tinggi Swasta di Jabar dan Banten Belum Terakreditasi

201 Perguruan Tinggi Swasta di Jabar dan Banten Belum Terakreditasi

Regional
Cerita Warga Australia Traveling dengan Land Rover, Keliling Sejumlah Negara hingga Jatuh di Underpass Kentungan

Cerita Warga Australia Traveling dengan Land Rover, Keliling Sejumlah Negara hingga Jatuh di Underpass Kentungan

Regional
Wagub Uu Bagikan 300 Sertifikat Halal untuk Pelaku Usaha Kecil

Wagub Uu Bagikan 300 Sertifikat Halal untuk Pelaku Usaha Kecil

Regional
Video Detik-detik Land Rover dan Truk Terguling ke Lubang Proyek Underpass Kentungan

Video Detik-detik Land Rover dan Truk Terguling ke Lubang Proyek Underpass Kentungan

Regional
Sekolah Disegel, Ratusan Siswa SD di Bengkulu Belajar di Jalan

Sekolah Disegel, Ratusan Siswa SD di Bengkulu Belajar di Jalan

Regional
Soal Mediasi Antara Lisa Marlina dan Ni Luh Djelantik, Ini Kata Polisi

Soal Mediasi Antara Lisa Marlina dan Ni Luh Djelantik, Ini Kata Polisi

Regional
Mengingat Nazar Amien Rais Saat Pilpres 2014

Mengingat Nazar Amien Rais Saat Pilpres 2014

Regional
Lewat Anak Muda, Wali Kota Hendi Berhasil Tingkatkan IPM Kota Semarang

Lewat Anak Muda, Wali Kota Hendi Berhasil Tingkatkan IPM Kota Semarang

Regional
KPK Geledah Rumah Staf Gubernur Kepri Nonaktif di Batam

KPK Geledah Rumah Staf Gubernur Kepri Nonaktif di Batam

Regional
Akun Lisa Marlina Disebut Hina Warga Bali, Ni Luh Djelantik Resmi Lapor Polisi

Akun Lisa Marlina Disebut Hina Warga Bali, Ni Luh Djelantik Resmi Lapor Polisi

Regional
Close Ads X