Kompas.com - 11/07/2013, 21:33 WIB
Munaya saat ditangkap Polisi Kamis (11/7/2013) karena keterlibatannya dalam pembunuhan terhadap Ismail setahun silam. KOMPAS.com/TaufiqurrahmanMunaya saat ditangkap Polisi Kamis (11/7/2013) karena keterlibatannya dalam pembunuhan terhadap Ismail setahun silam.
|
EditorBambang Priyo Jatmiko

PAMEKASAN, KOMPAS.com — Muna binti Mujamin (52) asal Dusun Patapan, Desa Tebul Timur, Kecamatan Pegantenan, Pamekasan, Jawa Timur, Kamis (11/7/2013), ditangkap jajaran Reserse Kriminal Polres Pamekasan karena terlibat pembunuhan terhadap Ismail (45) yang masih keluarganya sendiri pada 4 Mei 2013 lalu.

Muna ditangkap di jalan raya desa setempat saat hendak menuju rumah saudaranya berboncengan dengan anaknya. Kepala Unit Satu Pidana Umum Reserse Kriminal Polres Pamekasan Iptu Tirto menjelaskan, Muna diketahui terlibat dalam pembunuhan yang bermotif asmara karena menyediakan senjata tajam saat kejadian pembunuhan.

Selain Muna, Polres Pamekasan juga sudah mengamankan Sinol, keponakan Muna, yang sama-sama terlibat dalam pembunuhan. Sementara empat orang lainnya yang juga terlibat dalam pembunuhan itu masih buron. Keempat orang yang masih bersaudara dengan Muna tersebut ialah Nali, Zahri, Marjato, dan Abdussalam.

"Keempat orang ini dikabarkan sudah melarikan diri ke Malaysia. Beberapa kali anggota sudah diterjunkan mencari mereka, namun gagal," terang Tirto.

Dijelaskan Tirto, motif pembunuhan terhadap Ismail karena korban terlibat perselingkuhan dengan Misyati, istri Nali. Misyati sendiri saat ini menghilang tanpa diketahui jejaknya. Kejadian perselingkuhan itu sudah berlangsung setahun yang lalu.

Perselingkuhan itu diketahui Muna saat dirinya pulang menjenguk tetangganya yang sakit. Dijelaskan Tirto, saat Muna lewat di depan rumah Misyati, terdengar suara aneh mirip orang yang tengah melakukan tindakan mesum, padahal Nali—suami Misyati—tidak ada di rumahnya.

Karena penasaran, Muna melihat rumah iparnya itu yang dalam keadaan gelap karena lampu dimatikan.

"Diketahui, ternyata Misyati dan Ismail selingkuh. Itu dibuktikan dengan kondisi Misyati yang awut-awutan dan celana dalam Ismail yang tertinggal di kamarnya," terang Tirto.

Kejadian itu kemudian disampaikan ke Nali. Dari informasi itu kemudian muncul rencana pembunuhan terhadap Ismail. Rencana baru terwujud setahun kemudian. Ismail dicegat di Desa Ambender, Kecamatan Pegantenan, saat pulang dari acara perkawinan bersama Ruji (50) tetangganya.

Enam pelaku yang mencegat Ismail menggunakan cadar lengkap dengan senjata tajam. Ismail tewas di tempat kejadian dengan luka bacok di sekujur tubuhnya. Sementara Ruji juga mengalami luka bacok di perutnya hingga kritis. Keenam pelaku bercadar itu tak lain adalah Muna, Nali, Sinol, Abdussalam, Marjato, dan Zahri.

Atas kerlibatannya, Muna dan Sinol terancam hukuman penjara maksimal 20 tahun berdasarkan Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Proses Geotagging Rumah KPM di Bali Capai 65 Persen, Ditargetkan Rampung Akhir Mei 2022

Proses Geotagging Rumah KPM di Bali Capai 65 Persen, Ditargetkan Rampung Akhir Mei 2022

Regional
Peringati Trisuci Waisak, Ganjar Sebut Candi Borobudur Tak Hanya Sekadar Destinasi Wisata

Peringati Trisuci Waisak, Ganjar Sebut Candi Borobudur Tak Hanya Sekadar Destinasi Wisata

Regional
Pertumbuhan Ekonomi Jabar Triwulan I-2022 Capai 5,62 Persen, Lebih Tinggi dari Nasional

Pertumbuhan Ekonomi Jabar Triwulan I-2022 Capai 5,62 Persen, Lebih Tinggi dari Nasional

Regional
KKJ dan PKJB Digelar, Kang Emil Minta Pelaku UMKM Jabar Hemat Karbon

KKJ dan PKJB Digelar, Kang Emil Minta Pelaku UMKM Jabar Hemat Karbon

Regional
Cegah Wabah PMK, Jabar Awasi Lalu Lintas Peredaran Hewan Ternak Jelang Idul Adha

Cegah Wabah PMK, Jabar Awasi Lalu Lintas Peredaran Hewan Ternak Jelang Idul Adha

Regional
Genjot Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Optimistis Capai Target

Genjot Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Optimistis Capai Target

Regional
Bertemu DPP GAMKI, Bobby Nasution Didaulat Sebagai Tokoh Pembaharu

Bertemu DPP GAMKI, Bobby Nasution Didaulat Sebagai Tokoh Pembaharu

Regional
Cegah Stunting di Jabar, Kang Emil Paparkan Program “Omaba”

Cegah Stunting di Jabar, Kang Emil Paparkan Program “Omaba”

Regional
Hadapi Digitalisasi Keuangan, Pemprov Jabar Minta UMKM Tingkatkan Literasi Keuangan

Hadapi Digitalisasi Keuangan, Pemprov Jabar Minta UMKM Tingkatkan Literasi Keuangan

Regional
Resmikan SLB Negeri 1 Demak, Ganjar Berharap Tenaga Pendidikan Bantu Siswa Jadi Mandiri

Resmikan SLB Negeri 1 Demak, Ganjar Berharap Tenaga Pendidikan Bantu Siswa Jadi Mandiri

Regional
Jabar Quick Response Bantu Warga Ubah Gubuk Reyot Jadi Rumah Layak Huni

Jabar Quick Response Bantu Warga Ubah Gubuk Reyot Jadi Rumah Layak Huni

Regional
PPKM Diperpanjang, Ridwan Kamil Minta Warga Jabar Lakukan Ini

PPKM Diperpanjang, Ridwan Kamil Minta Warga Jabar Lakukan Ini

Regional
Baru Diresmikan, Jembatan Gantung Simpay Asih Diharapkan Jadi Penghubung Ekonomi Warga Desa

Baru Diresmikan, Jembatan Gantung Simpay Asih Diharapkan Jadi Penghubung Ekonomi Warga Desa

Regional
Disdik Jabar Kembali Izinkan Siswa Gelar Studi Wisata, asalkan...

Disdik Jabar Kembali Izinkan Siswa Gelar Studi Wisata, asalkan...

Regional
Antisipasi Hepatitis Akut, Pemprov Jabar Siapkan Skenario Jitu dengan Teknologi Molekuler Terbaru

Antisipasi Hepatitis Akut, Pemprov Jabar Siapkan Skenario Jitu dengan Teknologi Molekuler Terbaru

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.