Ramadhan, Barisan Santri Malang Demo Penutupan Tempat Maksiat

Kompas.com - 08/07/2013, 13:30 WIB
Ratusan umat muslim Malang Raya, yang tergabung dalam Barisan Santri dan Masyarakat Muslim, menggelar aksi di depan Balikota Malang, Jawa Timur, Senin (8/7/2013) mendesak pemerintah menutup tempat maksiat dan larang penjualan minuman keras. KOMPAS.com/Yatimul AinunRatusan umat muslim Malang Raya, yang tergabung dalam Barisan Santri dan Masyarakat Muslim, menggelar aksi di depan Balikota Malang, Jawa Timur, Senin (8/7/2013) mendesak pemerintah menutup tempat maksiat dan larang penjualan minuman keras.
|
EditorGlori K. Wadrianto
MALANG, KOMPAS.com — Umat muslim yang tergabung dalam Barisan Santri dan Masyarakat Muslim Malang Raya (Kota Malang, Kabupaten Malang, dan Kota Batu), Jawa Timur, menggelar demo mendesak pemerintah segera menutup tempat-tempat hiburan malam atau tempat maksiat yang ada di Malang Raya.

"Jika pemerintah dan pemilik hiburan maksiat tidak segera menurut tempat hiburan selama bulan puasa, kami yang akan bertindak sendiri untuk menutupnya," tegas HM Ghozali, Sekjen Barisan Santri dan Masyarakat Muslim Malang Raya, di sela-sela aksi, Senin (8/7/2013).

Menurut Ghozali, di dada generasi muda Muslim ada kalimat "tidak ada kemuliaan kecuali agama Islam". "Karenanya, jangan ajari untuk selalu bermaksiat," kata Ghozali.

Tindakan pelanggaran terhadap perundang-undangan minuman keras oleh beberapa supermarket di Malang Raya tidak bisa ditoleransi. "Dalam aksi ini, tuntutan utama kami, tempat-tempat hiburan, tempat-tempat maksiat harus ditutup selama puasa. Kalau bisa ditutup selamanya. Minuman keras yang ada di supermarket wajib tidak dijual selamanya," tegasnya.

Alasannya, kata Ghozali, dalam Peraturan Daerah Kota Malang Nomor 5 Tahun 2006 Pasal 14, setiap orang atau perusahaan dilarang menjual secara eceran minuman keras beralkohol golongan A dan kemasan, atau menjual langsung untuk diminum di tempat, di lokasi gelanggang remaja, tempat yang berdekatan dengan tempat ibadah, sekolah, rumah sakit, dan permukiman.

"Hal itu jelas sudah dilanggar oleh para supermarket yang ada di Malang Raya. Dalam Keppres RI Nomor 3 Tahun 1997 sudah jelas. Dilarang menjual dan mengedarkan miras kecuali di hotel, bar, restoran, dan tempat yang sudah ditetapkan oleh kepala daerah. Peraturan ini sudah jelas, tapi masih dilanggar," tegasnya.

Jika tempat hiburan malam masih tidak ditutup selama puasa, Barisan Santri dan Masyarakat Muslim Malang Raya akan terus memaksa untuk menutupnya. "Kita akan berkoordinasi dengan lembaga terkait, seperti polisi dan lainnya," katanya.

Selama ini, tambah Ghozali, pihak kepolisian masih belum ada reaksi untuk bertindak. "Dari itu, kita akan bicara ulang dengan wali kota dan bupati serta beberapa pihak pemilik supermarket yang ada di Malang Raya. Dengan MUI, FKUB, dan Kebanglinmas yang ada di Malang Raya," tegasnya.

Dalam aksi tersebut, selain melakukan orasi, para peserta aksi juga membawa aneka ragam poster bertuliskan beberapa tuntutannya, antara lain berisi, "Wahai wanita muliakan dirimu dengan menutup aurat", "Berantas kemaksiatan, raih kemuliaan", dan "Tutup tempat maksiat".

Baca tentang


    Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Wakil Bupati Way Kanan dan 2 Pejabat Pemkab Positif Covid-19, Kantor Ditutup 4 Hari

    Wakil Bupati Way Kanan dan 2 Pejabat Pemkab Positif Covid-19, Kantor Ditutup 4 Hari

    Regional
    Ayah Tega Cabuli Anak Tiri Saat Rumah Sepi, Korban Kini Hamil 8 Bulan

    Ayah Tega Cabuli Anak Tiri Saat Rumah Sepi, Korban Kini Hamil 8 Bulan

    Regional
    Sekolah Tatap Muka di Salatiga Dimulai September

    Sekolah Tatap Muka di Salatiga Dimulai September

    Regional
    'Saya Sangat Mengenal Beliau karena Kami Kawan sejak SMA'

    "Saya Sangat Mengenal Beliau karena Kami Kawan sejak SMA"

    Regional
    Napi Kasus Narkoba Bakal Menghuni Lapas Nusakambangan Seorang Diri

    Napi Kasus Narkoba Bakal Menghuni Lapas Nusakambangan Seorang Diri

    Regional
    18 Orang Karyawan PT Bukit Asam dan Keluarganya Positif Covid-19

    18 Orang Karyawan PT Bukit Asam dan Keluarganya Positif Covid-19

    Regional
    Resmi Dibuka, Lapas Narkotika Purwokerto Siap Tampung 270 Napi

    Resmi Dibuka, Lapas Narkotika Purwokerto Siap Tampung 270 Napi

    Regional
    Heboh, Lahir Seekor Sapi Berkepala Dua dan Bermata Empat

    Heboh, Lahir Seekor Sapi Berkepala Dua dan Bermata Empat

    Regional
    PSI Bakal Sumbangkan 15.000 Suara untuk Paslon Gibran-Teguh di Pilkada Solo 2020

    PSI Bakal Sumbangkan 15.000 Suara untuk Paslon Gibran-Teguh di Pilkada Solo 2020

    Regional
    Fakta Pembunuhan di Puskesmas Bangkalan, Pembesuk Tewas Ditusuk Pisau, Motif Cemburu

    Fakta Pembunuhan di Puskesmas Bangkalan, Pembesuk Tewas Ditusuk Pisau, Motif Cemburu

    Regional
    Tegur Warga yang Menelepon dengan Suara Keras Lepas Headset, 3 Polisi di Papua Dikeroyok

    Tegur Warga yang Menelepon dengan Suara Keras Lepas Headset, 3 Polisi di Papua Dikeroyok

    Regional
    3 Polisi di Papua Dikeroyok Gara-gara Menegur Warga yang Menelepon dengan Suara Keras

    3 Polisi di Papua Dikeroyok Gara-gara Menegur Warga yang Menelepon dengan Suara Keras

    Regional
    Geng Motor Masih Berkeliaran di Tasikmalaya dan Serang Warga

    Geng Motor Masih Berkeliaran di Tasikmalaya dan Serang Warga

    Regional
    Sebelum Tabrak Tebing, Sopir Sempat Diberitahu Penumpang jika Ban Belakang Sebelah Kiri Kempes

    Sebelum Tabrak Tebing, Sopir Sempat Diberitahu Penumpang jika Ban Belakang Sebelah Kiri Kempes

    Regional
    Tidur di Ruang Tamu Saat Jaga Ibunya yang Sakit, Gadis Ini Malah Disetubuhi Ayah Tiri

    Tidur di Ruang Tamu Saat Jaga Ibunya yang Sakit, Gadis Ini Malah Disetubuhi Ayah Tiri

    Regional
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X