Kompas.com - 07/07/2013, 16:50 WIB
Puing-putih rumah di lereng bukit di Bener Meriah, Kamis (4/7/2013). Gempa berkekuatan 6,2 Skala Richter yang melanda Kabupaten Aceh Tengah dan Kabupaten Bener Meriah juga menyebabkan tanah longsor yang menimbun rumah warga. AFP PHOTO / ATAR Puing-putih rumah di lereng bukit di Bener Meriah, Kamis (4/7/2013). Gempa berkekuatan 6,2 Skala Richter yang melanda Kabupaten Aceh Tengah dan Kabupaten Bener Meriah juga menyebabkan tanah longsor yang menimbun rumah warga.
|
EditorLaksono Hari Wiwoho


JAKARTA, KOMPAS.com — Korban tewas akibat gempa bumi berkekuatan 6,2 skala Richter di Nanggroe Aceh Darussalam bertambah menjadi 40 orang. Berdasarkan catatan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), sebanyak 31 orang meninggal di kawasan Aceh Tengah, sementara 9 orang tewas di Kabupaten Bener Meriah.

"Hingga Minggu, tercatat 40 orang meninggal," kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho dalam keterangan pers, Minggu (7/7/2013).

Sutopo mengatakan, sebanyak 63 orang luka berat masih dirawat di rumah sakit dan 2.362 orang menjalani rawat jalan. Jumlah pengungsi mencapai 22.125 orang, dan sebanyak 15.919 rumah rusak. Gempa yang terjadi pada Selasa (2/7/2013) itu juga mengakibatkan kerusakan pada 623 bangunan fasilitas umum.

BNPB merinci, sebanyak 232 desa dari 352 desa di Aceh Tengah terkena langsung dampak gempa. Di daerah tersebut, 4 orang masih dinyatakan hilang. Mereka yang dirawat di rumah sakit karena luka berat mencapai 40 orang. Pengungsi sebanyak 19.870 orang tersebar di 70 titik.

Adapun jumlah rumah rusak di wilayah tersebut mencapai 13.862 unit dengan rincian 5.516 rusak berat, 2.750 rusak sedang, dan 5.596 rusak ringan. Adapun fasilitas umum yang rusak ada 547 unit, seperti puskesmas, sekolah TK hingga SMA, masjid, mushala, dan kantor pemerintahan.

Di Kabupaten Bener Meriah, delapan dari 233 desa mengalami dampak langsung gempa. Dari 8 desa itu, 23 orang luka berat masih dirawat di RS PMI Lhokseumawe dan RSU Banda Aceh. Adapun jumlah pengungsi sebanyak 2.265 orang.

Di Bener Meriah, jumlah rumah yang rusak sebanyak 2.057 unit dengan rincian 662 rusak berat, 311 rusak sedang, dan 1.184 rusak ringan. Sebanyak 766 fasilitas umum juga mengalami kerusakan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Penyelamatan dan pencarian korban terus dilakukan dengan mengerahkan lebih dari 2.000 personel," kata Sutopo.

Untuk penanganan darurat tersebut, dikerahkan 802 personel TNI, 676 personel Polri, dan ratusan personel dari BNPB, BPBD, Basarnas, PMI, Tagana, RAPI, SKPD, relawan, dan lainnya.

Sutopo menambahkan, bantuan untuk korban dan pengungsi terus berdatangan. BNPB telah mengirimkan lebih 40 ton bantuan logistik dan peralatan ke Aceh. Di Kabupaten Bener Meriah, pengungsi sangat membutuhkan selimut.

"Pengungsi perlu memperoleh bantuan tenda dan selimut karena daerahnya pegunungan yang pada malam hari suhu mencapai 14 derajat celsius," ujarnya.

Baca tentang


    Rekomendasi untuk anda
    25th

    Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Ingin Luwu Utara Aman dan Sehat, Bupati IDP Imbau Warga Beradaptasi dengan Kebiasaan Baru

    Ingin Luwu Utara Aman dan Sehat, Bupati IDP Imbau Warga Beradaptasi dengan Kebiasaan Baru

    Regional
    Beri Bantuan Alsintan untuk Poktan, Bupati IDP: Tolong Agar Tidak Diperjualbelikan

    Beri Bantuan Alsintan untuk Poktan, Bupati IDP: Tolong Agar Tidak Diperjualbelikan

    Regional
    UM Bandung Gelar Vaksinasi Massal untuk 3.000 Warga, Ridwan Kamil Berikan Apresiasi

    UM Bandung Gelar Vaksinasi Massal untuk 3.000 Warga, Ridwan Kamil Berikan Apresiasi

    Regional
    Pemprov Jabar Targetkan Pembangunan TPPAS Regional Legok Nangka Rampung pada 2023

    Pemprov Jabar Targetkan Pembangunan TPPAS Regional Legok Nangka Rampung pada 2023

    Regional
    Optimalisasi Penyaluran Bansos di Gorontalo, Gubernur Rusli Gunakan 2 Metode Ini

    Optimalisasi Penyaluran Bansos di Gorontalo, Gubernur Rusli Gunakan 2 Metode Ini

    Regional
    Tekan Dampak PPKM, Pemprov Jabar Akan Salurkan Bansos ke 1,9 Juta Keluarga

    Tekan Dampak PPKM, Pemprov Jabar Akan Salurkan Bansos ke 1,9 Juta Keluarga

    Regional
    Serapan Anggaran Covid-19 Jateng Capai 17,28 Persen, Bukan 0,15 Persen

    Serapan Anggaran Covid-19 Jateng Capai 17,28 Persen, Bukan 0,15 Persen

    Regional
    Ridwan Kamil Janji Usulkan PPKM yang Lebih Proporsional kepada Pemerintah Pusat

    Ridwan Kamil Janji Usulkan PPKM yang Lebih Proporsional kepada Pemerintah Pusat

    Regional
    Ikuti Rakor Virtual Kampanye 3M, Ridwan Kamil Usulkan Tiga Hal ke Pemerintah Pusat

    Ikuti Rakor Virtual Kampanye 3M, Ridwan Kamil Usulkan Tiga Hal ke Pemerintah Pusat

    Regional
    BST Mulai Disalurkan di Semarang, Walkot Hendi Jelaskan Teknis Distribusinya

    BST Mulai Disalurkan di Semarang, Walkot Hendi Jelaskan Teknis Distribusinya

    Regional
    Atasi Dampak Pandemi, Anggota DPRD PDIP hingga Wali Kota Hendi Serahkan Gajinya

    Atasi Dampak Pandemi, Anggota DPRD PDIP hingga Wali Kota Hendi Serahkan Gajinya

    Regional
    Percepat Pemulihan DAS Citarum, Jabar Gandeng Monash University

    Percepat Pemulihan DAS Citarum, Jabar Gandeng Monash University

    Regional
    Kepada Wapres, Ridwan Kamil: Berita Baik, BOR Jabar Turun Terus

    Kepada Wapres, Ridwan Kamil: Berita Baik, BOR Jabar Turun Terus

    Regional
    Percepat Herd Immunity, Pemkot Semarang Lakukan Vaksinasi Keliling

    Percepat Herd Immunity, Pemkot Semarang Lakukan Vaksinasi Keliling

    Regional
    Dibantu Dompet Dhuafa, Para Guru Ngaji di Lampung Bisa Berkurban

    Dibantu Dompet Dhuafa, Para Guru Ngaji di Lampung Bisa Berkurban

    Regional
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X