Kompas.com - 03/07/2013, 11:27 WIB
EditorGlori K. Wadrianto

MANADO, KOMPAS.com — Wanita lanjut usia, Alce Rorong (76), masuk daftar penerima BLSM yang dilaksanakan di SDN 88 Kombos, Manado. Dia sesungguhnya berat hati saat mengambil uang BLSM senilai Rp 300 ribu. Apalagi delapan anaknya yang sudah bekerja mampu memenuhi kebutuhannya sehari-hari.

Tak hanya itu, Alce pun rutin menerima uang pensiunan almarhum suaminya Rp 1,3 juta per bulan. "Saya bilang kepada mama (Alce Rorong) kalau mama tidak pantas menerima BLSM ini. Lebih baik berikan kepada mereka yang benar-benar membutuhkan," kata Ani Madea, anak Alce Rorong, saat ditemui di kediamannya, Selasa (2/7/2013) kemarin.

Benar saja, setelah menerima BLSM, Ani dan ibunya langsung berkoordinasi dengan kepala lingkungan I Cornelia Samuri untuk menanyakan apakah bantuan tersebut bisa diberikan kepada mereka yang benar-benar membutuhkan.

"Dengan ikhlas kami berikan kepada Alfred Takakobi (66) dan Istri Conerlia Yanis (60) serta saudara mereka Yohana Yanis (74). Mereka merupakan tetangga kami dan kondisi mereka sangat memprihatinkan. Ibu Cornelia sudah puluhan tahun menderita penyakit stroke sedangkan Yohana menumpang di rumah sanak saudaranya," tutur Ani didampingi ibunya Alce Rorong.

Menurut Ani, mereka sempat kaget kala mengetahui orangtua mereka menerima bantuan tersebut. Maklum saat sensus tahun 2010 ibunya seorang diri menerima petugas sensus di rumah.

"Kami sempat malu saat mengambil bantuan tersebut karena kami mampu dan belum layak menerima BLSM," katanya.

Alce Rorong alias Oma Alce yang merayakan hari ulang tahunnya ke-76, Selasa (2/7/2013), mengaku ikhlas memberikan bantuan BLSM kepada mereka yang lebih berhak menerima. "Saya beri karena memang mereka sangat susah. Istrinya menderita stroke dan suaminya tidak punya pekerjaan tetap," kata Alce.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Alfred Takakobi (66) dan istrinya Conelia Yanis (60) yang menerima uang BLSM dari Alce Rorong mengaku sangat senang. "Senang sekali bisa menerima uang ini," kata Alfred saat mendampingi istrinya yang menderita stroke.

Dikatakannya, kebutuhan mereka setiap hari bergantung dari penghasilan anaknya yang bekerja sebagai cleaning service di Rumah Sakit Siloam Manado. "Kalau tidak ada dia mungkin kami berdua sudah mati," kata Alfred sambil menatap sang istri yang hanya diam membisu.

Alfred memiliki niat untuk bekerja, tetapi waktunya tersita untuk merawat sang istri yang sudah hampir 10 tahun menderita stroke. "Apa mau dikata, bagaimana mau bekerja sementara saya harus merawat dan mengurus istri saya? Mulai dari menidurkan, membangunkan hingga memberi dia makan," tuturnya.

Halaman:
Baca tentang


    Video Pilihan

    Rekomendasi untuk anda
    26th

    Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Kontingen Papua Sukses Raih Posisi 10 di Ajang STQHN XXVI

    Kontingen Papua Sukses Raih Posisi 10 di Ajang STQHN XXVI

    Regional
    Apresiasi Film Dokumenter The Mentors, Ganjar: Film Ini Bagus

    Apresiasi Film Dokumenter The Mentors, Ganjar: Film Ini Bagus

    Regional
    Dukung Pembangunan Infrastruktur di Jabar, PT Jasa Sarana Gandeng IIF dan MMI Jadi Mitra Strategis

    Dukung Pembangunan Infrastruktur di Jabar, PT Jasa Sarana Gandeng IIF dan MMI Jadi Mitra Strategis

    Regional
    Jateng 4 Kali Berturut-turut Jadi Provinsi Terbaik Soal Keterbukaan Informasi, Begini Repons Ganjar

    Jateng 4 Kali Berturut-turut Jadi Provinsi Terbaik Soal Keterbukaan Informasi, Begini Repons Ganjar

    Regional
    Dua Pesan Penting Ridwan Kamil untuk BUMD di Jabar

    Dua Pesan Penting Ridwan Kamil untuk BUMD di Jabar

    Regional
    Teori Hati Bidan Eros Mengabdi di Baduy

    Teori Hati Bidan Eros Mengabdi di Baduy

    Regional
    Usai PON XX, Pendapatan Sektor Konstruksi di Papua Meningkat hingga Rp 926 Miliar

    Usai PON XX, Pendapatan Sektor Konstruksi di Papua Meningkat hingga Rp 926 Miliar

    Regional
    Salatiga dan Kabupaten Semarang Dilanda Gempa, Pemprov Jateng Siapkan Tenda Darurat

    Salatiga dan Kabupaten Semarang Dilanda Gempa, Pemprov Jateng Siapkan Tenda Darurat

    Regional
    Kesembuhan Covid-19 di Papua Capai 96,7 Persen, Masyarakat Diminta Tak Lengah

    Kesembuhan Covid-19 di Papua Capai 96,7 Persen, Masyarakat Diminta Tak Lengah

    Regional
    Tinjau PTM di Pangandaran, Wagub Uu Minta Sekolah Hasilkan Metode Belajar Kreatif

    Tinjau PTM di Pangandaran, Wagub Uu Minta Sekolah Hasilkan Metode Belajar Kreatif

    Regional
    Terima Kunjungan Atlet Taekwondo Ungaran, Ganjar: Atlet Muda Harus Dipersiapkan Sejak Dini

    Terima Kunjungan Atlet Taekwondo Ungaran, Ganjar: Atlet Muda Harus Dipersiapkan Sejak Dini

    Regional
    Ridwan Kamil Sebut Jabar Punya Perda Pesantren Pertama di Indonesia

    Ridwan Kamil Sebut Jabar Punya Perda Pesantren Pertama di Indonesia

    Regional
    Dompet Dhuafa dan Kimia Farma Berikan 2.000 Dosis Vaksin untuk Masyarakat Lombok Barat

    Dompet Dhuafa dan Kimia Farma Berikan 2.000 Dosis Vaksin untuk Masyarakat Lombok Barat

    Regional
    Buka Kejuaraan UAH Super Series, Ridwan Kamil Adu Kemampuan Tenis Meja dengan Ustadz Adi Hidayat

    Buka Kejuaraan UAH Super Series, Ridwan Kamil Adu Kemampuan Tenis Meja dengan Ustadz Adi Hidayat

    Regional
    Peringati Hari Santri, Ganjar Berharap Santri di Indonesia Makin Adaptif dan Menginspirasi

    Peringati Hari Santri, Ganjar Berharap Santri di Indonesia Makin Adaptif dan Menginspirasi

    Regional
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.