Empat Anak-anak, Korban Tewas Masjid Runtuh di Gempa Aceh

Kompas.com - 03/07/2013, 07:19 WIB
Korban gempa dirawat di luar puskesmas di Kabuoaten Bener Meriah, Aceh, 2 Juli 2013. Gempa berkekuatan 6.2 SR di Aceh, menghancurkan rumah dan mengakibatkan tanah longsor. AP PHOTO / AHMAD ARISKAKorban gempa dirawat di luar puskesmas di Kabuoaten Bener Meriah, Aceh, 2 Juli 2013. Gempa berkekuatan 6.2 SR di Aceh, menghancurkan rumah dan mengakibatkan tanah longsor.
|
EditorPalupi Annisa Auliani
BIREUEN,KOMPAS.com — Gempa berkekuatan 6,2 skala Richter yang berpusat di Bener Meriah yang terjadi pada Selasa (2/7/2013) sekira pukul 14.35 WIB menelan korban sedikitnya tujuh orang di Kabupaten Bener Meriah dan empat lainnya di Aceh Tengah. Empat di antara korban adalah anak-anak yang sedang mengikuti pengajian di Masjid Babusalihin, Desa Blang Mancung.

Dari informasi yang dihimpun Kompas.com, sampai tadi malam, baru empat anak ditemukan dari reruntuhan karena terbatasnya penerangan dan kekhawatiran terjadinya gempa susulan. "Empat jasad korban sudah dievakuasi dan diambil keluarga masing-masing. Rencana pagi ini (pencarian) dilanjutkan," ungkap Zulkarnain, Rabu (3/7/2013), warga Blang Mancung.

Diperkirakan, masih ada belasan anak lain yang tertimbun reruntuhan masjid yang runtuh saat gempa terjadi. Perkiraan ini karena ada banyak laporan anak-anak warga setempat hilang setelah gempa terjadi.

Kondisi bangunan masjid, kata Zulkarnain, saat ini rusak parah dan nyaris rata dengan tanah. Pada saat gempat terjadi, ujar dia, banyak anak-anak yang sedang mengaji maupun bermain di lingkungan masjid sesuai keseharian di kawasan itu.

Setelah gempa berkekuatan 6,2 skala Richter pada Selasa siang, hingga Selasa tengah malam, setidaknya terjadi tujuh kali gempa susulan di Aceh. Gempa susulan terakhir sebelum tengah malam terjadi sekitar pukul 22.36 WIB dengan kekuatan 5,5 skala Richter, seperti dilansir Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Kepala Stasiun Geofisika Mata Ie Banda Aceh Syahnan mengatakan, gempa yang berpusat di Kabupaten Bener Meriah ini merupakan gempa tektonik akibat pergerakan Patahan Semangko. Patahan tersebut membentang sepanjang 1.900 kilometer di Pulau Sumatera. "Bukan karena aktivitas gunung berapi," tepis dia.

Upaya pencarian korban gempa di kawasan Kabupaten Bener Meriah dihentikan sementara, Selasa (2/7/2013) malam, karena ketiadaan penerangan. Wakil Bupati Bener Meriah, Rusli M Saleh, mengatakan, upaya pencarian akan dilanjutkan Rabu (3/7/2013) pagi.

Rusli menyebutkan, hingga Selasa malam, tujuh orang tewas di wilayahnya, termasuk seorang ibu dan satu anaknya, yang tertimbun longsor di Desa Blang Palam, Kecamatan Suka Makmur. Korban luka sementara terdata 30 orang.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X