Kompas.com - 28/06/2013, 15:20 WIB
Warga berunjuk rasa menuntut pengawasan penyaluran bantuan langsung sementara masyarakat (BLSM) di Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Minggu (23/6/2013). Pengunjuk rasa menilai BLSM yang disalurkan selama empat bulan tersebut rawan diselewengkan dan dikorupsi dan jadi konsumsi politik. Warta Kota/Henry LopulalanWarga berunjuk rasa menuntut pengawasan penyaluran bantuan langsung sementara masyarakat (BLSM) di Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Minggu (23/6/2013). Pengunjuk rasa menilai BLSM yang disalurkan selama empat bulan tersebut rawan diselewengkan dan dikorupsi dan jadi konsumsi politik.
|
EditorKistyarini
POLEWALI MANDAR, KOMPAS.com — Puluhan warga miskin di Polewali Mandar, Sulawesi Barat, kecewa karena nama mereka tidak tercantum dalam daftar warga penerima Bantuan Langsung Sementara Masyarakat (BLSM).

Pembagian kartu jaminan sosial di Lingkungan Tandro dan Lingkungan Baru, Kecamatan Polewali, Kabupaten Polewali Mandar, diwarnai protes puluhan warga miskin yang namanya tidak tercantum sebagai penerima BLSM. Padahal saat pembagian dana Bantuan Langsung Tunai (BLT) mereka terdaftar sebagai penerima bantuan sosial pemerintah.

Hamzah, warga Lingkungan Baru, misalnya, meluapkan kekecewaan dengan menangis saat mendapati namanya tidak ada dalam daftar penerima BLSM. Padahal dia hanya bekerja serabutan dan menumpang di rumah menantunya. Dulu dia masuk daftar penerima BLT.

Hamzah memprotes amburadulnya pendataan dan pembagian BLSM karena banyak warga yang seharusnya tidak layak menerima justru terdaftar sebagai penerima bantuan.

“Saya hanya bisa mengusap dada, nama saya dicoret sementara banyak warga mampu justru terima bantuan,”ujar Hamzah.

Kekecewaan serupa dialami Aryani dan Dalle. Saat ini Aryani tinggal di rumah peninggalan orangtuanya. Rumah itu sudah reyot dan miring, sementara atapnya bocor di sana-sini. "Kenapa nama saya tidak ada di daftar?" tanya dia.

Sementara itu, Dalle yang bekerja sebagai tukang becak sewaan dengan pendapatan Rp 20.000 sehari tak kalah kecewa. Namanya tidak masuk dalam daftar warga yang berhak menerima dana BLSM. “Sudah cek ternyata nama saya tidak terdaftar lagi,” ujar Dalle, yang mengaku sudah mengecek di kepala lingkungan dan kantor kelurahan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Keduanya semakin kecewa karena melihat ada warga mampu justru mendapat bantuan BLSM. Padahal mereka memiliki rumah dengan peralatan lengkap seperti antena parabola, televisi, dan lemari es.


Baca tentang


    Rekomendasi untuk anda
    25th

    Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Putus Mata Rantai Penularan Covid-19, Bupati Jekek: Harus Ada Kebijakan Terintegrasi

    Putus Mata Rantai Penularan Covid-19, Bupati Jekek: Harus Ada Kebijakan Terintegrasi

    Regional
    Antisipasi Penyebaran Hoaks, Pemprov Papua Perkuat Peran Bakohumas

    Antisipasi Penyebaran Hoaks, Pemprov Papua Perkuat Peran Bakohumas

    Regional
    Persentase BOR di Semarang Tinggi, Wali Kota Hendi Tambah 390 Tempat Tidur Pasien Covid-19

    Persentase BOR di Semarang Tinggi, Wali Kota Hendi Tambah 390 Tempat Tidur Pasien Covid-19

    Regional
    Mobilitas Jadi Penyebab Kerumunan, Ganjar Ajak Masyarakat Tetap di Rumah

    Mobilitas Jadi Penyebab Kerumunan, Ganjar Ajak Masyarakat Tetap di Rumah

    Regional
    BERITA FOTO: Tenaga Pikul Beristirahat di Atas Makam Usai Kuburkan Jenazah Pasien Covid-19

    BERITA FOTO: Tenaga Pikul Beristirahat di Atas Makam Usai Kuburkan Jenazah Pasien Covid-19

    Berita Foto
    Kasus Covid-19 di Semarang Naik 700 Persen, Walkot Hendi Berlakukan PKM

    Kasus Covid-19 di Semarang Naik 700 Persen, Walkot Hendi Berlakukan PKM

    Regional
    Kasus Covid-19 di Semarang Naik, Walkot Hendi Resmikan RS Darurat

    Kasus Covid-19 di Semarang Naik, Walkot Hendi Resmikan RS Darurat

    Regional
    Akses ke Faskes Sulit, Dompet Dhuafa Sumbangkan Ambulans untuk Warga Desa Tanjung Raya

    Akses ke Faskes Sulit, Dompet Dhuafa Sumbangkan Ambulans untuk Warga Desa Tanjung Raya

    Regional
    Peringati HUT Ke-103 Kota Madiun, Wali Kota Maidi Fokus Stop Covid-19 dan Genjot Ekonomi

    Peringati HUT Ke-103 Kota Madiun, Wali Kota Maidi Fokus Stop Covid-19 dan Genjot Ekonomi

    Regional
    Hendi Terus Bergerak Cepat Sediakan Tempat Tidur untuk Pasien Covid-19 di Semarang

    Hendi Terus Bergerak Cepat Sediakan Tempat Tidur untuk Pasien Covid-19 di Semarang

    Regional
    Hadiri Deklarasi Pilkades Damai, Bupati Luwu Utara Minta Cakades Tegakkan Protokol Kesehatan

    Hadiri Deklarasi Pilkades Damai, Bupati Luwu Utara Minta Cakades Tegakkan Protokol Kesehatan

    Regional
    Bupati IDP Resmikan Program Pamsimas, Kini Warga Desa Dodolo Nikmati Air Bersih

    Bupati IDP Resmikan Program Pamsimas, Kini Warga Desa Dodolo Nikmati Air Bersih

    Regional
    Gandeng KPK, Hendi Tegaskan Komitmen Cegah dan Berantas Korupsi

    Gandeng KPK, Hendi Tegaskan Komitmen Cegah dan Berantas Korupsi

    Regional
    25 Persen Warga Sudah Divaksin, Menkes Tambah Jatah Vaksin Kota Madiun

    25 Persen Warga Sudah Divaksin, Menkes Tambah Jatah Vaksin Kota Madiun

    Regional
    Kasus Covid-19 di Semarang Semakin Tinggi, Walkot Hendi Tutup 8 Ruas Jalan

    Kasus Covid-19 di Semarang Semakin Tinggi, Walkot Hendi Tutup 8 Ruas Jalan

    Regional
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X