Tolak Kenaikan Harga BBM, Mahasiswa "Ngadu" ke Makam Pahlawan

Kompas.com - 20/06/2013, 16:32 WIB
Aktivitas pengisian bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis premium di Stasiun Pengisian Bahan Bakar untuk Umum (SPBU) 34-10206, Jakarta, Jumat (12/4/2013). Pemerintah terus membahas langkah yang akan diambil untuk mengurangi subsidi bahan bakar yang membebani Anggaran Pendapatan Belanja Negara. KOMPAS/PRIYOMBODO KOMPAS/PRIYOMBODOAktivitas pengisian bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis premium di Stasiun Pengisian Bahan Bakar untuk Umum (SPBU) 34-10206, Jakarta, Jumat (12/4/2013). Pemerintah terus membahas langkah yang akan diambil untuk mengurangi subsidi bahan bakar yang membebani Anggaran Pendapatan Belanja Negara. KOMPAS/PRIYOMBODO
Penulis Tigor Munthe
|
EditorFarid Assifa

PEMATANGSIANTAR, KOMPAS.com — Sekitar 100 mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi swasta di Pematangsiantar menggelar aksi unjuk rasa menolak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi. Aksi mereka digelar di Taman Makam Pahlawan Pematangsiantar, Sumatera Utara, Kamis (20/6/2013).

Aksi diawali longmarch dari Lapangan Haji Adam Malik sejak pukul 11.30 WIB dengan menyusuri Jalan Merdeka. Aksi ini sempat menyebabkan arus lalu lintas yang merupakan jalur padat di Pematangsiantar macet. Puluhan aparat Kepolisian Resor Pematangsiantar terpaksa bekerja ekstra mengatur arus lalu lintas agar tidak macet total.

Setelah satu jam melakukan aksi longmarch, mahasiswa tiba di Taman Makam Pahlawan di Jalan Asahan. Puluhan aparat kepolisian sudah berjaga-jaga di sekitar Taman Makam Pahlawan. Setiba di Taman Makam Pahlawan, para mahasiswa melakukan upacara singkat di depan tugu makam.

Di bawah terik panas matahari, para mahasiswa berorasi dan menyampaikan berbagai pernyataan mereka terkait kenaikan harga BBM oleh pemerintahan SBY-Boediono. Salah satu poin pernyataan sikap mahasiswa di antaranya menolak kenaikan harga BBM dan meminta pemerintah membatalkan kenaikan harga BBM dengan segera karena akan membuat rakyat semakin sengsara.

Koordinator aksi, Sape Silalahi, dalam pernyataannya mengatakan, mereka sengaja menggelar aksi unjuk rasa di Taman Makam Pahlawan untuk mengadu kepada para pahlawan atas penderitaan yang dirasakan rakyat saat ini menyusul kebijakan pemerintahan yang tidak lagi memperjuangkan kepentingan rakyat.

"Kami aksi kemari untuk mengadu ke para pahlawan yang sudah memperjuangkan negara dan bangsa ini. Kami mengadu karena pemerintahan yang sekarang benar-benar sudah membuat rakyat kian sengsara dengan menaikkan harga bahan bakar minyak," katanya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Menurut Sape, ternyata lebih sulit melawan pemerintahan yang ada saat ini ketimbang melawan kolonialisme dulu. Melalui aksi ini, katanya, paling tidak mahasiswa memberikan peringatan kepada para penguasa di negara ini untuk tidak melupakan perjuangan para pahlawan.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Lewat 'Wonderful Rongkong', Luwu Utara Perkenalkan Potensi Pariwisata kepada Investor

Lewat "Wonderful Rongkong", Luwu Utara Perkenalkan Potensi Pariwisata kepada Investor

Regional
Bupati Jekek Optimistis Pembangunan 14.142 RTLH Wonogiri Selesai pada 2024

Bupati Jekek Optimistis Pembangunan 14.142 RTLH Wonogiri Selesai pada 2024

Regional
 Dorong Perputaran Ekonomi, Kang Emil Targetkan Seluruh Desa Miliki BUMDes pada 2023

Dorong Perputaran Ekonomi, Kang Emil Targetkan Seluruh Desa Miliki BUMDes pada 2023

Regional
Luncurkan Kredit Tanpa Agunan untuk Ibu-ibu Pedagang, Ganjar: Bunga Hanya 2 Persen Per Tahun

Luncurkan Kredit Tanpa Agunan untuk Ibu-ibu Pedagang, Ganjar: Bunga Hanya 2 Persen Per Tahun

Regional
Dikunjungi Gus Halim, Ketua Adat Tidung Minta Salimbatu Dijadikan Desa Religi

Dikunjungi Gus Halim, Ketua Adat Tidung Minta Salimbatu Dijadikan Desa Religi

Regional
Cegah Jual Beli Jabatan, Bupati Wonogiri Optimalkan Penerapan Sistem Meritokrasi

Cegah Jual Beli Jabatan, Bupati Wonogiri Optimalkan Penerapan Sistem Meritokrasi

Regional
Walkot Bobby Ajak HMI Sumut Berkolaborasi Dukung Program Pembangunan

Walkot Bobby Ajak HMI Sumut Berkolaborasi Dukung Program Pembangunan

Regional
Panen Raya, Pimpinan DPRD Kota Bogor Turun ke Sawah Bersama Petani

Panen Raya, Pimpinan DPRD Kota Bogor Turun ke Sawah Bersama Petani

Regional
Wonogiri Juara Satu IDSD, Bupati Jekek: Berkat Semangat Reformasi Pemangku Kepentingan

Wonogiri Juara Satu IDSD, Bupati Jekek: Berkat Semangat Reformasi Pemangku Kepentingan

Regional
Tunjukkan Kinerja Baik Bangun Kota Semarang, Walkot Hendi Dapat Penghargaan Pembangunan Daerah 2021

Tunjukkan Kinerja Baik Bangun Kota Semarang, Walkot Hendi Dapat Penghargaan Pembangunan Daerah 2021

Regional
Jabar Kerja Sama dengan Provinsi Chungcheongnam, Korsel, Kang Emil: Semoga Dongkrak Potensi Ekonomi

Jabar Kerja Sama dengan Provinsi Chungcheongnam, Korsel, Kang Emil: Semoga Dongkrak Potensi Ekonomi

Regional
Bupati Banjar Akui PAD Berkurang akibat UU Minerba

Bupati Banjar Akui PAD Berkurang akibat UU Minerba

Regional
Bobby Buka Balai Kota Medan untuk Warga, Dosen UINSU Berikan Apresiasi

Bobby Buka Balai Kota Medan untuk Warga, Dosen UINSU Berikan Apresiasi

Regional
Memahami Gaya Komunikasi 'Parkir Mobil' ala Gibran

Memahami Gaya Komunikasi "Parkir Mobil" ala Gibran

Regional
Tunjukkan Prestasi dalam Penanganan Pandemi, Kang Emil Raih 2 Penghargaan People of the Year 2021

Tunjukkan Prestasi dalam Penanganan Pandemi, Kang Emil Raih 2 Penghargaan People of the Year 2021

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.