Salin Artikel

Sederet Fakta Perampokan di Hotel Telaga Ngebel Ponorogo, Pelaku Mengaku Terlilit Utang Rp 2 Juta

Korban adalah Kasirah (60), pemilik salah satu hotel di Telaga Ngebel. Karena mempertahankan kalung miliknya, Kasirah harus mengalami luka di kepala, leher hingga tangan.

Ia pun harus menjalani perawatan di IGD RSUD dr Harjono Ponorogo.

Terdengar suara minta tolong

Camat Ngebel, Dwi Cahyanto mengatakan yang mengetahui perampokan pertama kali adalah tetangga yang juga kerabat korban, Samuri.

Saat itu Samuri yang hendak ke ladang dan melintas sekitar hotel, mendengar teriakan samar minta tolong.

“Samuri penasaran, mendekat, Teriakan semakin jelas dari salah satu kamar. Tetapi saat mau dibuka, kamarnya terkunci. Korban dikunci di dalam,” kata Dwi.

Samuri kemudian meminta tolong ke keluarga lain. Saat kamar hotel dibuka paksa, Kasmirah ditemukan dalam kondisi penuh luka dan bersimbah darah.

“Saat ditemukan sudah penuh darah. Kalung korban juga tidak ada. Untuk gelang masih dipastikan. Korban biasanya memakai. Nah ini tidak ada, memang dirampok juga atau tidak dipakai,” tegasnya.

Dibawa ke rumah sakit dalam kondisi sadar

Dokter jaga IGD, dr Nining Oktavia mengatakan korban mengalami luka di leher, tangan kanan, kepala serta di bagian tubuh lainnya.

“Iya selain leher ada luka di kepala bagian belakang, punggung, wajah, serta tangan kanan,” kata dr Nining, Jumat (3/10/2023).

Luka yang paling parah ada di bagian leher.

“Lukanya tidak berkali-kali. Luka tidak beraturan kemungkinan ada perlawanan,” jelas dr Nining.

Setelah dari IGD, korban menjalani rawat inap dan ditangan oleh dua dokter spesialis yakni bedah syaraf dan orthopedi.

“Bahwa ada tamu. Tamunya tersebut perempuan dan sudah menyerahkan ktp. KTP-nya sudah difoto sesuai prosedur hotel kami,” ujar Tanto, Kamis sore di RSUD dr Harjono.

Lalu tamu perempuan itu masuk ke kamar dan mengaku sedang menunggu teman laki-lakinya.

“Tetapi temannya tidak kunjung datang. Istri saya dipanggil ke kamar sama tamu itu,” terang Tanto.

Di kamar, tamu perempuan itu memaksa mengambil kalung korban. Diduga korban melawan hingga tamu perempuan itu mengeluarkan senjata tajam.

“Mungkin terjadi perkelahian. Pelakunya ya tamu perempuan tadi. Pura-pura jadi tamu malah merampok,” bebernya.

Menurutnya, hotel tersebut dijaga bergantian oleh dirinya dan istrinya (korban). Korban kebagian menjaga penginapan mulai pagi hingga sore.

“Sedangkan saya pagi hari menjaga parkir. Ya biasa sih ibu jaga sendirian. Baru kali ini loh terjadi perampokan. Biasanya aman-aman saja,” pungkasnya.

Tunjukkan KTP palsu dan kenakan masker

Polisi yang melakukan penyelidikan berhasil menangkap pelaku perampokan yakni seorang perempuan berinisial NY, warga Ponorogo.

Dari pemeriksaan, pelaku sudah menyiapkan aksinya dan dia sengaja menggunakan identitas palsu yakni KTP yang diunduh dari internet.

“Saya download di internet. Mengetik begitu saja KTP. Muncul banyak gambar KTP. Saya ambil saja begitu. Tidak tahu juga KTP milik siapa,” ujar terduga pelaku NY, Selasa (7/11/2023).

Ia mengatakan saat kejadian, ia hanya menunjukkan KTP dari ponsel. Lalu korban Kasmirah percaya dan mempersilahkan dirinya masuk ke kamar.

“Gak curiga, karena saya pas check in menggunakan jilbab dan masker. Percaya-percaya saja korban itu,” katanya.

Tak hanya mengambil kalung, NY mengaku juga mengambil cincin.

“Saya ambil yang ada di tubuh korban. Ya kalung ya cincin,” ujar dia.

Dia menjelaskan terpaksa melakukan karena mempunyai utang sebesar Rp 2 juta.

“Niatnya memang perhiasan yang saya ambil itu akan saya jual. Lalu saya gunakan untuk melunasi utang,” kata Y.

Menurutnya, hingga kini kalung dan cincin belum dijual. Sebelum kejadian, ia mengaku telah beberapa kali bertemu korban.

“Sudah beberapa kali ketemu korban. Korban selalu menggunakan emas-emasan (kalung, gelang dan cincin emas)," ungkap dia.

Selain itu ia menyebut sengaja membawa pisau dari rumah.

“Juga menyiapkan pisau dari rumah, baju ganti juga. Korban melawan akhirnya saya lukai. 3 sampai 4 kali melukai,” kata Y.

Mengaku tak niat melukai

Sementara Kapolres Ponorogo, AKBP Wimboko membenarkan modus tersebut. Pengakuan sementara, terduga pelaku menggunakan identitas palsu.

“KTP-nya di-download dari internet. Kita masih mengembangkan kasus ini semuanya,” kata dia.

Selain itu pelaku mengaku tak berniat melukai korban dan hanya ingin mengambil kalung.

“Tetapi si korban melakukan perlawanan sehingga dilakukan tindakan kekerasan tersebut,” bebernya.

Menurutnya, tersangka sudah menyiapkan semuanya dari rumah. Di antaranya membawa baju ganti dan pisau.

“Baju dimasukkan ke dalam tas setelah melukai, berikut barang bukti yang lain juga dibuang. Kita masih mengejar barang bukti tersebut. Dimasukkan ke dalam tas tersebut,” tambahnya.

AKBP Wimboko mengaku pelaku berhasil ditangkap karena ada warga yang melihat sepeda motor dengan sederet ciri-cirinya. Motor tersebut ada di lokasi pada jam kejadian.

“Kami tangkap ke rumahnya. Juga semakin yakin ketika barang yang digadaikan kami datangi ke tokonya dan tanyakan ke keluarga korban merupakan milik mereka,” pungkasnya.

SUMBER: KOMPAS.com (Penulis: Muhlis Al Alawi | Editor: Andi Hartik), Tribun Jatim

https://regional.kompas.com/read/2023/11/12/090500078/sederet-fakta-perampokan-di-hotel-telaga-ngebel-ponorogo-pelaku-mengaku

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke