Salin Artikel

Melihat Patung Bung Karno "Berseru" di PLBN Skouw, Banyak Warga Papua Nugini "Selfie"

JAYAPURA, KOMPAS.com - Patung proklamator Republik Indonesia, Ir Soekarno berdiri megah di area Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Skouw, perbatasan Indonesia-Papua Nugini.

PLBN Skouw itu sendiri terletak di Kampung Mosso, Distrik Muara Tami, Kota Jayapura, Papua.

Jurnalis Kompas.com, Roberthus Yewen, yang bertugas liputan khusus bersama Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) berkesempatan memotret patung tersebut.

Patung setinggi sekitar lima meter itu tepatnya berada di tepi jalan sebelum pintu gerbang perbatasan Indonesia-Papua Nugini.

Patung setinggi sekitar lima meter itu berkelir hitam dari peci hingga ujung kaki. Jas yang digunakan terpahat tulisan Negara Kesatuan Republik Indonesia berwarna merah putih. 

Sang proklamator tampak berdiri tegak dengan tangan kanan menunjuk ke barat, sementara tangan kirinya mengempit tongkat komando.

Wajahnya dibuat seolah-olah Bung Besar-sapaan Soekarno-sedang berseru.

Patung itu terlindungi pagar besi setinggi pinggang orang dewasa. Dengan begitu, pengunjung tidak dapat menyentuhnya dan hanya bisa melihat serta mengabadikan fotonya dari luar pagar.

Pihak Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) mengungkapkan, patung Soekarno tidak hanya dibangun di PLBN Skouw, tetapi juga di beberapa PLBN.

Tujuannya, merawat ingatan masyarakat di beranda Nusantara akan sosok yang sudah mendirikan, memperjuangkan sekaligus mempertahankan kedaulatan NKRI.

Jadi daya tarik

Keberadaan patung Soekarno itu menjadi daya tarik tersendiri di samping bangunan PLBN Skouw yang cukup megah. 

Salah seorang warga bernama Yonathan mengungkapkan, patung itu tidak hanya menjadi daya tarik bagi warga Indonesia. Warga Papua Nugini yang sedang beraktivitas di Indonesia pun seringkali kedapatan berfoto dengan latar belakang patung tersebut.

"Tentu tidak hanya kita saja yang lihat dan berfoto dengan patung itu, tetapi juga warga Papua Nugini juga bisa," ujar Yonathan.

Yonathan pun merasa ada kebanggan tersendiri karena pendiri negaranya dapat dikenal oleh warga negara lain.

Warga setempat lain, Alldo F. Mooy menambahkan, alangkah baiknya apabila tidak hanya patung Soekarno saja yang dibangun di PLBN, tetapi juga patung Mohammad Hatta.

"Saya rasa perlu dibangun lagi patung Hatta di samping Soekarno. Sebab Indonesia mengenal dwitunggal yang memperjuangkan dan memproklamasikan bangsa Indonesia sebagai bangsa merdeka," ujar Alldo.

https://regional.kompas.com/read/2023/08/17/19160921/melihat-patung-bung-karno-berseru-di-plbn-skouw-banyak-warga-papua-nugini

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke