NEWS
Salin Artikel

Cerita Nadimah Dituduh Mencuri di Lahan Sendiri, Berawal dari Hibah Kebun Sawit untuk Suami

Nadimah (57) dilaporkan ke Polres Labuhan Batu oleh seseorang yang dikenalnya atas dugaan pencurian buah sawit di lahan seluas 20 hektar yang telah dikelola dan dikuasai bersama sang suami sejak 1990.

Lahan yang terletak di Jalan Wakaf, Kelurahan Perdamean, Kecamatan Rantau Selatan, Kabupaten Labuhan Batu, Sumut, kini menjadi sengketa.

Nadimah menjelaskan, suaminya, Suratman, yang meninggal pada 2014, menguasai lahan tersebut termasuk hasil buah sawit dengan dasar pemberian (hibah) secara lisan dari Yohana (almarhumah) pemilik PT Cisadane Sawit Raya.

Pemberian itu juga karena almarhum Suratman dianggap berjasa oleh pemilik PT Cisadane Sawit Raya saat itu karena membantu mengerjakan pembibitan dan pembukaan lahan sawit seluas 8.000 hektare pada tahun 1984 lalu.

"Itu (lahan) diberikan sebagai imbalan karena dianggap seperti anak, semua yang ada di kami itu dari ibu Yohana. Tidak ada suami saya mencuri aset PT Cisadane, yang kami miliki semuanya pemberian ibu Yohana," kata Nadimah di DPRD Sumut saat melakukan Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan semua pihak terkait, Kamis (6/8/2020).

Selama puluhan tahun Nadimah dan suami tak pernah dihadapkan dengan masalah hukum apapun terkait kepemilikan kebun sawit.

Namun pada Mei 2018, Nadimah didatangi oleh beberapa orang yakni Haris Suwando (pihak ketiga) dan kuasa hukumnya Maswandi.

Saat itu Nadimah ditawari untuk bekerja sama melakukan pemupukan kebun sawit tersebut dengan bagi hasil.

Haris dan Maswandi, menurut Nadimah, menyatakan agar tidak usah takut karena tidak akan diusir.

Tak lama berselang, Haris Suwando melalui kuasa hukumnya menghubungi Nadimah mempertanyakan kesediaannya untuk menyerahkan kebun sawit tersebut dengan cara ganti rugi.

Saat itu Nadimah meminta diberi ganti rugi senilai Rp 1 miliar. Namun, Maswandi menyatakan akan mengirimkan uang Rp 3 juta setiap bulannya.

"Dipaksa (tanda tangan) karena saya punya utang Rp 60 juta untuk memperbaiki kebun pada tahun 2012. Tapi saya tidak ada minta," ungkapnya.

Pada Juni 2018 petaka pun menimpa Nadimah.

Dia tak berdaya ketika melihat sejumlah anggota Brimob dan beberapa pekerja berada di kebun sawit yang telah dikelolanya selama puluhan tahun.

Anggota brimob dan pekerja itu mengaku disuruh oleh Haris Suwando dan Maswandi.

Sontak Nadimah histeris dan menangis karena kebun yang dikelolanya bersama sang suami telah dikuasai oleh orang lain.

Saat itu juga Maswandi menghubungi Nadimah dan menyampaikan telah mengirim uang Rp 3 juta. Terhitung sejak Juli hingga Oktober 2018, Nadimah hanya menerima hasil kebun sawit senilai Rp 3 juta setiap bulannya.

Kemudian, sejak November 2018 sampai dengan Juni 2020, Nadimah hanya menerima hasil kebunnya senilai Rp 2 juta per bulannya.

Masih kata Nadimah, tidak adanya kejelasan atas ganti rugi kebun sawit miliknya, membuatnya mengirimkan somasi kepada Haris Suwando yang intinya agar mengembalikan kebun tersebut kepadanya.

Namun, Haris Suwando bergeming. Sejak Juli 2020, pihak Haris Suwando tak lagi memberikan hasil kebun tersebut kepada Nadimah.

Kemudian pada medio Juli 2020, seorang pesuruh Haris Suwando melaporkan Nadimah ke Polres Labuhan Batu atas dugaan pencurian buah sawit. Nadimah pun mengaku mendapat tindakan intimidasi.

"Saya digertak agar ditangkap. Saya tidak mencuri. Ini lahan saya. Saya yang menanami dan tidak mencuri," ujarnya.

Kuasa hukum dari Nadimah, Ranto Sibarani membantah bahwa kliennya telah mencuri buah sawit.

Lahan itu mulai dipermasalahkan pada 2018 sejak hadirnya pihak Haris Suwando yang bekerja sama dengan Gita Sapta Adi, direktur PT Cisadane Sawit Raya.

Ranto menyebut pihak Haris Suwando hanya ingin menguasai lahan milik dari Nadimah.

"Kita melihat jangan sampai tergiur dengan hasil kerja orang lain. Setelah ditanami, dirawat tergiur untuk memiliki hasilnya. Ibu ini tidak ingin kaya, dia seorang janda itu hanya untuk makan," ujarnya.

Ranto berharap pihak kepolisian agar bersikap bijaksana dalam menyikapi kasus ini.

"Kami ingin mengedepankan kemanusiaan. Kalau mengedepankan hukum apakah kita tega menarik ibu ini ke meja hijau hanya untuk memeriksa dan mengadili alas haknya? Ibu ini mengelola lahan atas azas kepercayaan," ucapnya.

Menurut Maswandi, pihaknya telah memberikan uang kompensasi terhadap Nadimah karena telah merawat kebun sawit tersebut.

"Pimpinan PT Cisadane Sawit Raya, Gita Sapta Adi (anak dari Yohana) bilang sama saya tolong selesaikan, ini ada yang mau mengelola. Selesaikan dengan Nadimah karena laporan dan setoran hasilnya tidak diberikan ke PT Cisadane Sawit Raya," ujarnya.

Lanjut Maswandi, lantaran Nadimah terus bersikukuh bahwa lahan tersebut adalah miliknya.

Pihaknya pun melaporkan Nadimah ke kepolisian karena dianggap mencuri buah sawit di lahan seluas 20 hektar tersebut.

"Tahun 2020 sampai hari ini karena mereka ambil ya kami tidak terima. Kami anggap Nadimah telah menyelesaikan persoalannya dengan kami dan menerima uang terima kasih karena sudah merawat dan mengelola," tandasnya.

Kini laporan dugaan pencurian buah sawit itu masih dalam proses penyidikan Polres Labuhan Batu.

Dengan kata lain, Nadimah saat ini dihantui dengan status sebagai tersangka.

https://regional.kompas.com/read/2020/08/20/06560041/cerita-nadimah-dituduh-mencuri-di-lahan-sendiri-berawal-dari-hibah-kebun

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gubernur Khofifah Optimistis Gelaran SPE 2022 Bisa Dorong Pertumbuhan Ekonomi di Jatim

Gubernur Khofifah Optimistis Gelaran SPE 2022 Bisa Dorong Pertumbuhan Ekonomi di Jatim

Regional
Bupati Jekek Minta Generasi Muda Beri Warna Baru untuk Dunia Pertanian

Bupati Jekek Minta Generasi Muda Beri Warna Baru untuk Dunia Pertanian

Regional
Ujaran Kebencian Jelang Pemilu 2024 Meningkat, Masyarakat Papua Diimbau Lakukan Hal Ini

Ujaran Kebencian Jelang Pemilu 2024 Meningkat, Masyarakat Papua Diimbau Lakukan Hal Ini

Regional
Cegah Penyebaran PMK, Bupati Wonogiri Perketat Pengawasan di Pasar Hewan

Cegah Penyebaran PMK, Bupati Wonogiri Perketat Pengawasan di Pasar Hewan

Regional
Patuh Sampaikan LHKPN, Gubernur Riau Syamsuar Dapat Apresiasi dari KPK

Patuh Sampaikan LHKPN, Gubernur Riau Syamsuar Dapat Apresiasi dari KPK

Regional
Mulai Juli 2022, Pemkab Wonogiri Cover Iuran BPJS Ketenagakerjaan Seluruh Perangkat RT dan RW

Mulai Juli 2022, Pemkab Wonogiri Cover Iuran BPJS Ketenagakerjaan Seluruh Perangkat RT dan RW

Regional
Lestarikan Lingkungan, Pemprov Papua Tanam 1.000 Pohon Sagu di Jayapura

Lestarikan Lingkungan, Pemprov Papua Tanam 1.000 Pohon Sagu di Jayapura

Regional
Melalui DD Farm, Dompet Dhuafa Sediakan Pakan Ternak untuk Warga Gunungkidul

Melalui DD Farm, Dompet Dhuafa Sediakan Pakan Ternak untuk Warga Gunungkidul

Regional
Sediakan Hewan Kurban di Sulteng, Dompet Dhuafa Berdayakan Peternak Lokal

Sediakan Hewan Kurban di Sulteng, Dompet Dhuafa Berdayakan Peternak Lokal

Regional
Peringati HUT Ke-104 Madiun, Walkot Maidi Paparkan Target dan Capaiannya

Peringati HUT Ke-104 Madiun, Walkot Maidi Paparkan Target dan Capaiannya

Regional
Gubernur Syamsuar Dukung Pebalap Asal Riau di Kejuaraan Dunia

Gubernur Syamsuar Dukung Pebalap Asal Riau di Kejuaraan Dunia

Regional
Jatim Distribusikan 1.000 Vaksin PMK Hewan Ternak, Khofifah Pantau Penyuntikannya di Sidoarjo

Jatim Distribusikan 1.000 Vaksin PMK Hewan Ternak, Khofifah Pantau Penyuntikannya di Sidoarjo

Regional
Gubernur Riau Minta Tenaga Honorer Diprioritaskan Jadi CPNS dan PPPK

Gubernur Riau Minta Tenaga Honorer Diprioritaskan Jadi CPNS dan PPPK

Regional
Pelantikan Menteri Baru, Gubernur Syamsuar: Alhamdulillah Putra Riau Terpilih Jadi Wamen ATR/BPN

Pelantikan Menteri Baru, Gubernur Syamsuar: Alhamdulillah Putra Riau Terpilih Jadi Wamen ATR/BPN

Regional
Akselerasi Penyelesaian PTSL di Jatim, Gubernur Khofifah Minta BPN Gelar Kembali Rakor dan Sinkronisasi GTRA

Akselerasi Penyelesaian PTSL di Jatim, Gubernur Khofifah Minta BPN Gelar Kembali Rakor dan Sinkronisasi GTRA

Regional
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.