Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 09/06/2017, 21:22 WIB
Sigiranus Marutho Bere

Penulis

KUPANG, KOMPAS.com - Ance Yuliana Bunuf (24), asal Desa Toineke, Kecamatan Kualin, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Nusa Tenggara Timur (NTT), yang bekerja di Malaysia dan disiksa serta tak diberikan gaji, ternyata adalah TKI ilegal.

Kepala Seksi Perlindungan dan Pemberdayaan BP3TKI Kupang, Siwa mengatakan, Yuliana direkrut pada bulan Juli tahun 2014 oleh perusahaan yang sampai saat ini belum diketahui identitasnya.

Saat pertama kali direkrut lanjut Siwa, Yuliana dijanjikan untuk bekerja di Kota Kupang, namun ternyata Yuliana malah dibawa secara ilegal ke Malaysia.

Yuliana akhirnya dipulangkan ke Indonesia dan tiba di Bandara El Tari Kupang dengan pesawat Lion Air (penerbangan terakhir pada malam hari).

"TKI tersebut (Yuliana) dijemput oleh petugas BP3TKI Kupang atas pemberitahuan pihak Lion Air, karena melihat yang bersangkutan tidak kemana-mana saat berada di bandara, pada tengah malam sehingga kemudian dibawa ke kantor BP3TKI," kata Siwa kepada Kompas.com, Jumat (9/6/2017) malam.

Selanjutnya pada keesokan harinya, petugas BP3TKI melihat sakitnya makin parah, sehingga dibawa ke Rumah Sakit untuk diselamatkan dan diberi perawatan medis.

"Kami cek status keberangkatan ke Malaysia, ternyata ilegal. Menurut hasil diagnosa dokter memang dia menderita TBC. Kami merawat dengan biaya BP3TKI Kupang kemudian disambung oleh keluarga dengan BPJS dan tanggal 7 Juni 2017, ia sudah keluar dari rumah sakit,"sebutnya.

Terhadap kejadian itu kata Siwa, pihaknya mendorong keluarga Yuliana untuk melapor pihak yang memberangkatkan Yuliana, jika sudah sembuh dari penyakitnya.

Sebelumnya diberitakan, Yuliana yang bekerja sebagai asisten rumah tangga di salah satu keluarga di Selangor, Malaysia sejak tahun 2014 lalu, akhirnya harus pulang dengan penyakit kronis tanpa membawa uang hasil kerja di negeri Jiran.

Baca juga: TKI Ini Bekerja di Malaysia Tanpa Gaji dan Disiksa hingga Sakit TBC

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Fakta dan Kronologi Bentrokan Warga 2 Desa di Lombok Tengah, 1 Orang Tewas

Fakta dan Kronologi Bentrokan Warga 2 Desa di Lombok Tengah, 1 Orang Tewas

Regional
Komunikasi Politik 'Anti-Mainstream' Komeng yang Uhuyy!

Komunikasi Politik "Anti-Mainstream" Komeng yang Uhuyy!

Regional
Membedah Strategi Komunikasi Multimodal ala Komeng

Membedah Strategi Komunikasi Multimodal ala Komeng

Regional
Kisah Ibu dan Bayinya Terjebak Banjir Bandang Berjam-jam di Demak

Kisah Ibu dan Bayinya Terjebak Banjir Bandang Berjam-jam di Demak

Regional
Warga Kendal Tewas Tertimbun Longsor Saat di Kamar Mandi, Keluarga Sempat Teriaki Korban

Warga Kendal Tewas Tertimbun Longsor Saat di Kamar Mandi, Keluarga Sempat Teriaki Korban

Regional
Balikpapan Catat 317 Kasus HIV Sepanjang 2023

Balikpapan Catat 317 Kasus HIV Sepanjang 2023

Regional
Kasus Kematian akibat DBD di Balikpapan Turun, Vaksinasi Tembus 60 Persen

Kasus Kematian akibat DBD di Balikpapan Turun, Vaksinasi Tembus 60 Persen

Regional
Puan: Seperti Bung Karno, PDI-P Selalu Berjuang Sejahterakan Wong Cilik

Puan: Seperti Bung Karno, PDI-P Selalu Berjuang Sejahterakan Wong Cilik

Regional
Setelah 25 Tahun Konflik Maluku

Setelah 25 Tahun Konflik Maluku

Regional
BMKG: Sumber Gempa Sumedang Belum Teridentifikasi, Warga di Lereng Bukit Diimbau Waspada Longsor

BMKG: Sumber Gempa Sumedang Belum Teridentifikasi, Warga di Lereng Bukit Diimbau Waspada Longsor

Regional
Gempa Sumedang, 53 Rumah Rusak dan 3 Korban Luka Ringan

Gempa Sumedang, 53 Rumah Rusak dan 3 Korban Luka Ringan

Regional
Malam Tahun Baru 2024, Jokowi Jajan Telur Gulung di 'Night Market Ngarsopuro'

Malam Tahun Baru 2024, Jokowi Jajan Telur Gulung di "Night Market Ngarsopuro"

Regional
Sekolah di Malaysia, Pelajar di Perbatasan Indonesia Berangkat Sebelum Matahari Terbit Tiap Hari

Sekolah di Malaysia, Pelajar di Perbatasan Indonesia Berangkat Sebelum Matahari Terbit Tiap Hari

Regional
Kisah Pengojek Indonesia dan Malaysia di Tapal Batas, Berbagi Rezeki di 'Rumah' yang Sama...

Kisah Pengojek Indonesia dan Malaysia di Tapal Batas, Berbagi Rezeki di "Rumah" yang Sama...

Regional
Menara Pengintai Khas Dayak Bidayuh Jadi Daya Tarik PLBN Jagoi Babang

Menara Pengintai Khas Dayak Bidayuh Jadi Daya Tarik PLBN Jagoi Babang

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com