Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Alami Hipotermia, Pendaki Gunung Panderman Dievakuasi

Kompas.com - 15/01/2017, 16:31 WIB
Andi Hartik

Penulis

MALANG, KOMPAS.com - Seorang pendaki di Gunung Panderman, Kota Batu, Jawa Timur harus dievakuasi karena mengalami hipotermia atau kedinginan, Minggu (15/1/2017).

Pendaki itu diketahui bernama Andika Ratna Intan (23), warga Sleman yang tengah menempuh pendidikan di Kota Malang.

Dika, panggilannya memulai pendakian pada Sabtu (14/1/2017) sekitar pukul 17.00 WIB. Ia mendaki bersama empat orang temannya. Yakni Andre, Hasan, Vero, dan Maulana.

Di tengah perjalanan, para pendaki itu sempat kebingungan. Sebab, penunjuk arah menuju puncak Panderman tidak jelas.

Diduga, penunjuk arah itu diubah oleh pihak lain.

"Ditengah perjalanan para pendaki tersesat karena rambu penunjuk jalan tidak jelas," kata Kasi Kedaruratan dan Logistik pada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Batu, Ach Rohim.

Para pendaki itu sempat beristirahat. Kemudian pada pukul 24.00 WIB, korban mengalami hipotermia. "Teman korban berusaha untuk menghangatkan tubuh korban," jelasnya.

Beruntung, pada saat bersamaan, datang rombongan dari Komunitas Pendaki Gunung (KPG) yang tengah menempuh perjalanan turun dari gunung setinggi 2.045 meter dari permukaan laut itu.

Rombongan itu lalu membantu evakuasi korban ke pos pendakian di Toyomerto, Kota Batu.

"Sekira pukul 08.00 WIB rombongan pendaki sudah berhasil dievakuasi sampai di loket pendakian Dusun Toyomerto dan langsung dibawa ke Rumah Sakit Hasta Brata untuk penanganan lebih lanjut," ungkapnya.

Dari hasil pemeriksaan dokter, korban tidak mengalami gangguan yang berarti. Saat ini, korban masih berada di markas BPBD Kota Batu untuk pemulihan kondisinya.

Kompas TV 2 Mahasiswi Unpar Capai Puncak Tertinggi di Antartika
Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com