Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Bebas Macet dan Murah, Pemudik ke Merak Pilih Naik Kereta lewat Rangkasbitung

Kompas.com - 08/04/2024, 06:54 WIB
Acep Nazmudin,
Andi Hartik

Tim Redaksi

LEBAK, KOMPAS.com - Ribuan pemudik yang hendak menyeberang ke Sumatera memilih naik kereta untuk sampai di Pelabuhan Merak.

Mode transportasi kereta dipilih karena dinilai lebih murah dan juga bebas dari macet.

Pantauan Kompas.com di Stasiun Rangkasbitung, ribuan calon pemudik berangkat ke Merak dengan menumpang Kereta Api (KA) Lokal Merak.

Salah satu pemudik yang naik kereta adalah Tina (42). Bersama suami dan dua anaknya, dia berangkat dari Tangerang ke Mesuji, Lampung, dengan berganti transportasi di antaranya kereta.

“Untuk saya sekeluarga, ongkos naik kereta jauh lebih murah dibanding naik bus yang saat sekarang naik hingga dua kali lipat ongkosnya,” kata Tina saat ditemui di Stasiun Rangkasbitung, Minggu (7/4/2024).

Baca juga: “Ramp Check” di Terminal Lebak Bulus, Sejumlah Bus Angkutan Mudik Tak Laik Jalan

Tina hanya menghabiskan Rp 10.000 per orang untuk sampai ke Merak. Berbeda dengan ketika naik bus, ia harus mengeluarkan sekitar Rp 80.000 per orang.

“Belum lagi kalau lagi apes kena getok, bisa lebih mahal,” kata dia.

Baca juga: Malam H-3 Lebaran, Antrean di Gerbang Tol Merak Tersisa 1 Km

Selain itu, dia juga memilih kereta karena menghindari macet di jalan raya. Menurut Tina, antrean kendaraan yang hendak masuk ke Pelabuhan Merak bisa belasan jam karena macet.

Selain Tina, juga ada Risno yang juga memanfaatkan KA Lokal Merak karena tarifnya yang murah.

“Tapi naik kereta ke Merak harus beli jauh-jauh hari, rebutan karena cepat habis tiketnya,” kata Risno.

Berdasarkan data yang dikeluarkan oleh KAI Commuter, terjadi peningkatan jumlah pengguna KRL maupun KA Lokal Merak yang datang dan berangkat di Stasiun Rangkasbitung.

Hingga H-4 Lebaran, total sudah 68.531 pemudik yang datang di Stasiun Rangkasbitung. Jumlah tersebut mengalami peningkatan dibanding dengan hari biasa.

Peningkatan penumpang juga terjadi pada Commuter Line Merak atau KA Lokal Merak, yakni sebesar 4 persen.

“Sabtu 6 April kemarin tercatat sebanyak 11.934 penumpang berangkat dari Stasiun Rangkasbitung tujuan Merak,” kata Corporate Secretary KAI Commuter, Anne Purba.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Baca tentang


Terkini Lainnya

Untidar Magelang Kini Jadi BLU, Rektor Klaim UKT Tak Naik

Untidar Magelang Kini Jadi BLU, Rektor Klaim UKT Tak Naik

Regional
Kisah Siswa SDN 104 Krui, Naik ke Bukit Cari Sinyal Belajar 'Online' Buat Ujian

Kisah Siswa SDN 104 Krui, Naik ke Bukit Cari Sinyal Belajar "Online" Buat Ujian

Regional
Kisruh Penerima KIP Kuliah di Undip Semarang, Ini Penjelasan Pihak Kampus

Kisruh Penerima KIP Kuliah di Undip Semarang, Ini Penjelasan Pihak Kampus

Regional
Korupsi BLT Covid-19, Mantan Kades di Tangerang Divonis 2,5 Tahun Penjara

Korupsi BLT Covid-19, Mantan Kades di Tangerang Divonis 2,5 Tahun Penjara

Regional
28 Calon TKI Ilegal yang Akan Berangkat ke Malaysia Diselamatkan di Pesisir Nunukan

28 Calon TKI Ilegal yang Akan Berangkat ke Malaysia Diselamatkan di Pesisir Nunukan

Regional
Santap Jamur Liar dari Pekarangan Rumah, Sekeluarga di Cilacap Keracunan

Santap Jamur Liar dari Pekarangan Rumah, Sekeluarga di Cilacap Keracunan

Regional
Jalan Rangkasbitung-Bogor Longsor, Kendaraan Roda Empat Dialihkan ke Jalur Alternatif

Jalan Rangkasbitung-Bogor Longsor, Kendaraan Roda Empat Dialihkan ke Jalur Alternatif

Regional
Calon Perseorangan Pilkada Sumbar 2024 Butuh 347.532 Dukungan

Calon Perseorangan Pilkada Sumbar 2024 Butuh 347.532 Dukungan

Regional
Ingin Diresmikan Jokowi, Pembangunan Bendungan Keureto Aceh Dikebut

Ingin Diresmikan Jokowi, Pembangunan Bendungan Keureto Aceh Dikebut

Regional
Rugikan Negara Rp 8,5 Miliar, Mantan Dirut PDAM Kabupaten Semarang Ditahan

Rugikan Negara Rp 8,5 Miliar, Mantan Dirut PDAM Kabupaten Semarang Ditahan

Regional
Kebakaran Kapal Wisata di Labuan Bajo Diduga akibat Korsleting di Ruang Mesin

Kebakaran Kapal Wisata di Labuan Bajo Diduga akibat Korsleting di Ruang Mesin

Regional
Segera Buka Penjaringan Bakal Cawalkot Solo, Gerindra Cari Sosok yang Bisa Lanjutkan Kerja Gibran

Segera Buka Penjaringan Bakal Cawalkot Solo, Gerindra Cari Sosok yang Bisa Lanjutkan Kerja Gibran

Regional
Kasus Mayat Dalam Koper di Cikarang, Korban Dibunuh di Bandung, Pelaku Ditangkap di Palembang

Kasus Mayat Dalam Koper di Cikarang, Korban Dibunuh di Bandung, Pelaku Ditangkap di Palembang

Regional
Kantor UPT Pembibitan Pertanian NTT Terbakar, 2 Bangunan dan 4 Mobil Hangus

Kantor UPT Pembibitan Pertanian NTT Terbakar, 2 Bangunan dan 4 Mobil Hangus

Regional
Dinyatakan Bersalah Jadi Sebab Banjir di Kota Serang, BBWSC3 Banding

Dinyatakan Bersalah Jadi Sebab Banjir di Kota Serang, BBWSC3 Banding

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com