Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Terlibat Kasus Pekerjaan Cat Gedung Fiktif Rp 1 M, ASN DPRD Riau Dijebloskan ke Penjara

Kompas.com - 24/12/2022, 08:48 WIB
Idon Tanjung,
Pythag Kurniati

Tim Redaksi

PEKANBARU, KOMPAS.com - AG (50), seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) selaku staf bagian umum di Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Riau dijebloskan ke penjara.

Pria tersebut terlibat dalam kasus korupsi pekerjaan fiktif untuk mencairkan kredit modal kerja pada salah satu Bank BUMD di Kota Pekanbaru, Riau.

Baca juga: Tak Mau Disuruh Pinjam Uang, Suami Tusuk Istri 15 Kali Pakai Gunting di Riau

Perbuatan AG, merugikan bank tersebut sekitar Rp 1,1 miliar.

Kepala Bidang (Kabid) Hubungan Masyarakat (Humas) Polda Riau Kombes Sunarto menyatakan bahwa pelaku AG telah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan.

Bahkan, berkas perkaranya juga sudah dinyatakan lengkap atau P21. Sehingga, tersangka dan berkasnya segera dilimpahkan ke kejaksaan.

Baca juga: Kasus Korupsi Anggaran BLUD RSUD Bangkinang di Riau, 1 Orang Ditetapkan Tersangka

"Kasus tersangka AG ini pekerjaan fiktif, yakni pengerjaan pengecatan gedung DPRD Riau. Kejadiannya pada 15 Oktober lalu. Saat ini, perkaranya sudah lengkap dan segera dilimpahkan ke JPU (Jaksa Penuntut Umum)," kata Sunarto saat konferensi pers di Mapolda Riau, Jumat (23/12/2022).

Sunarto menyebutkan, dalam kasus ini, sebelumnya telah ditetapkan dua orang tersangka, yakni AB selaku pengelola CV Putra Bungsu dan dan IO selaku manajer bisnis pada bank BUMD tersebut.

Baca juga: Bayi 9 Bulan di Riau Tewas Dalam Karung dan Mayat Sang Ibu Ada di Dekatnya, Diduga Korban Pembunuhan


Kedua tersangka dalam berkas perkara terpisah dan sudah P21 atau berkasnya dinyatakan lengkap.

Kedua tersangka dapat melakukan pencairan Kredit Modal Kerja Kontruksi (KMKK) CV Putra Bungsu pada Sub Plafond 4 sebesar Rp 1.150.000.000.

Hal itu karena, tersangka AG sebagai bouwheer atau pihak pemberi kerja, menandatangani dokumen tanda bukti kunjungan dan berita acara verifikasi kebenaran atas Surat Perintah Kerja (SPK) CV. Putra Bungsu untuk pekerjaan fiktif pengecatan gedung DPRD Riau.

"Padahal pelaksana pekerjaan yang sebenarnya adalah CV. Lintas Raya sebagai pemenang lelang," sebut Sunarto.

Baca juga: Polisi yang Tikam Aiptu Ruslan hingga Tewas di Riau Belum Bisa Diperiksa

Sunarto menyampaikan bahwa tanda tangan pada dokumen fiktif itu benar milik tersangka AG.

Itu telah dibuktikan dengan pemeriksaan tanda tangan tersangka di laboratorium forensik.

"Berdasarkan pemeriksaan laboratorium forensik, tanda tangan yang dibubuhkan pada dokumen kontrak fiktif itu, identik sebagai tanda tangan tersangka AG," ungkap Sunarto.

Akibat tindakan AG, kata dia, pihak bank melakukan pencairan kredit ke rekening giro CV. Putra Bungsu Rp 1,1 miliar lebih, dengan status kredit macet.

Baca juga: Polisi yang Tikam Aiptu Ruslan hingga Tewas di Riau Belum Bisa Diperiksa

Karena, tidak ada sumber berbayar yang berasal dari pihak pemberi kerja (bouwheer) ke rekening CV. Putra Bungsu.

Dari pengungkapan kasus ini, penyidik Subdit II Perbankan Ditreskrimsus Polda Riau, menyita sejumlah dokumen sebagai barang bukti korupsi.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, tersangka AG dijerat dengan UU Tindak Pidana Korupsi.

Ancaman hukuman penjara seumur hidup atau penjara paling singkat empat tahun dan paling lama 20 tahun, dan atau denda paling banyak Rp 1 miliar.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.



Terkini Lainnya

Sempat Dihentikan akibat Protes Kenaikan, Registrasi Mahasiswa Baru Unsoed Kembali Dibuka

Sempat Dihentikan akibat Protes Kenaikan, Registrasi Mahasiswa Baru Unsoed Kembali Dibuka

Regional
Bawa Bendara RMS Saat Nobar Timnas di Ambon, Anak di Bawah Umur Diamankan

Bawa Bendara RMS Saat Nobar Timnas di Ambon, Anak di Bawah Umur Diamankan

Regional
Cerita Bripka Leonardo, Polisi yang Ubah Mobil Pribadi Jadi Ambulans Gratis

Cerita Bripka Leonardo, Polisi yang Ubah Mobil Pribadi Jadi Ambulans Gratis

Regional
Kisah Relawan Tagana di Banten, Minim Fasilitas, Sering Pakai Uang Pribadi untuk Tugas

Kisah Relawan Tagana di Banten, Minim Fasilitas, Sering Pakai Uang Pribadi untuk Tugas

Regional
Soal Mutilasi di Ciamis, Apakah Orang dengan Gangguan Jiwa Berpotensi Melakukan Tindak Kejahatan?

Soal Mutilasi di Ciamis, Apakah Orang dengan Gangguan Jiwa Berpotensi Melakukan Tindak Kejahatan?

Regional
Sempat Laporkan Mahasiswanya ke Polisi, Rektor Unri: Tak Ada Maksud Mengkriminalisasi

Sempat Laporkan Mahasiswanya ke Polisi, Rektor Unri: Tak Ada Maksud Mengkriminalisasi

Regional
Punya 2 Profesi, Lurah di Prabumulih Jadi Bidan Diduga Malapraktik hingga Pasien Meninggal

Punya 2 Profesi, Lurah di Prabumulih Jadi Bidan Diduga Malapraktik hingga Pasien Meninggal

Regional
Tak Punya Bandara Internasional, Iklim Investasi di Jawa Tengah Dikhawatirkan Terganggu

Tak Punya Bandara Internasional, Iklim Investasi di Jawa Tengah Dikhawatirkan Terganggu

Regional
Bandara Lombok Siap Layani Pemberangkatan 13 Kloter Jemaah Haji 2024

Bandara Lombok Siap Layani Pemberangkatan 13 Kloter Jemaah Haji 2024

Regional
Prakiraan Cuaca Batam Hari Ini Jumat 10 Mei 2024, dan Besok : Tengah Malam ini Hujan Ringan

Prakiraan Cuaca Batam Hari Ini Jumat 10 Mei 2024, dan Besok : Tengah Malam ini Hujan Ringan

Regional
Prakiraan Cuaca Balikpapan Hari Ini Jumat 10 Mei 2024, dan Besok : Siang ini Cerah Berawan

Prakiraan Cuaca Balikpapan Hari Ini Jumat 10 Mei 2024, dan Besok : Siang ini Cerah Berawan

Regional
Prakiraan Cuaca Morowali Hari Ini Jumat 10 Mei 2024, dan Besok : Malam ini Hujan Ringan

Prakiraan Cuaca Morowali Hari Ini Jumat 10 Mei 2024, dan Besok : Malam ini Hujan Ringan

Regional
Ibu di Riau Beri Racun Tikus ke Anak Tirinya gara-gara Sakit Hati Pada Ayah Korban

Ibu di Riau Beri Racun Tikus ke Anak Tirinya gara-gara Sakit Hati Pada Ayah Korban

Regional
Rektor Unsa Maju Pilkada 2024 Lewat Partai Gerinda, Sosok Perempuan Pertama

Rektor Unsa Maju Pilkada 2024 Lewat Partai Gerinda, Sosok Perempuan Pertama

Regional
Di Balik Penutupan Pabrik Sepatu Bata di Purwakarta, Salah Satunya Kendala Bahan Baku Impor

Di Balik Penutupan Pabrik Sepatu Bata di Purwakarta, Salah Satunya Kendala Bahan Baku Impor

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com