Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Muncikari Prostitusi Anak di Bawah Umur di Lampung Ditangkap, Tawarkan Rp 1,5 Juta Sekali Kencan

Kompas.com - 16/03/2022, 16:45 WIB
Tri Purna Jaya,
Gloria Setyvani Putri

Tim Redaksi

LAMPUNG, KOMPAS.com - Seorang muncikari prostitusi anak di bawah umur ditangkap aparat Polda Lampung. Pelaku menawarkan harga Rp 1,5 juta untuk sekali kencan.

Penangkapan pelaku berinisial R (29), warga Tulang Bawang Barat, berlangsung di sebuah hotel di Bandar Lampung pada Sabtu (19/3/2022) malam.

Kepala Sub IV Renakta (Remaja Anak dan Wanita) Direktorat Kriminal Umum (Ditkrimum) Polda Lampung AKBP Adi Sastri mengatakan, penangkapan pelaku dilakukan dengan metode penyamaran.

Baca juga: Saat Pasutri di Depok Digerebek Warga karena Diduga Terlibat Prostitusi tapi Berujung Dibebaskan Polisi...

"Kita mendapatkan laporan ada tindak perdagangan orang di sebuah hotel, penelusuran dan penyelidikan berlangsung hampir satu bulan," kata Adi di Mapolda Lampung, Rabu (16/3/2022).

Pada malam penangkapan itu, anggota kepolisian yang mendatangi kamar hotel itu menemukan dua orang perempuan berinisial A (15) dan I (32).

"Dari pemeriksaan, keduanya mengaku dipekerjakan oleh R sebagai pekerja seks komersial," kata Adi.

Berdasarkan pemeriksaan terhadap tersangka R, kedua perempuan itu ditawarkan melalui sistem online di sebuah aplikasi.

Adi menambahkan, modus yang digunakan oleh tersangka adalah menawarkan dan mengirimkan foto-foto para korban kepada calon pemesan.

Harga yang ditawarkan oleh tersangka R adalah Rp 1,5 juta untuk sekali kencan berikut sewa kamar di hotel tersebut.

Kedua korban yang dijual oleh tersangka R mendapatkan komisi senilai Rp 1 juta, sedangkan R mendapatkan uang sebesar Rp 500.000.

Saat ini, tersangka R masih ditahan di Mapolda Lampung dan dijerat Pasal 2 ayat 1 jo Pasal 17 UU No. 21 Tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Perdagangan Orang (TPPO).

"Hukuman minimal tiga tahun, maksimal 15 tahun penjara," kata Adi.

Selain menahan tersangka R, aparat kepolisian juga menyita barang bukti berupa dua kunci kamar hotel, dua unit ponsel merek iPhone, dan uang tunai sebesar Rp 3 juta yang diduga hasil transaksi.

Baca juga: Polisi Gerebek 2 Panti Pijat di Tangsel, Diduga Tempat Prostitusi Terselubung

Orangtua harus waspada aplikasi

Sementara itu, Direktur Eksekutif lembaga advokasi anak Lada - Damar Selly Fitriyani mengungkapkan, terungkapnya kasus perdagangan anak melalui aplikasi ponsel ini membuat orangtua harus waspada.

"Orangtua harus aware dengan perkembangan teknologi, kasus ini korban dijual melalui aplikasi di ponsel," kata Selly.

Selly menambahkan, modus para pelaku dalam menjerat korban yang notabenenya masih anak-anak ini adalah memanfaatkan platform online.

"Platform online ini dimanipulasi oleh para pelaku, anak dijerat dengan diimingi sehingga terjerumus. Ini yang harus diwaspadai orangtua," kata Selly.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Pilkada 2024, KPU Kabupaten Semarang Waspadai Dukungan Fiktif Calon Perseorangan

Pilkada 2024, KPU Kabupaten Semarang Waspadai Dukungan Fiktif Calon Perseorangan

Regional
Kades di Blora Tewas Tersengat Listrik Pompa Air

Kades di Blora Tewas Tersengat Listrik Pompa Air

Regional
BRIN Ungkap soal Rencana Penelitian Menhir di Sumbar

BRIN Ungkap soal Rencana Penelitian Menhir di Sumbar

Regional
Pemkab Ogan Komering Ulu Tetapkan Status Siaga Bencana Banjir

Pemkab Ogan Komering Ulu Tetapkan Status Siaga Bencana Banjir

Regional
Kronologi Ibu Racuni Anak Tiri di Riau, Beri Minum Kopi Kemasan Beracun hingga Kejang-kejang

Kronologi Ibu Racuni Anak Tiri di Riau, Beri Minum Kopi Kemasan Beracun hingga Kejang-kejang

Regional
Mantan Gubernur hingga Kiai Daftar Ikut Pilkada Babel Lewat PDI-P

Mantan Gubernur hingga Kiai Daftar Ikut Pilkada Babel Lewat PDI-P

Regional
Alasan Milenial hingga Pelaku UMKM Dukung Mbak Ita Kembali Pimpin Semarang

Alasan Milenial hingga Pelaku UMKM Dukung Mbak Ita Kembali Pimpin Semarang

Regional
Rektor Unri Ternyata Belum Cabut Laporan Polisi terhadap Mahasiswa Pengkritik UKT

Rektor Unri Ternyata Belum Cabut Laporan Polisi terhadap Mahasiswa Pengkritik UKT

Regional
Prakiraan Cuaca Pekanbaru Hari Ini Jumat 10 Mei 2024, dan Besok : Siang ini Hujan Petir

Prakiraan Cuaca Pekanbaru Hari Ini Jumat 10 Mei 2024, dan Besok : Siang ini Hujan Petir

Regional
Maju Pilkada 2024, Petani di Sikka Daftar Cawabup di 2 Partai

Maju Pilkada 2024, Petani di Sikka Daftar Cawabup di 2 Partai

Regional
Jelang Penutupan Pendaftaran Pilkada Semarang di PDI-P, Mbak Ita Bertolak ke Jakarta

Jelang Penutupan Pendaftaran Pilkada Semarang di PDI-P, Mbak Ita Bertolak ke Jakarta

Regional
Pelajar SMK Ditemukan Tewas di Pinggir Jalan, Awalnya Dikira Korban Kecelakaan, Ternyata Dibunuh Teman

Pelajar SMK Ditemukan Tewas di Pinggir Jalan, Awalnya Dikira Korban Kecelakaan, Ternyata Dibunuh Teman

Regional
Pernah Viral karena Nasi Goreng, Ade Bhakti Akan Ambil Formulir Pendaftaran Pilkada Semarang di PDI-P

Pernah Viral karena Nasi Goreng, Ade Bhakti Akan Ambil Formulir Pendaftaran Pilkada Semarang di PDI-P

Regional
Awal Mula Rektor Unri Laporkan Mahasiswanya ke Polisi karena Kritik UKT hingga Laporan Dicabut

Awal Mula Rektor Unri Laporkan Mahasiswanya ke Polisi karena Kritik UKT hingga Laporan Dicabut

Regional
Sempat Dihentikan akibat Protes Kenaikan, Registrasi Mahasiswa Baru Unsoed Kembali Dibuka

Sempat Dihentikan akibat Protes Kenaikan, Registrasi Mahasiswa Baru Unsoed Kembali Dibuka

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com