Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kawasan yang Dikenal Liar Itu Kini Menjadi Kampung Mural

Kompas.com - 14/02/2018, 06:06 WIB
Kontributor Palembang, Berry Subhan Putra,
Farid Assifa

Tim Redaksi

PALEMBANG, KOMPAS.com - Pemerintah Kota Palembang kembali memperbaiki kawasan kumuh atau tidak terawat. Kali ini perbaikan dilakukan di kawasan Goedang Boencit wilayah 29 Ilir, Kecamatan Ilir Barat II. Sebelumnya, kawasan ini penuh sampah dan binatang liar.

Wali Kota Palembang Harnojoyo mengatakan, kawasan tersebut menjadi destinasi wisata baru dengan warna yang disebut kampung mural Goedang Boencit.

"Lokasi tepat di tepian Sungau Musi. Tepatnya di dekat jembatan Musi VI ditambah deretan warna-warni tembok bangunan, dihiasi gambar dan lukisan 3 dimensi," papar Harnojoyo, Selasa (13/2/2018).

Lanjutnya, salah satu produse cat, Dulux bersedia mewarnai kampung ini untuk memotivasi masyarakat sekitar agar berbuat baik kepada alam mereka sendiri.

"Ini upaya kami memanjakan masyarakat dengan destinasi wisata baru. Tempatnya indah, silakan manfaatkan tempat ini. Jangan lupa, jaga fasilitasnya," pesan Harnojoyo.

Baca juga : Kampung Pelangi di Pangkalan Bun untuk Ajang Nostalgia

Wali Kota Palembang ini juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak telah membantu menjadikan kampung mural Goedang Boencit ini.

"Terima kasih kepada pemilik lahan Pak Taslim yang merelakan lahannya untuk dijadikan tempat wisata, terima kasih juga kepada Dulux yang membuat kampung ini lebih berwarna, dan juga kepada Pak Iwan Harda yang memelopori dibukanya lokasi ini," ucapnya.

Sementara itu, salah satu warga RT 09 Kelurahan 29 Ilir, Yani (34) mengaku senang dengan keberadaan kampung mural ini.

Baca juga : Setelah Kampung Warna-warni dan Tridi, Kini Ada Kampung Biru Arema

"Senang sekali kami. Dulu boro-boro mau ke sini, lewat saja takut, karena banyak ular dan biawaknya. Sekarang setiap hari kami nongkrong di sini, bagus pokoknya," katanya.

Kompas TV Julukan kampung kumuh yang identik dengan kotor, ternyata dengan warganya saling bahu-membahu untuk berubah ke arah yang lebih baik.
Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com