Menakar Elektabilitas Figur dan Kekuatan Parpol di Pilkada Jawa Barat Halaman 1 - Kompas.com

Menakar Elektabilitas Figur dan Kekuatan Parpol di Pilkada Jawa Barat

Kompas.com - 27/01/2018, 09:06 WIB
Bakal calon gubernur Jawa Barat, yakni (ki-ka) Ridwan Kamil, Deddy Mizwar, Sudrajat, dan Tb Hasanuddin.ANTARA FOTO Bakal calon gubernur Jawa Barat, yakni (ki-ka) Ridwan Kamil, Deddy Mizwar, Sudrajat, dan Tb Hasanuddin.

PROVINSI Jawa Barat akan menggelar pemilihan gubernur dan wakil gubernur pada tahun ini, bersama-sama dengan Provinsi Jawa Tengah, Jawa Timur, Sumatera Utara, dan banyak daerah lainnya. Sudah empat pasang calon gubernur dan wakil gubernur yang mendaftar ke KPU Provinsi Jawa Barat.

Berdasarkan urutan waktu pendaftaran, pasangan tersebut adalah Ridwal Kamil dengan Uu Ruzhanul Ulum yang digawangi oleh koalisi empat partai politik, yaitu Partai Nasdem, Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura), dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

Selanjutnya adalah Pasangan Deddy Mizwar dan Dedi Mulyadi yang didorong oleh Partai Demokrat dan Partai Golongan Karya (Golkar).

Sementara Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), Partai Keadilan Sejahtera (PKS), dan Partai Amanat Nasional (PAN) mendukung pasangan Sudrajat dan Ahmad Syaikhu.

Adapun Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) yang bisa mengusung pasangan calon tanpa koalisi merekomendasikan pasangan Tubagus Hasanuddin dan Anton Charliyan.

Rupanya komposisi figur dan koalisi parpol ini bukan merupakan komposisi yang ideal bagi para pihak yang akan bertarung di Pilkada Jabar 2018 ini mengingat sejak sekitar setahun yang lalu, para kandidat dan partai politik sudah melakukan gerakan-gerakan untuk dapat menyusun komposisi paling ideal menurut perspektifnya masing-masing.

Sebagai contoh, Deddy Mizwar yang dikenal dekat dengan kelompok masyarakat Islam yang selanjutnya tergabung dalam kelompok 212 digadang-gadang akan dipasangkan dengan Ahmad Syaikhu yang merupakan Ketua DPW PKS Jawa Barat.

Sepanjang perjalanannya, Deddy Mizar juga terpantau sangat dekat dengan Gerindra sehingga publik percaya bahwa pasangan ini akan menjadi representasi "koalisi permanen" Gerindra, PKS, dan PAN. Meski ternyata di waktu-waktu terakhir Gerindra merekomendasikan nama Sudrajat, bukannya Deddy Mizwar untuk menjadi figur yang akan didampingi oleh Ahmad Syaikhu.

Begitu juga dengan Ridwan Kamil yang berusaha keras meminang Golkar dan menyatakan bahwa dirinya berharap bisa berpasangan dengan Daniel Muttaqien Syafiuddin.

Meski sempat diumumkan bahwa Partai Golkar merekomendasikan pasangan Ridwan Kamil dan Idrus Marham, Golkar akhirnya mencabut dukungan dari Ridwan Kamil dan menyerahkannya pada Dedi Mulyadi yang merupakan orang nomor satu di Golkar Jawa Barat.

Golkar yang menarik dukungan dari Ridwan Kamil akhirnya berkoalisi dengan Partai Demokrat yang diwakili oleh Deddy Mizwar. Deddy Mizwar memang merupakan anggota Partai Demokrat yang baru saja bergabung pasca-keputusan Gerindra dan PKS yang tidak memberikan rekomendasi pada dirinya.

PDI-P yang sejak awal seperti kebingungan menentukan sikap terkait pasangan calon yang akan didukung akhirnya menyerahkan amanat kepada Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Barat Tb Hasanuddin yang berpasangan dengan mantan Kapolda Jawa Barat, Anton Charliyan.

Konstelasi yang dinamis di Jawa Barat tentu sangat dipengaruhi oleh konsiderasi para pengurus partai politik di tingkat pusat. Dinamika ini akhirnya mengerucut pada komposisi empat pasang calon tersebut. Pertimbangan setiap pihak ini nampak sangat terkait dengan strategi pemenangan Pemilu 2019 yang akan digelar tahun depan.

Jawa Barat dengan jumlah daftar pemilih tetap (DPT) sebanyak hampir 33 juta orang merupakan provinsi dengan jumlah pemilih terbesar. Hal ini menjadikan Jawa Barat menjadi provinsi strategis yang harus dikuasai untuk dijadikan modal politik dalam menghadapi Pemilu 2019.

Oleh karena itu, dapat dimengerti jika Pilkada Jabar tidak hanya menjadi ajang kompetisi lokal tetapi juga menjadi panggung pertarungan elite-elite nasional.

Mengamati komposisi yang tersaji hingga hari ini, saya melihat kekuatan para kontestan tersebut dari tiga aspek, yaitu figur, parpol, dan isu.

Aspek kekuatan figur dilihat dari tingkat elektabilitas yang diukur oleh lembaga-lembaga survei politik, sementara aspek kekuatan parpol dihitung dari perolehan suara yang dikonversi kursi di DPRD Provinsi Jawa Barat. Adapun aspek isu memperhatikan dikotomi kota-desa, nasionalis-Islamis, dan global-lokal.

Kekuatan figur

Pasca-pendaftaran pasangan calon belum ditemukan lagi publikasi hasil survei elektabilitas. Namun, seperti diketahui bersama bahwa hampir semua lembaga survei mengumumkan temuan bahwa Ridwan Kamil dan Deddy Mizwar menempati urutan pertama dan kedua, disusul oleh Dedi Mulyadi di urutan ketiga.

Tentu harus diukur tingkat keterpilihan para figur setelah dipasangkan. Elektabilitas tiap figur secara personal tentu akan dipengaruhi oleh pasangannya sehingga didapatkan angka elektabilitas pasangan. Seperti yang sudah disampaikan, hingga saat ini penulis belum menerima adanya publikasi hasil survei elektabilitas pasangan calon.


Page:
Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
EditorLaksono Hari Wiwoho
Komentar

Terkini Lainnya

Alasan Penggalangan Dana Kampanye Ridwan Kamil Diadakan di Jakarta

Alasan Penggalangan Dana Kampanye Ridwan Kamil Diadakan di Jakarta

Megapolitan
Andro Si K9 Milik Bea Cukai Kelelahan Mengendus Kapal  Win Long BH 2998

Andro Si K9 Milik Bea Cukai Kelelahan Mengendus Kapal Win Long BH 2998

Regional
Diduga Terima Suap dari Calon Bupati, Ketua Panwaslu dan Anggota KPU Ditangkap

Diduga Terima Suap dari Calon Bupati, Ketua Panwaslu dan Anggota KPU Ditangkap

Regional
'Megawati Rombak Tradisi Ketum Partai Otomatis Capres'

"Megawati Rombak Tradisi Ketum Partai Otomatis Capres"

Nasional
India Wacanakan Layanan Bedah Plastik Gratis bagi Warga Miskin

India Wacanakan Layanan Bedah Plastik Gratis bagi Warga Miskin

Internasional
Indonesia Mini di 'Kampus Toleransi' Salatiga

Indonesia Mini di "Kampus Toleransi" Salatiga

Regional
Buka Festival Shalawat, Jokowi Ajak Umat Jaga Kedamaian di Tahun Politik

Buka Festival Shalawat, Jokowi Ajak Umat Jaga Kedamaian di Tahun Politik

Regional
Berdagang di Atas Trotoar Tanah Abang, PKL Kesal Ditertibkan Satpol PP

Berdagang di Atas Trotoar Tanah Abang, PKL Kesal Ditertibkan Satpol PP

Megapolitan
Lebih dari 1.000 Perempuan ISIS Berpotensi Kembali ke Eropa

Lebih dari 1.000 Perempuan ISIS Berpotensi Kembali ke Eropa

Internasional
Pengendara Moge yang Terobos Pintu Tol Diduga Idap Skizofrenia

Pengendara Moge yang Terobos Pintu Tol Diduga Idap Skizofrenia

Regional
Gelar 'Gala Dinner' di Kemayoran, Ridwan Kamil Kumpulkan Rp 1,2 Miliar

Gelar "Gala Dinner" di Kemayoran, Ridwan Kamil Kumpulkan Rp 1,2 Miliar

Megapolitan
Aparat Gabungan Belum Temukan Bukti Narkotika di Kapal Win Long BH 2988

Aparat Gabungan Belum Temukan Bukti Narkotika di Kapal Win Long BH 2988

Regional
Penyebar Ujaran Kebencian Antar-suku di Medsos Ditangkap Bersama Ponsel dan SIM Card

Penyebar Ujaran Kebencian Antar-suku di Medsos Ditangkap Bersama Ponsel dan SIM Card

Regional
Kapolri Perintahkan Jajarannya untuk Silaturahmi dengan Persatuan Islam.

Kapolri Perintahkan Jajarannya untuk Silaturahmi dengan Persatuan Islam.

Regional
Mabes Polri Kirim Helikopter untuk Pengamanan Pilkada Sulawesi Selatan

Mabes Polri Kirim Helikopter untuk Pengamanan Pilkada Sulawesi Selatan

Regional

Close Ads X