Kurangi Impor Sapi, Pulau Ini Akan Jadi Peternakan Sapi Terbesar di Indonesia - Kompas.com

Kurangi Impor Sapi, Pulau Ini Akan Jadi Peternakan Sapi Terbesar di Indonesia

Kontributor Batam, Hadi Maulana
Kompas.com - 07/12/2017, 13:11 WIB
Gugusan Pulau Lingga dari ketinggian. Kabupaten Lingga yang berada di ujung paling selatan Kepulauan Riau memiliki 604 pulau besar dan kecil. Sebanyak 98 pulau di antaranya sudah berpenghuni dan sisanya sekitar 506 pulau masih kosong.KOMPAS.COM/HADI MAULANA Gugusan Pulau Lingga dari ketinggian. Kabupaten Lingga yang berada di ujung paling selatan Kepulauan Riau memiliki 604 pulau besar dan kecil. Sebanyak 98 pulau di antaranya sudah berpenghuni dan sisanya sekitar 506 pulau masih kosong.

BATAM, KOMPAS.com - Pemerintah Kabupaten Lingga, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), berencana membuat pulau karantina untuk menekan impor sapi dari Australia. Lokasi karantina itu nantinya akan ditempatkan di Pulau Bakung.

"Sudah saatnya Lingga maju, dijadikannya Pulau Bakung sebagai pulau karantina didasari kajian ilmiah dari Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada (UGM) yang menyatakan daya dukung lahan untuk penyediaan hijauan pakan dan pasokan air bersih cukup memadai di pulau itu," kata Bupati Lingga, Alias Wello, Kamis (7/12/2017).

Awe, begitu sapaan akrabnya, mengatakan, Pulau Bakung memiliki luas wilayah 5.716 hektar dan memiliki kondisi geografis yang cukup strategis karena berada di lintasan pelayaran domestik dan internasional.

"Posisinya yang berbatasan langsung dengan Kota Batam, Singapura, dan Malaysia merupakan keunggulan komparatif yang dimiliki Pulau Bakung. Bahkan berdasarkan keterangan Distrik Navigasi Kelas 1 Tanjungpinang, alur pelayaran di sekitar perairan Pulau Bakung memiliki kedalaman 18 meter dan layak dilalui, serta disinggahi kapal-kapal besar pengangkut sapi," terangnya.

Hal senada juga diungkapkan Wakil Ketua Badan Legislasi DPR RI, Firman Soebagyo, yang mengatakan bahwa ketergantungan terhadap impor sapi dari negara Australia hanya bisa dilepas jika Indonesia berani membangun pulau karantina sebagaimana diamanahkan oleh Undang-Undang Nomor 41 Tahun 2014 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan.

"Kalau pemerintah tidak berani mengambil keputusan membangun pulau karantina, maka kita tidak akan pernah terbebas dari ketergantungan impor sapi dari Australia," kata Firman di Batam, Kamis.

Anggota Komisi IV DPR RI dari daerah pemilihan Jawa Tengah ini mengaku salut dan memberi apresiasi kepada Bupati Lingga Alias Wello atas keberaniannya memprakarsai pembangunan pulau karantina di Pulau Bakung, yaitu di Desa Pasir Panjang dan Desa Tanjung Kelit, Kecamatan Senayang, demi kepentingan bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

"Bagaimana kita mau swasembada daging atau mencapai target lumbung pangan dunia kalau pulau karantina saja kita tidak punya," ucap Firman.

Menurut Firman, pulau karantina ini sangat berperan menampung sapi impor dari zona dengan harga murah untuk dilakukan tindakan karantina.

Sebagaimana diketahui, Kabupaten Lingga yang berada di ujung paling selatan Kepulauan Riau memiliki 604 pulau besar dan kecil. Sebanyak 98 pulau di antaranya sudah berpenghuni dan sisanya sekitar 506 pulau masih kosong.

PenulisKontributor Batam, Hadi Maulana
EditorErwin Hutapea
Komentar

Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM