Soal Temuan Bakso Mengandung Tikus, Pengusaha di Nunukan Protes - Kompas.com

Soal Temuan Bakso Mengandung Tikus, Pengusaha di Nunukan Protes

Kontributor Nunukan, Sukoco
Kompas.com - 15/11/2017, 13:50 WIB
Staf Dinas Kesehatan Kabupaten Nunukan memperlihatkan sampel daging ayam dan bakso dari salah satu rumah makan di Nunukan. Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan  Provinsi Kalimantan Utara menyebutkan ditemukannya kandungan daging tikus dalam olahan bakso di Nunukan. KOMPAS.com/SUKOCO Staf Dinas Kesehatan Kabupaten Nunukan memperlihatkan sampel daging ayam dan bakso dari salah satu rumah makan di Nunukan. Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kalimantan Utara menyebutkan ditemukannya kandungan daging tikus dalam olahan bakso di Nunukan.

NUNUKAN, KOMPAS.com — Pengusaha bakso di Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, memprotes hasil laboratorium Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kalimantan Utara yang menyebut ditemukan kandungan daging tikus dalam olahan bakso di Nunukan.

Irawan, juru bicara pengusaha bakso dan penggilingan daging Arema, menanyakan surat edaran yang dikeluarkan dinas tersebut yang menyebutkan tiga jenis sampel bakso dengan kode sampel nomor 20, 211, dan 22 dari jenis uji positif teridentifikasi spesies tikus.

Dia juga menanyakan ketidakjelasan alamat dari sampel bakso yang diambil.

"Suratnya ditujukan kepada pemilik bakso Malang. Di sini tidak ada namanya bakso Malang," ujar Irawan, Rabu (15/11/2017).

Ketidakjelasan pemilik sampel bakso itu membuat Irawan menyangsikan hasil uji laboratorium. Surat yang dikeluarkan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kalimantan Utara menyebutkan, pemeriksaan tiga sampel bakso dilakukan pada tanggal 29 September 2017 oleh Balai Veteriner Banjarbaru.

Bahkan, Irawan meminta sejumlah dinas yang melakukan sidak agar menguji ulang pentol bakso hasil olahan mereka. Dia mengaku, daging yang digiling di penggilingannya dipastikan dari daging sapi yang dipelihara sendiri.

"Dagingnya kami sembelih sendiri, apa namanya tidak bunuh diri kalau kami mau macam-macam. Usaha ini sudah lama," imbuh dia.

Baca juga: Terindikasi Pakai Daging Babi, Satu Warung Bakso Ditutup

Sejumlah instansi Pemerintah Kabupaten Nunukan, seperti Dinas Kesehatan, Dinas Pertanian dan Peternakan, Dinas Perizinan, serta Satpol PP, menggelar razia di rumah makan dan warung bakso terkait terbitnya surat dari Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kalimantan Utara.

Selain memeriksa proses memasak, tim itu juga mengambil sejumlah sampel untuk diuji di laboratorium. Sayangnya, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Nunukan enggan memberikan komentar terkait pemeriksaan tersebut.

Isu temuan daging tikus pada pentol bakso membuat omzet penjualan bakso di Nunukan menurun. Beberapa hari sebelumnya beredar info di media sosial tentang pentol bakso daging tikus.

"Penjualan menurun, tetapi kami jelaskan, bagi yang ragu silakan lihat sendiri bahan yang kami sediakan," ucap Irawan.

Kompas TV Bakso Beranak Aneka Rasa

PenulisKontributor Nunukan, Sukoco
EditorErwin Hutapea
Komentar

Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM