Baje Bandong dan Tenun Mamasa Dipamerkan di Surabaya - Kompas.com

Baje Bandong dan Tenun Mamasa Dipamerkan di Surabaya

Kontributor Surabaya, Achmad Faizal
Kompas.com - 11/11/2017, 20:15 WIB
Produk kuliner Kolaka Utara, Baje Bandong dipamerkan dalam Kemilau Sulawesi 2017 di SurabayaKOMPAS.com/Achmad Faizal Produk kuliner Kolaka Utara, Baje Bandong dipamerkan dalam Kemilau Sulawesi 2017 di Surabaya

SURABAYA, KOMPAS.com - Enam Pemerintah Provinsi di Sulawesi menggelar promosi wisata di Surabaya selama dua hari hingga Minggu (12/11/2017). Tak hanya produk wisata yang dipamerkan, tapi juga produk khas unggulan makanan dan produk busana.

Salah satu produk makanan ringan khas yang dipamerkan adalah Baje Bandong khas Kolaka Utara, Sulawesi Tenggara. Jajanan yang diolah dari beras ketan, parutan kepala dan gula itu biasa dikonsumsi warga Kolaka saat santai di rumah bersama keluarga.

"Semacam cemilan untuk santai-santai di rumah," kata Sri Rejeki, anggota Dekranasda Kolaka Utara di lokasi pameran, Sabtu (11/11/2017).

Selain Baje Bandong, juga dipamerkan produk tenun khas Toraja Barat, yakni Tenun Mamasa. Tenun Mamasa adalah produk tenun khas suku Mamasa Toraja Barat yang biasa dikenakan untuk bahan busana pria dan wanita.

Baca juga : Semarang Dinilai Berkontribusi Optimal bagi Dekranasda Jawa Tengah

Syahrudin Huldrin, Kepala Dinas Pariwisata, Sulawesi Utara, mengatakan, pihaknya sengaja membidik Jawa Timur untuk promosi wisata bertema "Kemilau Sulawesi" 2017, karena beberapa alasan. 

Antara lain, penduduk Jatim adalah penduduk provinsi terbanyak kedua setelah Jawa Barat, sekaligus memiliki potensi perekonomian yang bagus.

"Selain itu, infrastruktur transportasi dari Surabaya ke seluruh bandara di Sulawesi sudah ada. Penerbangan hanya sekitar 1 jam," jelasnya.

Menurut Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara, Kementerian Pariwisata, Esthy Reko Astuti, Kemilau Sulawesi sebagai upaya pemerintah meningkatkan kunjungan wisata nusantara atau wisata dalam negeri.

Hingga Agustus 2017, pergerakan wisata nusantara tembus 200 juta pergerakan dari proyeksi 180 juta pergerakan.

"Kami ingin buat citra positif untuk wisata dalam negeri, dan distribusi wisata nusantara yang merata ke seluruh pelosok tanah air," jelasnya.

Kemilau Sulawesi 2017 digelar di Atrium Royal Plaza Surabaya 11 dan 12 November. Selain menghadirkan produk wisata 6 provinsi yakni Sulawesi Selatan, Tengah, Barat, Tenggara, Utara, dan Provinsi Gorontalo, juga dihadirkan produk wisata dari 23 kabupaten dan kita se Pulau Sulawesi.

Kompas TV Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Selatan didampingi Bupati Kabupaten Barru melakukan uji coba kereta api di Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan.

PenulisKontributor Surabaya, Achmad Faizal
EditorAprillia Ika

Komentar

Terkini Lainnya


Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM