Bantuan Makanan Disiapkan untuk Ribuan Warga yang Disandera Kelompok Kriminal Bersenjata - Kompas.com

Bantuan Makanan Disiapkan untuk Ribuan Warga yang Disandera Kelompok Kriminal Bersenjata

Kontributor Jayapura, Jhon Roy Purba
Kompas.com - 11/11/2017, 19:44 WIB
Anggota Timsus Brimob Polda Papua dan sejumlah anggota Polres Tembagapura yang menembak ke arah kelompok kriminal bersenjata di Tembagapura, Minggu (29/10/2017).handout/Humas Polda Papua Anggota Timsus Brimob Polda Papua dan sejumlah anggota Polres Tembagapura yang menembak ke arah kelompok kriminal bersenjata di Tembagapura, Minggu (29/10/2017).

JAYAPURA, KOMPAS.com - Sebanyak dua kontainer bahan makanan dibagikan kepada masyarakat di Kecamatan Tembagapura, Kabupaten Mimika, Papua, yang terisolasi akibat ulah Kelompok Kriminal Bersenjata yang ada di sekitar area Freeport, Papua, Sabtu (11/11/2017) siang.

Bantuan makanan dari Pemerintah Daerah Mimika diserahkan melalui aparat penegak hukum yang bertugas dalam operasi Satgas Terpadu. Sembako itu pun kemudian didistribusikan ke masyarakat melalui aparat kampung yang bertugas di sana.

Kepala Kampung Banti, Yohanes Yamany meminta agar KKB memberikan akses kepada masyarakat untuk pergi ke Tembagapura mengambil bahan makanan yang sudah disiapkan oleh pemerintah daerah, sehingga mereka tidak kelaparan.

"Jalan ke Kampung Banti sama sekali diblokade oleh kelompok ini. Situasi di sana sangat memprihatinkan. Bahan makanan sudah mulai habis dan kondisi kesehatan masyarakat dapat terjaga dengan baik, apalagi banyak warganya yang masih anak-anak yang mudah terserang penyakit," kata Yohanes didampingi Kepala Kampung Obitawak, Siprianus Omabak.

Sejumlah tokoh masyarakat Tomy Yawang berharap agar permasalahan di Tembagapura cepat selesai, dan masyarakat dapat melaksanakan aktivitas seperti biasanya, bertani dan kegiatan lainnya. Putra-putri mereka pun bisa kembali bersekolah seperti biasanya.

"Jangan sampai warga kelaparan, saya siap menunggu kapan sembako yang ada ini akan diambil, besok pun kami menunggu," kata Kepala Distrik Tembaga, Martinus Nugoba yang meninjau kehadiran bahan makanan yang sementara ini disimpan di Polsek Tembagapura.

Baca juga : TNI Menilai Senjata KKB di Papua Berstandar Militer

Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol Ahmad Mustofa Kamal mengatakan, aparat kepolisian dibantu TNI masih melakukan persuasif agar situasi di Distrik Tembagapura kembali normal.

Bahkan, hari ini satgas terpadu TNI-Polri membagikan bahan makanan dari Pemda Mimika kepada warga yang terisolasi.

"Kami berharap dengan semua pihak harus menjaga keselamatan masyarakat baik dari intimidasi maupun kelaparan. Maka kami berharap KKB membuka akses jalan dari Banti ke Tembagapura agar masyarakat dapat mengambil sembako yang sudah tersedia di samping Polsek Tembagapura," harap Kamal.

Kamal menambahkan, pihaknya tak akan melakukan evakuasi masyarakat di sana apabila kelompok ini meninggalkan kedua kampung tersebut dan menyerahkan diri.

"Kampung itu milik masyarakat, buat apa kita evakuasi kalau kelompok ini pergi. Tapi kita sudah siap untuk mengantisipasi hal yang tak diinginkan, yakni strategi apabila evakuasi harus dilakukan, termasuk kendaraan sudah di-stand by-kan," katanya.

Sebelumnya, Kapolda Papua Irjen Pol Boy Rafli Amar mengungkapkan ada 1.300 orang dari dua kampung, yakni Kampung Kimbely dan Kampung Banti, Kecamatan Tembagapura, Kabupaten Mimika, Papua, dilarang oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) keluar dari kampung mereka.

“Saat ini di Kampung Kimbely terdapat sekitar 300-an warga mayarakat non Papua yang sebelumnya bekerja sebagai pendulang emas dan pedagang, oleh KKB dilarang bepergian keluar kampung tersebut. Lalu di Kampung Banti ada 1.000 orang masyarakat lokal yang juga diintimidasi mereka," ungkap Boy.

Baca juga : Satu Korban Penculikan Kelompok Kriminal Bersenjata di Papua Ditemukan Tewas

Mantan kapolda Banten itu menegaskan, saat ini petugas Polri bersama unsur TNI sedang berupaya melakukan langkah-langkah persuasif dan preventif agar masyarakat bisa terbebaskan dari intimidasi dan ancaman kelompok kriminal bersenjata.

“Kalau untuk informasi disekap belum ada, hanya dilarang keluar daerah itu. Informasinya sementara kondisi masyarakat masih dalam kondisi cukup baik. Saat ini Tim Satgas Terpadu TNI-Polri masih melakukan upaya di lapangan,” tegasnya.

Kompas TV 21 DPO itu kini diduga menguasai sejumlah perkampungan di dekat Kota Tembagapura seperti Utikini, Kimbeli, dan Banti.

PenulisKontributor Jayapura, Jhon Roy Purba
EditorFarid Assifa
Komentar

Terkini Lainnya

Terpopuler: Novanto Diperiksa, Anggaran DKI Naik, dan Rokok Elektrik

Terpopuler: Novanto Diperiksa, Anggaran DKI Naik, dan Rokok Elektrik

Nasional
DPRD DKI Minta Penjelasan Anies soal Kenaikan Dana Operasional RT/RW

DPRD DKI Minta Penjelasan Anies soal Kenaikan Dana Operasional RT/RW

Megapolitan
Nazaruddin Siap Bantu KPK dalam Kasus yang Menjerat Setya Novanto

Nazaruddin Siap Bantu KPK dalam Kasus yang Menjerat Setya Novanto

Nasional
Berita Terpopuler: Kota di Indonesia Terancam Pencairan Es Kutub, Hingga Malapetaka Zimbabwe

Berita Terpopuler: Kota di Indonesia Terancam Pencairan Es Kutub, Hingga Malapetaka Zimbabwe

Internasional
Ini Kolam Air Mancur DPRD DKI yang Akan Direnovasi hingga Rp 620 Juta

Ini Kolam Air Mancur DPRD DKI yang Akan Direnovasi hingga Rp 620 Juta

Megapolitan
Selasa Siang, MKD dan 10 Fraksi DPR Duduk Bareng Bahas Nasib Novanto

Selasa Siang, MKD dan 10 Fraksi DPR Duduk Bareng Bahas Nasib Novanto

Nasional
Akhir Hidup Kuda Delman yang Patah Tulang Kaki di Sarinah...

Akhir Hidup Kuda Delman yang Patah Tulang Kaki di Sarinah...

Megapolitan
Terpidana Mati Edarkan Ekstasi Libatkan Ibunya yang Berusia 72 Tahun

Terpidana Mati Edarkan Ekstasi Libatkan Ibunya yang Berusia 72 Tahun

Regional
Kejagung Tahan Tersangka Kasus Pertamina Edward Seky Soeryadjaya

Kejagung Tahan Tersangka Kasus Pertamina Edward Seky Soeryadjaya

Nasional
Beda Cara Ahok dan Anies Perlakukan Tim Gubernur Bentukan Jokowi...

Beda Cara Ahok dan Anies Perlakukan Tim Gubernur Bentukan Jokowi...

Megapolitan
Seorang Pria Aktivis Lingkungan Ditangkap karena Perkosa 9 Remaja Laki-laki

Seorang Pria Aktivis Lingkungan Ditangkap karena Perkosa 9 Remaja Laki-laki

Regional
Dharma Jaya Tak Dapat PMD, Pemegang KJP Tak Lagi Dapat Daging Murah?

Dharma Jaya Tak Dapat PMD, Pemegang KJP Tak Lagi Dapat Daging Murah?

Megapolitan
'Undangannya Sederhana, Harganya Murah, yang Beda Cuma Ulosnya Saja'

"Undangannya Sederhana, Harganya Murah, yang Beda Cuma Ulosnya Saja"

Regional
Hujan Deras Berpotensi Guyur Depok dan Bogor

Hujan Deras Berpotensi Guyur Depok dan Bogor

Megapolitan
Satu Penambang Tewas Tertimpa Longsoran Tebing Batu di Kebumen

Satu Penambang Tewas Tertimpa Longsoran Tebing Batu di Kebumen

Regional

Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM