Survei Media: Nilai Rapor Kinerja Tahun Ketiga Pemerintahan Jokowi 7,7 - Kompas.com

Survei Media: Nilai Rapor Kinerja Tahun Ketiga Pemerintahan Jokowi 7,7

Reni Susanti
Kompas.com - 20/10/2017, 08:14 WIB
Presiden Joko Widodo saat mengunjungi Lombok Epicentrum Mal, Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, Kamis (19/10/2017) malam.Fabian Januarius Kuwado Presiden Joko Widodo saat mengunjungi Lombok Epicentrum Mal, Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, Kamis (19/10/2017) malam.

BANDUNG, KOMPAS.com - Riset Indonesia Indicator (I2) menyimpulkan, nilai rapor kinerja Presiden Joko Widodo pada tahun ketiga masa pemerintahannya di mata media massa lokal dan nasional selama Oktober2016-Oktober 2017 mencapai 7,7 dari penilaian 0-10.

“Angka tersebut didasarkan atas framing sentimen judul pemberitaan media. Angka 7,7 berasal dari penjumlahan sentimen netral dan positif, dikurangi sentimen negatif dari seluruh judul pemberitaan Jokowi,” ujar Direktur Komunikasi I2, Rustika Herlambang dalam rilis yang diterima Kompas.com, Jumat (20/10/2017). 

 

Menurut Rustika, sebuah judul mencerminkan sebuah angle berita. Sementara angle berita adalah sudut pandang media terhadap sebuah peristiwa tertentu.

Riset ini untuk melihat bagaimana media memberikan angle terhadap segala hal mengenai aktivitas, kebijakan, langkah yang dilakukan, hingga pembicaraan figur lain terhadap Jokowi.

"Secara keseluruhan, judul pemberitaan media menunjukkan sentimen positif netral sebesar 77 persen, dan negatif sebesar 23 persen, dari angka 1-100, atau 7,7 dalam skala 1-10,” ungkap Rustika.

(Baca juga: Pemerintahan Jokowi dalam Sorotan Media Asing)

Secara umum, dalam satu tahun terakhir ini Jokowi memperoleh penilaian yang cukup positif dari media. Hal itu, terlihat dari sentimen media yang lebih banyak menampilkan apresiasi sebesar 36 persen kepada Presiden dibanding yang menilai sebaliknya 23 persen.

"Dengan demikian, terdapat positive centiment gap di media sebesar 13 persen. Sementara itu, sentimen pemberitaan media yang tergolong netral mencapai 41 persen. Sentimen semacam ini sesungguhnya menggambarkan bahwa suara publik yang diwakili media masih menaruh harapan pada presiden," kata Rustika.

Positive centiment gap ini juga meningkat dari minus 5 di tahun 2015, 10 di tahun 2016, dan 15 di tahun 2017 hingga Oktober ini.

Polkam mendominasi

Sepanjang tahun ketiga, pemberitaan mengenai Jokowi pada 1.420 media daring nasional mencapai 409.887 berita. Rata-rata pemberitaan mengenai Jokowi, sebanyak 34.158 berita per bulan.

Dibanding tahun-tahun sebelumnya, pemberitaan terbilang relatif stabil dalam setahun terakhir.

Menurut Rustika, kestabilan ini juga menunjukkan bahwa dari sisi pemberitaan, Jokowi dianggap mampu untuk menjaga situasi negara dengan baik, meskipun terjadi banyak peristiwa politik, khususnya, yang terjadi di sepanjang tahun ketiga.

Dari seluruh pemberitaan mengenai Jokowi dalam satu tahun terakhir, isu polkam mengambil porsi yang lebih besar yakni mencapai 39 persen, dibanding isu ekonomi 31 persen, hukum 17 persen, dan sosial budaya 13 persen.

Dominasi pemberitaan ini, tutur Rustika, bergeser dari 2015 yang pada awalnya lebih banyak diisi oleh berbagai isu di bidang ekonomi.

(Baca juga: Wali Kota Medan Ditegur Jokowi, Perbaikan Jalan Rusak Dikerjakan Siang Malam)

Seperti terlihat melalui 10 isu terbesar yang muncul setahun terakhir adalah aksi demonstrasi, safari politik, pemberantasan korupsi, infrastruktur, pilkada, investasi, pariwisata, pendidikan, serta penegakan HAM.

Kuatnya isu politik dan keamanan ini juga ditunjukkan melalui 10 nama terbesar yang paling banyak dikaitkan dengan Jokowi, 9 di antaranya berurusan dengan wilayah politik keamanan.

Mereka adalah Basuki Tjahaja Purnama, Jusuf Kalla, Tito Karnavian, Gatot Nurmantyo, Susilo Bambang Yudhoyono, Pramono Anung, Wiranto, Pratikno, dan Megawati Soekarnoputri. Satu nama lainnya adalah Iriana Joko Widodo.

Sementara itu, pengembangan infrastruktur, investasi, dan pariwisata merupakan isu-isu bidang ekonomi yang masuk dalam 10 isu terbesar mengenai Jokowi.

Berbeda dengan isu di Polkam, bidang ekonomi mengambarkan penilaian yang cenderung positif dari media.

"Ada semacam harapan yang muncul di media bahwa Jokowi dapat menata ekonomi Indonesia—sekalipun problematika yang terbentang tergolong tidak ringan," ujar Rustika.

Hal yang menarik adalah masuknya nama Arief Yahya sebagai satu-satunya dari 10 influencers terbesar Jokowi yang berasal dari bidang politik keamanan, berada di posisi 5.

Ia bersanding dengan influencers (figur yang paling sering dikutip dalam pemberitaan Jokowi) lain dengan urutan sebagai berikut: Gatot Nurmantyo, Wiranto, Tito Karnavian, Tjahjo Kumolo, Pramono Anung, Fahri Hamzah, Susilo Bambang Yudhoyono, Retno Marsudi, dan Fadli Zon.

Di sisi hukum, pemberantasan korupsi dan penegakan HAM merupakan salah satu isu yang terus dikawal keberadaannya. Termasuk di antaranya kasus Munir, yang hampir selalu hadir di setiap tahun.

Sementara itu dalam bidang sosial, Jokowi mendapat porsi terbesar terkait dengan pendidikan dan layanan kesehatan.

PenulisReni Susanti
EditorReni Susanti
Komentar

Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM