Tunjangan Transportasi Tidak Dibayar, Guru PAUD Menangis - Kompas.com

Tunjangan Transportasi Tidak Dibayar, Guru PAUD Menangis

Kontributor Nunukan, Sukoco
Kompas.com - 14/09/2017, 16:24 WIB
Sejumlah guru PAUD di Nunukan menangis terharu setwelah mwendapat kepastian tunjangan transportasi 2016 selama 9 bulan yang belum dibayarkan pwemkab akan diusahakan masuk dalam APBD Perubahan. KOMPAS.com/SUKOCO Sejumlah guru PAUD di Nunukan menangis terharu setwelah mwendapat kepastian tunjangan transportasi 2016 selama 9 bulan yang belum dibayarkan pwemkab akan diusahakan masuk dalam APBD Perubahan.

NUNUKAN,KOMPAS.com – Puluhan guru PAUD di Kabupatewn Nunukan, Kalimantan Utara menangis di depan anggota DPRD Nunukan mengadukan nasib tunjangan transportasi yang sudah sejak 2016 tak dibayarkan Dinas Pendidikan Kabupaten Nunukan.

Sekretaris HimPaudi Nunukan Nely Karlina mengatakan, 2016 Pemkab Nunukan hanya membayarkan tunjangan transportasi hanya 3 bulan. Sementara 9 bulan lainnya tidak dibayarkan dengan alasan keuangan pemkab sedang defisit.  Guru PAUD seharusnya mendapatkan tunjangan transportasi sebesar Rp 400.000 per bulan.

"Tahun 2017 juga baru 3 bulan pemkab membayar. Kita tanya ke Dinas Pendidikan katanya uang pemkab tidak ada," ujarnya, Kamis (14/08/2017).

Nely menambahkan, guru PAUD di Nunukan masih bergantung dari uang insentif pemerintah provinsi sebesar Rp 500.000 dan tunjangan transportasi pemerintah daerah Rp 400.000.

Baca juga: Saat Iriana Jokowi Pura-pura Jadi Anak PAUD yang Sedang Merajuk

Menurut dia, 70 persen dari total 700 guru PAUD di Nunukan tidak menerima gaji dari PAUD tempat mereka mengabdi karena minimnya iuran yang dibebankan kepada anak didik.

"Uang iuran PAUD paling rendah Rp 10.000, paling tinggi Rp 50.000. Itupun banyak juga siswa yang tidak ditarik iuran. Para guru PAUD hanya bergantung pada tunjangan yang diberikan pemerintah," sebutnya.

Sementara  Kasi TK dan Paud Dinas Pendidikan Kabupaten Nunukan Iswa mengaku, tunjangan transportasi tahun 2017 sudah dianggarkan sebesar lebih dari Rp 3 miliar dan selama bulan Januari hingga Maret juga terbayarkan.

Dia mengaku heran ketika akan mencairkan tunjangan tersebut bagian keuangan pemerintah daerah justru meminta SPD. "Di RKA ada bahkan 3 bulan sudah terbayar, tetapi ketika kita akan mengajukan anggaran katanya SPDNYA tidak ada. Belum ada penghasilan kas," ujarnya.

Ketua DPRD Nunukan Danni Iskandar yang memimpin rapat dengar pendapat dengan para guru PAUD meminta Dinas Pendidikan Kabupaten Nunukan yang diwakili oleh Kabid Pembinaan memastikan anggaran transportasi bagi guru paud ada tahun 2017 serta memasukkan anggaran tunjangan transportasi bagi guru paud selama 9 bulan yang tidak terbayarkan tahun 2016.

"Sebenarnya anggarannya ada tinggal SPDNYA saja, tinggal tunjangan 2016 yang swembilan bulan untuk dimasukan nanti dalam APBD Pwerubahan," ujarnya.

Kompas TV Orangtua murid di Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Laskar Pelangi di Jember, Jawa Timur, resah. Hal itu karena ada petugas puskesmas setempat membagikan vitamin yang telah kedaluwarsa kepada anak-anak PAUD.

PenulisKontributor Nunukan, Sukoco
EditorErlangga Djumena

Komentar

Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM