Seorang Nenek di Banjarnegara Terluka Parah akibat Diserang Babi Hutan - Kompas.com

Seorang Nenek di Banjarnegara Terluka Parah akibat Diserang Babi Hutan

Kompas.com - 11/09/2017, 21:24 WIB
Masyarakat menangkap babi hutan yang diduga menyerang  Sunarti (60) warga Desa Jlegong RT 2 RW 2 Kecamatan Karangkobar, Banjarnegara, Jawa Tengah, Senin (11/9/2017).KOMPAS.com/Dok Kecamatan Karangkobar Masyarakat menangkap babi hutan yang diduga menyerang Sunarti (60) warga Desa Jlegong RT 2 RW 2 Kecamatan Karangkobar, Banjarnegara, Jawa Tengah, Senin (11/9/2017).

BANJARNEGARA, KOMPAS.com - Seorang warga lanjut usia asal Desa Jlegong, RT 2 RW 2, Kecamatan Karangkobar, Banjarnegara, Jawa Tengah, diserang oleh seekor babi hutan saat tengah mencari rumput di ladang, Senin (11/9/2017).

Korban bernama Sunarti (60) menderita luka parah di lengan, kaki dan perut akibat tertikam taring babi hutan.

Camat Karangkobar Tuslam mengatakan, insiden penyerangan tersebut terjadi sekitar pukul 13.30 WIB. Korban yang tengah merumput itu melihat seekor hewan liar yang biasa disebut warga sekitar dengan nama celeng itu sedang mencari makan di ladangnya.

“Karena kaget, Mbah Sunarti langsung lari, tapi malah dikejar sama celeng,” katanya.

Nahas, tubuh renta Sunarti tidak dapat menghindari serangan babi hutan berukuran satu meter itu. Akibatnya, lengan, kaki dan perutnya mendapat luka cukup parah dan harus dilarikan ke RSUD Anna Lasmanah, Banjarnegara, untuk mendapat perawatan intensif.

“Beruntung anaknya mendengar teriakan Mbah Sunarti, dan datang untuk menolong. Setelah itu warga beramai-ramai memburu babi hutan yang menyerang sampai tertangkap,” ujarnya.

Baca juga: Suraji Sedih 7 Kambing Miliknya Mati Dimangsa Hewan Buas

Tuslam mengungkapkan, selama ini, konflik antara manusia dan hewan liar, terutama babi hutan memang selalu menjadi momok. Tak hanya di Kecamatan Karangkobar, di kecamatan tetangga seperti Kalibening juga hampir tiga kali dalam seminggu selalu ada laporan babi yang turun ke ladang.

Menurut Tuslam, hewan liar tersebut turun untuk mencari makan di ladang. Namun ketika selesai musim tanam dan ketesediaan makanan di ladang menipis, babi-babi hutan ini tidak canggung untuk masuk ke permukiman.

“Saya sudah berkoordinasi dengan polsek dan pemkab, kami usahakan dalam waktu dekat untuk menggiatkan gropyokan memburu babi hutan bersama warga,” katanya.

Baca juga: Diduga Disambar Buaya, Potongan Tubuh Pria Ditemukan di Muara Sungai

Kompas TV Sebuah rekaman pemantau di salah satu vila Kota Kariba, Zimbabwe, merekam peristiwa serangan buaya di kolam renang.


EditorFarid Assifa
Komentar

Terkini Lainnya


Close Ads X