Lumpuh, Seorang Kakek Tewas Terpanggang di Kamar Rumahnya - Kompas.com

Lumpuh, Seorang Kakek Tewas Terpanggang di Kamar Rumahnya

Kontributor Grobogan, Puthut Dwi Putranto Nugroho
Kompas.com - 12/08/2017, 21:04 WIB
Ilustrasi kebakaranShutterstock Ilustrasi kebakaran

GROBOGAN, KOMPAS.com - Kebakaran maut terjadi di Desa Pangkalan, RT 04 RW 02, Kecamatan Karangrayung, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, Sabtu (12/8/2017) siang sekitar pukul 13.30 WIB.

Seorang kakek renta tewas terpanggang di dalam kamar rumahnya. Api telah meluluhlantahkan rumah berukuran 9 meter x 12 meter tersebut. 

Berdasarkan informasi yang dihimpun Kompas.com di lokasi kejadian, sebelum insiden nahas itu terjadi, korban yakni Yaspan (75) sedang berada di rumah sendirian. Anggota keluarga lain diketahui tengah keluar rumah untuk beraktivitas.

Warga mengetahui kebakaran setelah mendengar beberapa bunyi ledakan yang dahsyat.

"Kami dengar bunyi daaarrrrr dan berhamburan keluar. Ternya rumah Mbah Yaspan terbakar," kata Waluyo, warga setempat.

Warga selanjutnya berupaya memadamkan api secara manual. Mereka pun tak bisa mengevakuasi barang-barang berharga termasuk menyelamatkan jiwa Mbah Yaspan.

"Api sudah memenuhi seluruh rumah. Kami hanya bisa menangis karena Mbah Yaspan ada di dalam rumah," ungkap Waluyo.

(Baca: Sengaja Bikin Kebakaran demi Bonus, 15 Petugas Damkar Dibekuk)

Satu diantara anak korban, Siti Munawaroh (40), menjerit histeris begitu mengetahui rumah ayahnya terbakar. Siti langsung berlari dari Mushala menuju rumah ayahnya. 

"Saya baru saja menyuapi bapak karena menderita lumpuh. Saya kemudian keluar rumah untuk salat di mushola hingga kebakaran terjadi. Ya Allah, bapaaakkk," tutur Siti yang masih histeris.

Tiga unit kendaraan pemadam kebakaran didatangkan untuk menjinakan api yang membakar rumah berkonstruksi kayu tersebut. Sekitar kurang lebih satu jam, api baru berhasil dipadamkan.

"Seorang korban meninggal dunia terbakar di kamarnya. Korban diketahui menderita lumpuh. Saat kejadian memang tidak ada orang di rumah kecuali korban. Korban punya anak lima dan sudah tidak tinggal serumah," kata Kapolsek Karangrayung, AKP Sukardi.

Dijelaskan Sukardi, hasil penyelidikan sementara oleh kepolisian, kebakaran itu diduga terjadi karena hubungan arus pendek atau konsleting.

"Kerugian materi puluhan juta. Barang berharga semua ludes. Dugaannya korsleting. Kami turut berduka cita atas kejadian ini," pungkas Sukardi.

Kompas TV Saksi Kunci Korupsi E-KTP Ditemukan Tewas

PenulisKontributor Grobogan, Puthut Dwi Putranto Nugroho
EditorSabrina Asril
Komentar