Jembatan Jebol, Akses Darat Lintas Provinsi Sulawesi Terganggu - Kompas.com

Jembatan Jebol, Akses Darat Lintas Provinsi Sulawesi Terganggu

Kontributor Kolaka, Suparman Sultan
Kompas.com - 16/06/2017, 10:47 WIB
KOMPAS.com/SUPARMAN SULTAN Nampak mobil truk tidak dapat melintasi jembatan ini

KOLAKA,KOMPAS.com - Untuk ketiga kalinya, jembatan yang terletak di Kecamatan Samaturu atau tepatnya di Desa Tamboli, Kota Kolaka, Sulawesi Tenggara, kembali bermasalah.

Beberapa pekan yang lalu, tanah penyangga jembatan mengalami longsor, setelah dibenahi, beberapa hari kemudian kerusakan kembali terjadi.

Dinas Pekerjaan Umum Kolaka kemudian melakukan perbaikan dititik tanah longsor itu, alhasil arus lalu-lintas kembali lancar.

Namun hari ini, setelah diguyur hujan selama satu jam, tanah penyangga jembatan itu kembali longsor. Bahkan kondisi kali ini lebih parah dibanding kondisi sebelumnya.

Warga setempat, Jufri mengatakan, saat ini pelat besi ujung jembatan sudah kelihatan.

"Kejadian yang saat ini lebih berbahaya dari kondisi sebelumnya. Sekarang besi ujung jembatan sudah kelihatan. Tanag penyangganya sudah longsor. Baru hujan satu jam sudah begitu. Bagaimana kalau hujan lagi nanti sore, bisa-bisa ini jembatan akan rubuh," katanya, Jumat (16/6/2017).

Untuk mengantisipasi agar tidak terjadi korban jiwa, warga setempat berinisiatif menghentikan kendaraan yang akan melintas.

"Kalau mobil truk atau bus tidak bisa lewat. Pasti terjadi kecelakaan kalau dipaksakan. Untuk sementara yang bisa lewat dulu itu mobil kecil seperti Avanza," ujarnya.

Jembatan yang jebol ini sendiri adalah akses satu-satunya yang menghubungkan Sulawesi Tenggara dan Sulawesi Selatan via darat.

Akses lalu lintas menuju arah utara Kota Kolaka itu pun terganggu. Terlebih lagi saat ini sudah mulai memasuki arus mudik Lebaran.

Hingga saat ini pihak Dinas Pekerjaan Umum dan Satuan Lalu Lintas Polres Kolaka, masih belum memberikan keterangan. Sementara warga sekitar berharap adanya penanganan cepat terhadap kondisi ini.

"Semoga cepat dikerja dan kalau bisa yang paten karena kalau hanya dipasang darurat pakai potongan pohon kelapa, begitu hujan paati rusak kembali," ucap Jufri.

Baca juga: Akibat Jembatan Putus, Sejumlah Sekolah Tidak Bisa Diakses

Kompas TV Jembatan Putus Pengendara Harus Lewat Jalur Alternatif

PenulisKontributor Kolaka, Suparman Sultan
EditorErlangga Djumena
Komentar