Banjir di Banyuwangi, Tembok Pagar Puskesmas Roboh - Kompas.com

Banjir di Banyuwangi, Tembok Pagar Puskesmas Roboh

Kontributor Banyuwangi, Ira Rachmawati
Kompas.com - 08/06/2017, 16:32 WIB
KOMPAS.COM/Ira Rachmawati Tembok pagar puskesmas Gitik yang roboh diterjang air genangan hujan Kamis (8/6/2017)

BANYUWANGI,KOMPAS.com - Tembok pagar Puskesmas Gitik Kecamatan Rogojampi, Banyuwangi, Jawa Timur roboh karena tidak kuat menahan banjir akibat hujan yang turun sejak Kamis dini hari (8/6/2017).

Ketinggian air mencapai sekitar 1 meter dan genangan air tersebut masuk hingga ke dalam ruang Unit Gawat Darurat milik puskesmas.

"Hujan turun mulai jam 2 pagi dan air menggenang di tanah kosong tepat di sebelah puskesmas. Karena volume airnya terus bertambah akhinya tembok jebol sekitar jam 8 pagi dan airnya langsung masuk ke halaman puskesmas hingga ke UGD. Kebetulan UGD bangunannya agak rendah," jelas dokter Didik Rusdiono, Kepala Puskesmas Gitik kepada Kompas.com Kamis (8/6/2017).

Walaupun tergenang air, Didik mengaku pelayanan kesehatan tetap dibuka walaupun yang datang jumlahnya tidak begitu banyak. Selain itu lima pasien inap di Puskesmas Gitik dalam kondisi baik karena kamarnya berada di dataran yang lebih tinggi.

"Pasien tetap ada yang datang untuk berobat tapi tidak banyak mungkin tahu kondisinya banjir dan halaman puskesmas penuh lumpur jadi mereka balik kanan," ucap Didik.

Selain tembok puskesmas yang roboh, sekitar 40 rumah di Dusun Maduran Desa Rogojampi juga terendam air.

Menurut Sarimuda, petugas satuan penanggulangan bencana khusus Kabupaten Banyuwangi kepada Kompas.com,  tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.

"Total rumah yang terendam sekitar 40 an rumah tapi yang kondisinya parah sekitar 20 rumah dan kerugiannya masih proses pendataan," jelas Sarimuda.

Sementara itu Satria, salah satu warga Dusun Maduran, mengaku kejadian banjir kali ini lebih parah dibandingkan dua tahun sebelumnya.

"Biasanya kalo banjir, tetangga belakang rumah titip barang berharganya seperti ijasah, surat tanah di rumah saya karena tidak pernah kena banjir. La tahun ini airnya masuk sampai ke dalam rumah saya. Ini berarti susah parah sekali," kata Satria. 

Baca juga: Banjir di Garut Sebabkan Rumah, Kampus dan Pesantren Alami Kerusakan

PenulisKontributor Banyuwangi, Ira Rachmawati
EditorErlangga Djumena
Komentar

Close Ads X