Setya Novanto: Bom Kampung Melayu Jangan Dikaitkan dengan Agama - Kompas.com

Setya Novanto: Bom Kampung Melayu Jangan Dikaitkan dengan Agama

Kontributor Bali, Robinson Gamar
Kompas.com - 25/05/2017, 22:17 WIB
KOMPAS.com/Nabilla Tashandra Ketua DPR RI Setya Novanto dalam sebuah acara diskusi di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (31/3/2017)

DENPASAR, KOMPAS.com - Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto menyatakan belasungkawa atas peristiwa ledakan bom di Kampung Melayu, Jakarta pada Rabu (24/5/2017). Tindakan ini menurutnya sangat biadab.

Selain itu, dia berharap peristiwa ini tidak dikaitkan dengan agama manapun.

"Tindakan tersebut merupakan murni tindak pidana terorisme. Tidak ada agama manapun di dunia yang mengajarkan aksi keji dan biadab sepeti bom Kampung Melayu, jadi jangan dikaitkan dengan agama manapun," kata Setya Novanto di Denpasar pada Kamis (25/4/2017).

(Baca: Kronologi Ledakan Bom Bunuh Diri di Kampung Melayu)

Lebih lanjut, dia mengimbau agar masyarakat tidak perlu takut, apalagi terprovokasi. Jika masyrakat takut, maka tujuan para teroris tercapai yaitu menciptakan teror di tengah masyarakat.

Peristiwa ini justru perlu ditanggapi dengan meningkatkan kewaspadaan lantaran kelompok radikal masih eksis di Indonesia.

"Yang perlu dilakukan saat ini adalah menjalin komunikasi dan koordinasi untuk memberikan keamanan kepada masyarakat," kata Setya Novanto.

Kompas TV Presiden Joko Widodo meminta masyarakat tetap tenang menghadapi kasus bom terminal Kampung Melayu.

Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
PenulisKontributor Bali, Robinson Gamar
EditorSabrina Asril
Komentar

Terkini Lainnya

Lihat Helmi Sang Pembunuh Dokter Lety, Keluarga Masih Histeris

Lihat Helmi Sang Pembunuh Dokter Lety, Keluarga Masih Histeris

Megapolitan
Menyamar Jadi Pembeli, Polisi Tangkap Penjual Mobil 'Bodong'

Menyamar Jadi Pembeli, Polisi Tangkap Penjual Mobil "Bodong"

Megapolitan
Berburu Barang Murah di Matahari Taman Anggrek Sebelum Ditutup

Berburu Barang Murah di Matahari Taman Anggrek Sebelum Ditutup

Megapolitan
Panglima TNI Apresiasi Kemenangan Prajurit AD di Ajang AARM ke-27 Singapura

Panglima TNI Apresiasi Kemenangan Prajurit AD di Ajang AARM ke-27 Singapura

Nasional
Kendal Diguyur Hujan Semalaman, Halaman Kantor Bupati Terendam Banjir

Kendal Diguyur Hujan Semalaman, Halaman Kantor Bupati Terendam Banjir

Regional
Penjelasan Sekretariat DPRD DKI soal Anggaran Kunker untuk 7.752 Orang

Penjelasan Sekretariat DPRD DKI soal Anggaran Kunker untuk 7.752 Orang

Megapolitan
Setelah 70 Tahun, Kakek 102 Tahun dari Era Nazi Bertemu Keponakannya

Setelah 70 Tahun, Kakek 102 Tahun dari Era Nazi Bertemu Keponakannya

Internasional
Dandang Berusia 500 Tahun Dikeluarkan untuk Rangkaian Upacara Sekaten

Dandang Berusia 500 Tahun Dikeluarkan untuk Rangkaian Upacara Sekaten

Regional
Malaysia Bebas 'Jerebu', PM Najib Berterima Kasih ke Jokowi

Malaysia Bebas "Jerebu", PM Najib Berterima Kasih ke Jokowi

Nasional
Info Lowongan Kerja PT Transjakarta Dipastikan 'Hoax'

Info Lowongan Kerja PT Transjakarta Dipastikan "Hoax"

Megapolitan
Panglima TNI: Mantan KSAU akan Diperiksa Sebagai Saksi Kasus Heli AW 101

Panglima TNI: Mantan KSAU akan Diperiksa Sebagai Saksi Kasus Heli AW 101

Nasional
Israel Hancurkan Rumah Impian Sebuah Keluarga Palestina di Yerusalem

Israel Hancurkan Rumah Impian Sebuah Keluarga Palestina di Yerusalem

Internasional
Tak Bisa Berdagang di Trotoar, Pedagang Ini Mengadu ke Anies

Tak Bisa Berdagang di Trotoar, Pedagang Ini Mengadu ke Anies

Megapolitan
Keresahan Pedagang Lokbin Taman Kota Intan yang Ditanggapi Pemprov DKI

Keresahan Pedagang Lokbin Taman Kota Intan yang Ditanggapi Pemprov DKI

Megapolitan
Penyelidikan Belum Berhenti, Polisi Tunggu Hasil MKD Terkait Kasus Viktor Laiskodat

Penyelidikan Belum Berhenti, Polisi Tunggu Hasil MKD Terkait Kasus Viktor Laiskodat

Nasional

Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM