Sumur Ambles Dekat Gunung Kelud, Ini Analisis Sementara - Kompas.com

Sumur Ambles Dekat Gunung Kelud, Ini Analisis Sementara

Kontributor Kediri, M Agus Fauzul Hakim
Kompas.com - 29/04/2017, 16:26 WIB
Kontributor Kediri, M Agus Fauzul Hakim Salah satu sumur milik warga Desa Manggis, Kecamatan Puncu, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, yang ambles ditelan bumi.

KEDIRI, KOMPAS.com - Khoirul Huda, pengamat dari Pusat Vulkanologi Mitigasi dan Bencana Geologi, mengungkapkan analisis sementara penyebab amblesnya puluhan sumur di Desa Manggis, Kecamatan Puncu, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, sepekan lalu.

Dari hasil pemeriksaan lapangan yang dilakukannya pada 25 April 2017, sehari setelah sumur ambles, Khoirul mengatakan, peristiwa ini dikategorikan sebagai sinkhole.

Hanya saja, menurut dia, sinkhole biasanya terjadi di wilayah bebatuan kapur yang gampang tererosi oleh air hujan dan kerap membentuk goa-goa bawah tanah.

Sementara itu, sinkhole yang terjadi di wilayah Puncu berbeda karena tanah wilayahnya terbentuk oleh endapan jatuhan pasir hasil erupsi Gunung Api Kelud di masa lalu. Daerah Puncu terletak di kawasan Gunung Kelud.

"Endapan pasir ini belum kompak benar yg mana gampang meloloskan air," ujar pria yang juga menjabat sebagai Kepala Pos Pantau Gunung Kelud ini, Jumat (28/4/2017).

"Muka air tanah di wilayah itu mengalami penurunan secara cepat di antaranya akibat pengambilan air sumur atau pun karena air tanah itu sendiri mengalir ke bawah ke daerah yg lebih rendah sesuai gravitasi. Penurunan muka air tanah itu mengakibatkan penurunan daya dukung tanah dan mengkibatkan amblas ke bawah," lanjutnya.

Dia menambahkan, peristiwa itu didahului oleh beberapa tanda, seperti tingginya intensitas hujan selama dua minggu sebelum kejadian, hingga munculnya suara gemuruh dari bawah tanah.Tidak lama berselang, sumur-sumur warga mengalami amblas dengan rata-rata amblasan mempunyai luasan 4x5 meter persegi dan kedalaman 3 meter.

Tinggi muka air sumur ke dasar yang sebelumnya 18 meter sekarang menjadi 2-5 meter. Jika ditarik benang merah, lanjut dia, dusun di mana sumur-sumur itu berada posisinya berderet memanjang dari atas ke bawah.

Selain itu, ujar dia, pola sumur yang ambles dalam satu pola aliran mengikuti arah puncak Kelud ke arah lereng.

Atas peristiwa itu, dia menyarankan untuk menunggu hingga selesainya proses amblesan karena proses tersebut akan menuju kestabilan baru.

Dia juga mengimbau warga untuk tidak memanfaatkan sumur karena dikhawatirkan adanya amblasan susulan.

"Sebaiknya sumur yang amblas segera ditutup kembali," pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan, lebih dari 60 sumur air mengalami ambles ditelan bumi di Desa Manggis Kecamatan Puncu. Peristiwa itu tersebar di tiga dusun yaitu Dusun Nanas, Dusun Dorok, serta Dusun Jambean di desa yang sama.

Sejauh ini, tidak ada korban jiwa akibat peristiwa itu. Pemenuhan kebutuhan air bersih sebagian disuplai oleh pemerintah setempat.

(Baca juga: Cerita Warga Kediri soal Puluhan Sumur yang Ambles)

 

Kompas TV Tanggul Sungai Irigasi Wadaslintang Jebol

PenulisKontributor Kediri, M Agus Fauzul Hakim
EditorCaroline Damanik
Komentar

Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM