Gus Mus Sebut Ulama yang Baik Menunjukkan Kesalehan Pribadi - Kompas.com

Gus Mus Sebut Ulama yang Baik Menunjukkan Kesalehan Pribadi

Kontributor Semarang, Nazar Nurdin
Kompas.com - 21/04/2017, 06:30 WIB
KOMPAS.com/Nazar Nurdin Gus Mus dalam sarasehan anti hoax di Semarang, Kamis (20/4/2017).

SEMARANG, KOMPAS.com - Ulama asal Rembang KH Mustofa atau Gus Mus mengomentari banyaknya sebutan ustaz atau ulama yang mendadak melekat pada diri seorang. Gelar ulama sesungguhnya mencerminkan perilaku yang baik dan saleh.

Gus Mus mengatakan, seseorang yang dipanggil ulama harus bisa menunjukkan kesalahen pribadinya. Ulama yang baik, yang punya ukuran nilai kepantasan.

"Ulama kok sobo (main) pendopo itu apa, apa mau ikut tender? Ulama kok mimpin demo. Ini aneh sekali," kritik Gus Mus, saat menjadi narasumber anti hoax di Semarang, Kamis (20/4/2017).

"Jadi ada kepantasan laki-laki itu apa, bupati itu apa. Dari nurani saja sudah cukup, cukup gak (mereka yang demo) dipanggil kiai," kata mantan Rais Am PBNU ini.

(Baca juga: Begini Cara Gus Mus Tangani "Hoax")

Gus Mus menegaskan, ukuran kepantasan untuk seseorang disebut ulama penting adanya. Hal itu karena masyarakat tidak tahu mental dari seseorang.

Pengasuh pondok pesantren Raudlatul Tholibin Leteh Rembang ini juga mengkritik relasi antara ulama dan umara (pemerintah). Ukuran antara pemerintah dan umara harus dibedakan. Yang baik menurut ulama, kata Gus Mus, belum tentu baik menurut Pemerintah.

Jika konsep kesalehan diberikan kepada ulama maka polisi tidak mendapat porsi kesalehan. "Kesalehan pejabat, ulama, itu beda-beda. Kalau gubernur beritikaf di masjid sampai Dzuhur, tiap malam datangi pengajian, itu buruk sekali. Itu bukan saleh," tambahnya.

(Baca juga: Gus Mus: Kadang Kita Ikut Menyebarkan "Hoax" Tanpa Sengaja)

Karena itu, Gus Mus minta agar tugas pemerintah dan ulama tidak tumpang tindih. Pembagian tugas itu perlu diperhatikan secara seksama.

"Di era orde baru, ada istilah ulama dan umara. Kalau ulama baik, umara baik itu baik, tapi kalau baik-baikan itu rusak. Tentu baik-baikan dalam artian yang buruk," tambahnya.

"Ulama misalnya diajak mencarikan dalil. Ayatnya pasti itu-itu saja, dulu dicari ayat revolusi pada zaman Pak Karno, lalu ayat pembangunan zaman Pak Harto. Padahal ayat tidak bicara revolusi, tapi pembangunan manusia secara utuh," tutupnya. 

PenulisKontributor Semarang, Nazar Nurdin
EditorReni Susanti
Komentar

Terkini Lainnya

Terpopuler: Novanto Diperiksa, Anggaran DKI Naik, dan Rokok Elektrik

Terpopuler: Novanto Diperiksa, Anggaran DKI Naik, dan Rokok Elektrik

Nasional
DPRD DKI Minta Penjelasan Anies soal Kenaikan Dana Operasional RT/RW

DPRD DKI Minta Penjelasan Anies soal Kenaikan Dana Operasional RT/RW

Megapolitan
Nazaruddin Siap Bantu KPK dalam Kasus yang Menjerat Setya Novanto

Nazaruddin Siap Bantu KPK dalam Kasus yang Menjerat Setya Novanto

Nasional
Berita Terpopuler: Kota di Indonesia Terancam Pencairan Es Kutub, Hingga Malapetaka Zimbabwe

Berita Terpopuler: Kota di Indonesia Terancam Pencairan Es Kutub, Hingga Malapetaka Zimbabwe

Internasional
Ini Kolam Air Mancur DPRD DKI yang Akan Direnovasi hingga Rp 620 Juta

Ini Kolam Air Mancur DPRD DKI yang Akan Direnovasi hingga Rp 620 Juta

Megapolitan
Selasa Siang, MKD dan 10 Fraksi DPR Duduk Bareng Bahas Nasib Novanto

Selasa Siang, MKD dan 10 Fraksi DPR Duduk Bareng Bahas Nasib Novanto

Nasional
Akhir Hidup Kuda Delman yang Patah Tulang Kaki di Sarinah...

Akhir Hidup Kuda Delman yang Patah Tulang Kaki di Sarinah...

Megapolitan
Terpidana Mati Edarkan Ekstasi Libatkan Ibunya yang Berusia 72 Tahun

Terpidana Mati Edarkan Ekstasi Libatkan Ibunya yang Berusia 72 Tahun

Regional
Kejagung Tahan Tersangka Kasus Pertamina Edward Seky Soeryadjaya

Kejagung Tahan Tersangka Kasus Pertamina Edward Seky Soeryadjaya

Nasional
Beda Cara Ahok dan Anies Perlakukan Tim Gubernur Bentukan Jokowi...

Beda Cara Ahok dan Anies Perlakukan Tim Gubernur Bentukan Jokowi...

Megapolitan
Seorang Pria Aktivis Lingkungan Ditangkap karena Perkosa 9 Remaja Laki-laki

Seorang Pria Aktivis Lingkungan Ditangkap karena Perkosa 9 Remaja Laki-laki

Regional
Dharma Jaya Tak Dapat PMD, Pemegang KJP Tak Lagi Dapat Daging Murah?

Dharma Jaya Tak Dapat PMD, Pemegang KJP Tak Lagi Dapat Daging Murah?

Megapolitan
'Undangannya Sederhana, Harganya Murah, yang Beda Cuma Ulosnya Saja'

"Undangannya Sederhana, Harganya Murah, yang Beda Cuma Ulosnya Saja"

Regional
Hujan Deras Berpotensi Guyur Depok dan Bogor

Hujan Deras Berpotensi Guyur Depok dan Bogor

Megapolitan
Satu Penambang Tewas Tertimpa Longsoran Tebing Batu di Kebumen

Satu Penambang Tewas Tertimpa Longsoran Tebing Batu di Kebumen

Regional

Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM