Ini Alasan Surya Paloh Minta Ridwan Kamil Tak Jadi Kader Partai - Kompas.com

Ini Alasan Surya Paloh Minta Ridwan Kamil Tak Jadi Kader Partai

Kontributor Bandung, Dendi Ramdhani
Kompas.com - 19/03/2017, 15:29 WIB
KOMPAS. com/DENDI RAMDHANI Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh saat berpidato dalam deklarasi dukungan partai Nasdem untuk Ridwan Kamil di Lapangan Tegalega Bandung, Minggu (19/3/2017)

BANDUNG, KOMPAS.com - Partai Nasdem mendeklarasikan dukungan kepada Wali Kota Bandung Ridwan Kamil untuk maju sebagai calon gubernur pada Pilkada Jawa Barat 2018.

Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh memberi tiga syarat kepada Ridwan Kamil. Salah satunya, meminta Ridwan agar tak masuk dalam partai atau menjadi kader partai mana pun. Apa alasannya?

"Supaya dia lebih fokus. Sekarang dia belum ada partainya. Fokus saja atur, saya pikir itu baik," kata Surya seusai menghadiri deklarasi dukungan terhadap Ridwan Kamil di Lapangan Tegalega, Bandung, Minggu (19/3/2017).

Surya pun memberi kewenangan sepenuhnya bagi Ridwan dalam menentukan pasangan sebagai calon wakil gubernur.

"(Calon wakil) Itu terserah dia, yang jadi gubernur kan Kang Emil. Nanti Kang Emil pikir-pikirlah kapan waktu dianggap tepat untuk mengutarakannya," ucap Surya.

Untuk menghadapi Pilkada Jabar, Surya mengaku telah berkomunikasi dengan parpol lain perihal rencana koalisi.

"(Koalisi) sudah ada komunikasi. Tapi kan tidak saya utarakan disini. Saya yakin sekali banyak kawan dari parpol kawan kita juga yang punya aspirasi yang sama dukung Kang Emil," ucap dia.

Dalam mendukung Ridwan Kamil, Nasdem melakukan politik tanpa mahar. (Baca: Partai Nasdem Janji Dukung Ridwan Kamil Tanpa Mahar Politik)

Hal ini dilakukan Nasdem untuk menghindari praktik korupsi akibat mahalnya biaya politik, terutama untuk mahar.

"Ini disadari sungguh-sungguh, berdasar pengalaman salah satu kepala daerah melakukan perbuatan tercela akibat biaya politik yang tinggi salah satu komponennya mahar politik. Kita ingin mengurangi beban politik para pemimpin daerah," kata Ketua DPR Partai Nasdem Jawa Barat Saan Mustopa.

Kompas TV Maju Pilgub Jabar, Ridwan Kamil Diarak Keliling Bandung

Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
PenulisKontributor Bandung, Dendi Ramdhani
EditorBayu Galih
Komentar

Terkini Lainnya

Lihat Helmi Sang Pembunuh Dokter Lety, Keluarga Masih Histeris

Lihat Helmi Sang Pembunuh Dokter Lety, Keluarga Masih Histeris

Megapolitan
Menyamar Jadi Pembeli, Polisi Tangkap Penjual Mobil 'Bodong'

Menyamar Jadi Pembeli, Polisi Tangkap Penjual Mobil "Bodong"

Megapolitan
Berburu Barang Murah di Matahari Taman Anggrek Sebelum Ditutup

Berburu Barang Murah di Matahari Taman Anggrek Sebelum Ditutup

Megapolitan
Panglima TNI Apresiasi Kemenangan Prajurit AD di Ajang AARM ke-27 Singapura

Panglima TNI Apresiasi Kemenangan Prajurit AD di Ajang AARM ke-27 Singapura

Nasional
Kendal Diguyur Hujan Semalaman, Halaman Kantor Bupati Terendam Banjir

Kendal Diguyur Hujan Semalaman, Halaman Kantor Bupati Terendam Banjir

Regional
Penjelasan Sekretariat DPRD DKI soal Anggaran Kunker untuk 7.752 Orang

Penjelasan Sekretariat DPRD DKI soal Anggaran Kunker untuk 7.752 Orang

Megapolitan
Setelah 70 Tahun, Kakek 102 Tahun dari Era Nazi Bertemu Keponakannya

Setelah 70 Tahun, Kakek 102 Tahun dari Era Nazi Bertemu Keponakannya

Internasional
Dandang Berusia 500 Tahun Dikeluarkan untuk Rangkaian Upacara Sekaten

Dandang Berusia 500 Tahun Dikeluarkan untuk Rangkaian Upacara Sekaten

Regional
Malaysia Bebas 'Jerebu', PM Najib Berterima Kasih ke Jokowi

Malaysia Bebas "Jerebu", PM Najib Berterima Kasih ke Jokowi

Nasional
Info Lowongan Kerja PT Transjakarta Dipastikan 'Hoax'

Info Lowongan Kerja PT Transjakarta Dipastikan "Hoax"

Megapolitan
Panglima TNI: Mantan KSAU akan Diperiksa Sebagai Saksi Kasus Heli AW 101

Panglima TNI: Mantan KSAU akan Diperiksa Sebagai Saksi Kasus Heli AW 101

Nasional
Israel Hancurkan Rumah Impian Sebuah Keluarga Palestina di Yerusalem

Israel Hancurkan Rumah Impian Sebuah Keluarga Palestina di Yerusalem

Internasional
Tak Bisa Berdagang di Trotoar, Pedagang Ini Mengadu ke Anies

Tak Bisa Berdagang di Trotoar, Pedagang Ini Mengadu ke Anies

Megapolitan
Keresahan Pedagang Lokbin Taman Kota Intan yang Ditanggapi Pemprov DKI

Keresahan Pedagang Lokbin Taman Kota Intan yang Ditanggapi Pemprov DKI

Megapolitan
Penyelidikan Belum Berhenti, Polisi Tunggu Hasil MKD Terkait Kasus Viktor Laiskodat

Penyelidikan Belum Berhenti, Polisi Tunggu Hasil MKD Terkait Kasus Viktor Laiskodat

Nasional

Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM