Mengejar Minat Baca Siswa ala Madrasah Ibtidaiah Sumurejo - Kompas.com

Mengejar Minat Baca Siswa ala Madrasah Ibtidaiah Sumurejo

Kontributor Semarang, Nazar Nurdin
Kompas.com - 22/01/2017, 16:53 WIB
Kontributor Semarang, Nazar Nurdin Sejumlah siswa MIN Sumurejo, Kecamatan Gunung Pati, Kota Semarang, membaca buku di sela waktu istirahat di halaman sekolah.

SEMARANG, KOMPAS.com – Membaca buku bagi siswa Madrasah Ibtidaiah Negeri Sumurejo, Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang, menjadi kegiatan yang menyenangkan.

Bahkan dalam sebulan, sejumlah siswa di sekolah tersebut membaca lebih dari 100 buku. 

Menurut kepala sekolah MIN Sumurejo, Subiyono, para siswa di sekolah tersebut didorong untuk mencintai buku. Rasa cinta terhadap buku ditanamkan melalui sejumlah kegiatan rutin.

Dengan berbagai kegiatan itu, sejumlah siswa mampu membaca lebih dari 100 buku.

Seorang siswa bernama Rizki misalnya, yang mampu membaca 152 judul buku, sementara Anggi Latigah membaca 121 judul buku.

“Masih banyak yang lainnya. Andin Aini Nur Latifah kelas IV baca 82 judul buku dan Hani Asri Latif 74 buku dalam satu semester,” ujar Subiyono, Minggu (22/1/2017).

Minat baca anak-anak pun mulai didorong melalui program pondok baca. Program ini digalakkan dengan sistem reading morning atau program kebiasaan membaca setiap pagi, Juz Amma Ceria dimulai pukul 06.30 sampai 06.45 WIB, serta Duta Baca.

Selain itu, ada juga program untuk melayani siswa yang lambat membaca, layanan baca untuk orangtua, pembuatan majalah dinding, dan cerita bergambar.

Subiyono mengatakan, sejumlah program memang dibentuk agar tercipta lingkungan sekolah yang cinta membaca.

Para siswa diajak membaca melalui keteladanan, komunitas, kebiasaan, pembelajaran literasi serta fasilitas itu sendiri.

“Orang tua siswa juga telah kita fasilitasi layanan membaca dan diberikan pemahaman pentingnya membaca. Hal itu semua kita jaga terus,” tambah Subiyono.

Jumlah buku yang dibaca, kata Subiyono, dihitung dari buku yang diisi oleh siswa, serta kunjungan ke pondok baca untuk meminjam buku.

Salah satu siswa, Andin Aini Latifah misalnya membaca buku ketika waktu istirahat. Membaca baginya menjadi hal menyenangkan karena didukung fasilitas.

“Kami membaca di pondok baca dan ditempat-tempat yang ada bukunya. Setiap kelas punya sudut baca dan pajangan buku. Jadi, saya senang dan mudah kalau membaca,” ucapnya.

PenulisKontributor Semarang, Nazar Nurdin
EditorKrisiandi

Komentar

Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM