Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 29/05/2016, 13:14 WIB

YOGYAKARTA, KOMPAS.com — Korban kecelakaan meninggal dunia di Tugu Pal Putih, Minggu (29/5/2016) pagi, ternyata adalah sepasang suami istri. Kedua korban atas nama Joko Setiyono dan Tutik Sri Pujiati merupakan warga Jogoyudan, Jetis, Yogyakarta.

Dari penuturan keponakan korban, Anjar pintosasi (26), kedua korban hendak membeli bunga tabur pemakaman di Pasar Kranggan. Keduanya meninggalkan rumah sekitar pukul 05.30 WIB.

"Saya diberi tahu tetangganya, kalau diberi tugas membeli bunga tabur karena ada lelayu, tetapi kok sampai hampir siang belum pulang," ujar Anjar kepada Tribun Jogja, Minggu (29/5/2016)

Ia mengatakan sekitar pukul 09.00 WIB diberi tahu pihak kepolisian sektor Tegalrejo untuk mengonfirmasi korban kecelakaan yang berjenis kelamin perempuan

"Diberi tahu polisi kalau ada korban kecelakaan meninggal. Ciri-cirinya berjilbab. Saya pikir itu Tutik. Pas sampai di ruang jenazah, kita shock, ternyata Pak Joko juga meninggal," ujarnya.

Rencananya, kedua korban akan dimakamkan pada hari ini di pemakaman Jatimulyo. Saat ini, jenazah kedua korban tersebut berada di ruang otopsi forensik RS dr Sardjito, Yogyakarta.

Sebelumnya, kecelakaan lalu lintas cukup parah di simpang empat Tugu Pal Putih Yogyakarta, sekitar pukul 06.00 WIB, Minggu (29/5/2016). (Baca: Kecelakaan Maut, Mobil Tabrak Pejalan Kaki dan Sepeda Motor di Tugu Pal Putih Yogya)

Berdasarkan informasi awal yang diperoleh Tribun Jogja, kecelakaan tersebut melibatkan sebuah mobil Avanza silver dengan pelat nomor H 9087 RR dengan sejumlah pejalan kaki di sekitar lokasi kejadian. (Ikrar Gilang Rabbani)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Fakta dan Kronologi Bentrokan Warga 2 Desa di Lombok Tengah, 1 Orang Tewas

Fakta dan Kronologi Bentrokan Warga 2 Desa di Lombok Tengah, 1 Orang Tewas

Regional
Komunikasi Politik 'Anti-Mainstream' Komeng yang Uhuyy!

Komunikasi Politik "Anti-Mainstream" Komeng yang Uhuyy!

Regional
Membedah Strategi Komunikasi Multimodal ala Komeng

Membedah Strategi Komunikasi Multimodal ala Komeng

Regional
Kisah Ibu dan Bayinya Terjebak Banjir Bandang Berjam-jam di Demak

Kisah Ibu dan Bayinya Terjebak Banjir Bandang Berjam-jam di Demak

Regional
Warga Kendal Tewas Tertimbun Longsor Saat di Kamar Mandi, Keluarga Sempat Teriaki Korban

Warga Kendal Tewas Tertimbun Longsor Saat di Kamar Mandi, Keluarga Sempat Teriaki Korban

Regional
Balikpapan Catat 317 Kasus HIV Sepanjang 2023

Balikpapan Catat 317 Kasus HIV Sepanjang 2023

Regional
Kasus Kematian akibat DBD di Balikpapan Turun, Vaksinasi Tembus 60 Persen

Kasus Kematian akibat DBD di Balikpapan Turun, Vaksinasi Tembus 60 Persen

Regional
Puan: Seperti Bung Karno, PDI-P Selalu Berjuang Sejahterakan Wong Cilik

Puan: Seperti Bung Karno, PDI-P Selalu Berjuang Sejahterakan Wong Cilik

Regional
Setelah 25 Tahun Konflik Maluku

Setelah 25 Tahun Konflik Maluku

Regional
BMKG: Sumber Gempa Sumedang Belum Teridentifikasi, Warga di Lereng Bukit Diimbau Waspada Longsor

BMKG: Sumber Gempa Sumedang Belum Teridentifikasi, Warga di Lereng Bukit Diimbau Waspada Longsor

Regional
Gempa Sumedang, 53 Rumah Rusak dan 3 Korban Luka Ringan

Gempa Sumedang, 53 Rumah Rusak dan 3 Korban Luka Ringan

Regional
Malam Tahun Baru 2024, Jokowi Jajan Telur Gulung di 'Night Market Ngarsopuro'

Malam Tahun Baru 2024, Jokowi Jajan Telur Gulung di "Night Market Ngarsopuro"

Regional
Sekolah di Malaysia, Pelajar di Perbatasan Indonesia Berangkat Sebelum Matahari Terbit Tiap Hari

Sekolah di Malaysia, Pelajar di Perbatasan Indonesia Berangkat Sebelum Matahari Terbit Tiap Hari

Regional
Kisah Pengojek Indonesia dan Malaysia di Tapal Batas, Berbagi Rezeki di 'Rumah' yang Sama...

Kisah Pengojek Indonesia dan Malaysia di Tapal Batas, Berbagi Rezeki di "Rumah" yang Sama...

Regional
Menara Pengintai Khas Dayak Bidayuh Jadi Daya Tarik PLBN Jagoi Babang

Menara Pengintai Khas Dayak Bidayuh Jadi Daya Tarik PLBN Jagoi Babang

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com