Sabtu, 25 Februari 2017

Regional

Nelayan Pulau Banda Tangkap Seekor Ikan Misterius

Senin, 28 September 2015 | 22:20 WIB
KONTRIBUTOR KOMPAS.com/RAHMAT RAHMAN PATTY La Erna nelayan asal desa Kampung Baru, Kecamatan Banda, Kabupaten Maluku Tengah menunjukkan ikan misterius tangkapannya, Senin (28/9/2015).


AMBON, KOMPAS.com — Seorang nelayan warga Desa Kampung Baru, Kecamatan Banda, menangkap seekor ikan misterius saat sedang mencari ikan di perairan Pulau Pisang tak jauh dari desa tersebut, Minggu (27/9/2015).

Ikan yang ditemukan itu terbilang langka dan misterius karena bentuk fisiknya sangat berbeda dengan kebanyakan jenis ikan lainnya. Ikan itu berwarna oranye, seluruh tubuhnya berduri, bersisik keras, dan memiliki bentuk fisik yang sangat unik.

Sekilas ikan itu mirip dengan ikan hiu, tetapi tak memiliki gigi, punya enam sirip, mulutnya besar dan berjanggut, serta bagian ekornya mirip ekor buaya atau ikan pari. La Erna, nelayan yang menangkap ikan tersebut, mengatakan, ikan tersebut ditangkapnya saat melaut dengan perahu di belakang Pulau Pisang.

Saat menemukan ikan itu, dia sangat terkejut karena bentuk fisiknya yang tak lazim dengan jenis ikan lainnya. "Beta (saya) kaget waktu menangkap ikan itu karena wajah ikan itu mirip pesawat tempur, sedangkan badannya seperti ikan hiu dan ekornya seperti buaya," kata La Erna kepada Kompas.com saat dihubungi dari Ambon, Senin (28/9/2015) malam.

Karena penasaran dengan ikan tangkapannya itu, dia lalu memberi tahu warga dan para nelayan sekembalinya dari laut. Namun, tak ada satu pun warga desa yang mengetahui jenis ikan tersebut. La Erna mengaku baru pertama kali menangkap ikan yang berwujud misterius itu.

"Saya sudah 16 tahun jadi nelayan, tetapi baru pertama kali melihat ikan seperti ini, jadi sangat kaget. Warga di sini juga semua heran dan banyak yang datang untuk melihat ikan ini," ujarnya.

Dia menuturkan, karena baru pertama kali melihat jenis ikan tersebut dan atas saran warga, dia tidak berani menyantap hewan tersebut. Dia kemudian memutuskan untuk mengubur ikan itu tak jauh dari rumahnya. Namun, sebelum ikan itu dikubur, banyak warga yang datang ke kediamannya untuk mengabadikan ikan tersebut.

"Mungkin untuk dimasukkan ke Facebook. Saat itu, saudara saya di Makassar melihat foto ikan itu. Dia langsung menghubungi saya dan meminta ikannya dijaga baik-baik. Akhirnya, ikan yang sudah dikubur itu saya gali lagi," kata La Erna. (K54-12)
Penulis: Kontributor Ambon, Rahmat Rahman Patty
Editor : Ervan Hardoko