Jumat, 25 April 2014

News / Regional

Tak Punya SIM, Pelajar 16 Tahun Tabrak Beberapa Kendaraan

Senin, 7 Oktober 2013 | 13:31 WIB
KOMPAS.COM/RAHMAN PATTY Mobilyang dikendarai RH (16), seorang siswa di Ambon, Maluku, dijadikan barang bukti setelah menabrak beberapa kendaraan, Senin (7/10/2013)

AMBON, KOMPAS.com — Seorang siswa salah satu SMA di Ambon, Maluku, nyaris dihajar massa setelah dia menabrak beberapa kendaraan dengan mobil yang dikemudikannya di kawasan Prdies, Senin (7/10/2013).

RH diselamatkan polisi yang bertugas di sekitar lokasi dan membawanya ke kantor Polres Ambon. Namun, massa yang marah merusak mobil.

Kasat Reskrim Polres Pulau Ambon AKP Tommy Siahaya menjelaskan, pelaku tabrak lari ini awalnya mengantar teman-temannya ke kawasan Air Salobar. Namun, sekembalinya, pelaku lalu menabrak sebuah sepeda motor dan mobil yang berada di depannya, tepat di depan Gereja Rehoboth kawasan Batu Gantung.

Karena panik, pelaku langsung tancap gas dan melaju menuju kawasan Waihaong Ambon. "Kejadiannya tadi sekitar pukul 12.20 WIT. Mungkin karena dia panik, RH lalu melaju menuju kawasan Waihaong, namun dia kembali menabrak sebuah mobil dari arah belakang. Selanjutnya dia juga menabrak sebuah sepeda motor dan kembali menabrak mobil lagi," kata Tommy.

Menurut Tommy, saat ini pihaknya masih menyelidiki kasus tersebut, termasuk kemungkinan adanya korban luka dalam peristiwa itu. "Kalau soal korban luka maupun meninggal dunia kita belum tahu dan masih menyelidikinya. Yang pasti ada tiga mobil yang ditabrak, sejumlah sepeda motor," ungkap Tomy.

Tommy mengungkapkan, dari hasil penyelidikan sementara, RH tidak dalam kondisi mabuk saat mengendarai mobilnya. Namun, Tommy mengatakan, RH tidak memiliki surat izin mengemudi (SIM). "Dia tidak memiliki SIM. Dan dia tidak dalam keadaan mabuk saat mengendarai mobil," ujarnya.

Remaja itu juga menabrak sebuah becak hingga rusak parah. Sebuah sepeda motor bahkan tersangkut dan terseret di bagian depan mobil yang dikendarai RH.

Seorang korban tabrakan, Kompol Syahrudin, mengaku, dirinya sempat kaget saat ditabrak pelaku dari arah belakang. "Saya kaget karena dia menabrak saya dari belakang. Saat itu, saya sedang mengendarai mobil di kawasan Waihaong. Dua kali dia menabrak mobil saya sebelum akhirnya dia menabrak sebuah sepeda motor lainnya," ujar Syahrudin.

Penulis: Kontributor Ambon, Rahmat Rahman Patty
Editor : Kistyarini