Minggu, 26 Oktober 2014

News / Regional

Kasus Sisca, Kompol Albertus Akui Istrinya yang Paling Terpukul

Kamis, 29 Agustus 2013 | 11:12 WIB
Dokumentasi Franciesca Yofie via Facebook Franciesca Yofie alias Sisca dalam salah satu foto koleksi pribadi yang diunggah di akun jejaring sosial Facebook-nya.
BANDUNG, KOMPAS.com — Komisaris Albertus Eko Budiharto mengaku, istrinya Anindita Murniani (34) adalah orang yang paling terpukul setelah kasus kematian Kepala Cabang PT Verena Multi Finance, Bandung, Fransisca Yofie (34) di Cipedes, Bandung, dikaitkan dengannya.

Albertus Eko yang berbincang dengan Kompas, Rabu malam kemarin di Mapolda Jabar, mengaku, akibat pemberitaan media soal kematian Sisca, kini berkembang opini di masyarakat telah terbentuk, seolah dirinya terkait.

”Ini membuat saya dan keluarga saya, terutama istri, terpukul,” ujar Eko.

Dalam kesempatan itu pula, Eko sempat menyambungkan Anindita untuk berbicara melalui sambungan telepon dengan Kompas. Dalam pernyataan singkatnya, Anindita mengungkapkan, bisnis online yang selama ini dijalankannya juga berantakan setelah kasus itu.

Terkait hal itulah, polisi yang kini bertugas di Bagian Humas Kepolisian Daerah Jawa Barat itu berharap agar kasus yang terjadi pada tanggal 5 Agustus 2013 itu bisa segera terungkap.

”Saya justru ingin kasus ini segera diungkap secepatnya di persidangan karena saya yakin tidak terlibat. Tidak ada fakta hukum dan bukti-bukti yang menunjukkan keterkaitan saya dalam pembunuhan korban (Fransisca). Bahkan, kalau saya terbukti bersalah, saya siap dihukum mati,” kata Eko.

Seperti yang telah diberitakan, nama Eko dihubungkan dalam kasus pembunuhan Fransisca setelah polisi yang memeriksa kamar kos korban di Jalan Setra Indah Utara II, Bandung, menemukan foto dan surat Eko.

Fransisca tewas setelah diseret sejauh satu kilometer dari pintu rumah kosnya. Meskipun sudah ada dua tersangka yang mengaku, yaitu Ade dan Wawan, banyak kalangan meragukan pengakuan tersangka. Apalagi, setelah muncul nama Eko sebagai anggota polisi yang pernah memiliki hubungan khusus dengan Fransisca.

Eko mengenal Fransisca tahun 2003 ketika korban melapor ke Kepolisian Sektor (Polsek) Astana Anyar karena mendapat ancaman dari mantan pacarnya. Waktu itu, Eko menjadi kapolsek. Setelah berkenalan, hubungan keduanya semakin dekat.

Namun, hubungan terputus setelah Fransisca tak mengembalikan mobil Eko yang dipinjam ibunya. Mobil baru dikembalikan setelah Eko melapor ke polisi. Sejak itu, mereka tidak lagi bertemu hingga Fransisca tewas dibunuh. (SEM)

Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:

Editor : Glori K. Wadrianto
Sumber: KOMPAS CETAK