Kamis, 27 November 2014

News / Regional

Pengibar Bendera RMS di Depan SBY Kini Ikut Upacara HUT RI

Sabtu, 17 Agustus 2013 | 20:31 WIB
Dok.Google Ilustrasi Bendera Indonesia
HARUKU, KOMPAS.com — Yohanis Malawau pernah ditahan karena melakukan makar mengibarkan bendera Republik Maluku Selatan (RMS) di depan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Tahun ini, untuk pertama kalinya, dia mengikuti upacara Kemerdekaan RI.

Yohanis tidak sendiri, seluruh warga Desa Aboru, Kecamatan Haruku Kabupaten Maluku Tengah, juga merayakan HUT Kemerdekaan RI. Warga yang kebanyakan mantan tokoh RMS ikut hadir dalam perayaan HUT Ke-68 RI tersebut, Sabtu (17/8/2013). Peringatan HUT Kemerdekaan RI di Desa Aboru ini diprakarsai oleh Danrem 151 Binaya, Kolonel Inf Asep Kurnaidi.

Seusai upacara, Yohanis mengatakan, mereka memperingati HUT kemerdekaan Indonesia tanpa ada paksaan dari siapa pun. Dia mengakui bahwa selama ini kebanyakan warga di Desa Aboru hanya dibodoh-bodohi oleh Alex Manupty, pentolan RMS, yang saat ini berada di Amerika.

"Ini bentuk kesadaran kami sendiri. Selama ini memang kami di sini memang dibodoh-bodohi," kata Yohanis.

"Saya sudah dua kali masuk penjara, terakhir saya masuk penjara saat Harganas. Saat ini saya sudah sadar, dan saya telah menjadi warga negara Indonesia lagi. Saya baru sadar kalau selama ini saya dibodohi," ungkapnya.

Danrem 151 Binaya, Kolonel Asep Kurnaidi, membenarkan banyak mantan tokoh RMS yang ikut merayakan HUT kemerdekaan RI. Menurutnya, selama ini, warga Aboru hanya dibodohi oleh segelintir orang dan saat ini mereka telah menyadarinya.

"Banyak mantan tokoh RMS yang ikut upacara dengan saya tadi. Mereka itu selama ini hanya dibodoh-bodohi saja," katanya.

Dia pun meminta agar warga dan Desa Aboru tidak lagi diidentikan dengan RMS karena saat ini mereka adalah warga negara indonesia. "Perayaan HUT Kemerdekaan di sini agar semua orang di Maluku dan di Indonesia tahu kalau warga di Aboru juga bagian dari NKRI," ujarnya.

Desa Aboru selama ini dikenal sebagai salah satu basis simpatisan Republik Maluku Selatan (RMS) di Maluku yang sangat loyal. Warga desa tersebut tercatat tidak pernah memperingati HUT Kemerdekaan RI.

Posisi desa ini juga terisolasi. Tidak ada jalan penghubung, tidak ada jaringan telekomunikasi, bahkan praktis desa ini tak pernah tersentuh pembangunan apa pun.

Banyak warga di desa ini pernah dijebloskan ke terali besi lantaran terlibat aktivitas RMS, baik di desa itu maupun di Ambon. Sebagian di antara mereka hingga kini bahkan masih mendekam di penjara.

Kini, warga bukan hanya ikut memperingati upacara HUT Proklamasi. Seluruh penduduk di desa itu juga mengibarkan bendera merah putih di depan rumah masing-masing.

Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:

Penulis: Kontributor Ambon, Rahmat Rahman Patty
Editor : Ana Shofiana Syatiri