Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

"Ball" Pakaian dan Sepatu Bekas Impor Diamankan di Perairan Nunukan

Kompas.com - 26/05/2024, 21:11 WIB
Ahmad Dzulviqor,
Glori K. Wadrianto

Tim Redaksi

NUNUKAN, KOMPAS.com – Tim Second Fleet Quick Response (SFQR) Pangkalan TNI AL (LANAL) Nunukan, Kalimantan Utara, mengamankan puluhan ball pakaian rombengan impor dari Malaysia, di perairan Nunukan–Sebatik, Sabtu (25/5/2024) malam.

Danlanal Nunukan, Letkol Laut (P) Handoyo, mengungkapkan, karung-karung berisi sepatu dan pakaian bekas itu dimuat di kapal kayu yang biasa mengangkut sembako untuk kebutuhan masyarakat perbatasan RI–Malaysia.

"Dari dalam kapal kayu yang bermuatan sembako tersebut, kami temukan pakaian bekas dan sepatu bekas impor dari Malaysia," ujar dia, Minggu (26/5/2024).

Baca juga: 35 Karung Pakaian Bekas Impor Ditemukan Teronggok di Areal Patok Batas Negara Pulau Sebatik

Handoyo menjelaskan, total ada 42 karung berisi rombengan dengan rincian, sebanyak delapan karung berisi sepatu, di mana masing-masing berisi 100 pasang. Lalu, 38 karung lain berisikan baju juga celana.

Handoyo menegaskan, pencegahan dan penindakan tegas terhadap peredaran pakaian bekas impor, merupakan implementasi dari komando dan juga imbauan Presiden RI Joko Widodo.

‘’Tindakan tegas yang kami ambil, merupakan komitmen dari jajaran TNI AL dalam rangka mengawal dan mengamankan perbatasan Negara dari penyelundupan barang terlarang,’’ tegas dia.

Selain itu, LANAL Nunukan, juga akan terus membantu suksesi program Pemerintah dalam menjaga iklim ekonomi, dan keberlangsungan pasar domestik.

‘’Jadi masalah thrifting atau impor pakaian bekas, ini kan sudah dilarang."

"Tugas kami mengamankan perairan perbatasan Negara dari segala tindakan terlarang dan memastikan keamanan wilayah laut dari aksi aksi illegal,’’ tegas dia lagi.

Baca juga: Penyelundupan Pakaian Bekas Impor Masih Eksis di Perbatasan, Ada Gudang Penimbunan di Sebatik Malaysia

TNI AL, hanya mengamankan barang rombengan dari atas kapal pengangkut sembako, untuk selanjutnya diserahkan ke pihak Bea Cukai, agar dilanjutkan dengan pemusnahan.

Ada pun nahkoda kapal, mengaku tidak tahu menahu isi dari puluhan ballpress yang dia angkut.

Namun demikian, nilai ekonomis dari 42 ball pakaian rombengan impor tersebut, senilai lebih Rp 300 juta.

‘’Nahkoda hanya tahu kalau dia dibayar saat memuat barang-barang yang ternyata adalah pakaian bekas impor dari Malaysia tersebut,’’ kata Handoyo.

Terpisah, Kepala Seksi Pengawasan dan Penindakan (P2) Kantor Pelayanan dan Penindakan Bea Cukai (KPPBC) Nunukan, Arif Novriansyah mengatakan, tak ada pengecualian dalam pemasukan pakaian bekas impor ke Indonesia.

Larangan impor pakaian bekas, telah tertuang dalam Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 40 Tahun 2022 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 18 Tahun 2021 tentang Barang Dilarang Ekspor dan Barang Dilarang Impor.

‘’Impor pakaian bekas dilarang karena pakaian bekas mengandung jamur, yang menganggu kesehatan."

"Selain itu, keberadaan pakaian bekas mengganggu iklim perdagangan dalam negeri, karena masyarakat memilih barang murah tanpa mempertimbangkan kesehatan mereka,’’ kata Arif.

 

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Usai Bunuh Ayah Kandung, Ngadimin Lukai Diri Sendiri dan Sempat Berobat ke Puskesmas

Usai Bunuh Ayah Kandung, Ngadimin Lukai Diri Sendiri dan Sempat Berobat ke Puskesmas

Regional
Asa Petani Karanganyar Menghadapi Kemarau Panjang

Asa Petani Karanganyar Menghadapi Kemarau Panjang

Regional
Perjalanan Kasus Oknum Satpol PP Bunuh IRT di Bone gegara Utang, Pelaku Divonis Penjara Seumur Hidup

Perjalanan Kasus Oknum Satpol PP Bunuh IRT di Bone gegara Utang, Pelaku Divonis Penjara Seumur Hidup

Regional
Terungkap, Temuan 9,5 Kg Sabu dan 9.000 Butir Pil Ekstasi di Bengkalis

Terungkap, Temuan 9,5 Kg Sabu dan 9.000 Butir Pil Ekstasi di Bengkalis

Regional
Tokoh Pendiri Provinsi Belitung Meninggal di Mekkah

Tokoh Pendiri Provinsi Belitung Meninggal di Mekkah

Regional
Pemprov Kepri: Calon Kepala Daerah Petahana Wajib Cuti 60 Hari

Pemprov Kepri: Calon Kepala Daerah Petahana Wajib Cuti 60 Hari

Regional
Polisi Bangka Barat Gagalkan Penyelundupan 4 Ton Timah Ilegal

Polisi Bangka Barat Gagalkan Penyelundupan 4 Ton Timah Ilegal

Regional
Sampah Menumpuk di Jalan, Bupati Pemalang Sebut Ada Pegawai DLH yang Lakukan Sabotase

Sampah Menumpuk di Jalan, Bupati Pemalang Sebut Ada Pegawai DLH yang Lakukan Sabotase

Regional
Terdesak Biaya Sekolah Anak, Pria 34 Tahun Maling di Rumah Tetangga

Terdesak Biaya Sekolah Anak, Pria 34 Tahun Maling di Rumah Tetangga

Regional
Melihat Pernikahan Adat Jawa di Candi Borobudur, Pengantin Dikirab Bregada Sebelum Ijab Kabul

Melihat Pernikahan Adat Jawa di Candi Borobudur, Pengantin Dikirab Bregada Sebelum Ijab Kabul

Regional
Gulo Puan, Kuliner Langka Kegemaran Bangsawan Palembang

Gulo Puan, Kuliner Langka Kegemaran Bangsawan Palembang

Regional
Pj Gubernur Banten Al Muktabar: Basis Satu Data Penting untuk Sukseskan Program Pemerintah

Pj Gubernur Banten Al Muktabar: Basis Satu Data Penting untuk Sukseskan Program Pemerintah

Regional
Kuras Sumur, Pria di Cilacap Tewas

Kuras Sumur, Pria di Cilacap Tewas

Regional
International Tour de Banyuwangi Kembali Digelar, Diikuti 20 Tim dari 9 Negara

International Tour de Banyuwangi Kembali Digelar, Diikuti 20 Tim dari 9 Negara

Regional
Tunggu Putusan Pengadilan, Pemkot Jambi Siapkan Anggaran untuk SDN 212

Tunggu Putusan Pengadilan, Pemkot Jambi Siapkan Anggaran untuk SDN 212

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com