Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Istri di Bali Jadi Tersangka UU ITE Usai Unggah Perselingkuhan Suami di Medsos, Kini Susui Anak di Rutan

Kompas.com - 13/04/2024, 10:11 WIB
Rachmawati

Editor

KOMPAS.com - AP (34), seorang perempuan di Bali jadi tersangka kasus tindakan pelanggaran Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).

Ia jadi tersangka setelah mengunggah kasus perselingkuhan suaminya yakni seorang dokter di TNI AD dengan lima perempuan yang salah satunya adalah anak petinggi kepolisian.

AP ditahan berdasarkan Laporan Polisi Nomor : LP/B/25/I/2024/SPKT/POLRESTA DENPASAR/POLDA BALI, tanggal 21 Januari 2024.

Perempuan 34 tahun itu ditangkap di SPBU Jalan Transyogi Cibubur, Jawa Barat, pada Kamis 4 April 2024 lalu.

Baca juga: Saat Aktivis Lingkungan Karimunjawa Daniel Frits Dikriminalisasi dengan UU ITE

AP kini ditahan bersama bayinya yang berusia 1,5 tahun karena anak bungsunya itu harus menyusui.

Hal ini dibenarkan Luh Hety Vironika, Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD PPA) Provinsi Bali.

Pihaknya menerima titipan penahanan tersangka Anandira Puspita, istri korban perselingkuhan suami yang merupakan dokter TNI AD.

Kini AP menjadi tahanan rumah UPTD PPA Rumah Aman Pemogan.

Luh Hety menjelaskan, penitipan tersangka AP di UPTD PPA Pemogan karena yang bersangkutan harus memberikan ASI kepada sang bayi sehingga harus dalam kondisi yang nyaman.

"Kami dari UPTD hanya menerima titipan penahanan dari Polresta Denpasar dikarenakan kondisi anak tersangka masih memerlukan ASI," kata lUh Hety saat dihubungi Tribun Bali, pada Jumat (12/4/2024).

Baca juga: Polisi Bakal Minta Keterangan Ahli ITE untuk Usut Laporan terhadap Connie Bakrie

Ia mengatakan AP dan bayinya berada di Rumah Aman UPTD PPA sejak 9 April 2024.

"Hal ini sesuai dengan UU Perlindungan Anak yang menyatakan bahwa anak memiliki hak untuk bertumbuh kembang. Bu Anandira dititipkan sejak hari Selasa, Tanggal 9 April 2024," ujar dia.

Penahanan tersangka AP di UPTD PPA Bali juga dalam pengawasan dan pendampingan PPA Satreskrim Polresta Denpasar.

Oleh karena itu, pihaknya juga terus berkoordinasi dengan Polresta Denpasar untuk tindakan lebih lanjutnya.

"Sampai saat ini kami menunggu koordinasi dengan Polresta Denpasar untuk lebih lanjutnya," tutur dia.

Baca juga: Koalisi Save Karimunjawa Desak Aktivis Daniel Dibebaskan dari Jeratan UU ITE

Unggah perselingkuhan suami di Instagram

Komandan Polisi Militer IX/Udayana, Kolonel Cpm Unggul Wahyudi mengatakan, berkas kasus tindak asusila oleh Lettu Ckm drg MHA sudah dilimpahkan kepada Oditurat Militer sebagai tindaklanjut Peradilan Militer.

Kasus ini mencuat sejak bulan Maret 2023. Saat itu, AP yakni istri sah dari Lettu Ckm MHA yang sama-sama berprofesi sebagai dokter gigi ini membongkar perselingkuhan suaminya melalui media sosial Instagram.

Pomdam IX/Udayana saat itu langsung turun tangan menangani kasus ini karena sudah masuk dalam ranah tindak asusila dalam pelanggaran militer.

Baca juga: Kapolda Jatim: Pengancam Anies Baswedan Terancam UU ITE

"Kasus asusila Lettu Ckm MHA sudah kami tangani, dan dalam proses pemberkasan, sekarang berkas sudah kami limpahkan ke Otmil di Kupang," kata Kolonel Cpm Unggul saat dihubungi Tribun Bali, pada Jumat (12/4/2024).

Perkara ini kembali mencuat setelah sang istri, AP yang menjadi korban perselingkuhan malah ditahan Polresta Denpasar dan ditetapkan menjadi tersangka atas perkara Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).

Tak hanya Anandira Puspita, founder akun Instagram Ayo Berani Laporkan 6 juga dilaporkan dan diseret ke polisi oleh kuasa hukum BA, anak petinggi kepolisian yang disebut-sebut menjadi salah satu wanita selingkuhan Lettu Ckm MHA, suami dari AP.

Dikonfirmasi terpisah, Kapendam IX/Udayana, Kolonel Inf Agung Udayana turut buka suara mengenai kasus ini. Ia mendukung proses hukum terhadap kasus asusila yang dilakukan Lettu Ckm MHA, tentara yang merupakan dokter di Kesdam IX/Udayana itu.

Baca juga: Poin-poin Revisi UU ITE Jilid II, Termasuk Pasal Karet Pencemaran Nama Baik

Menurutnya, dalam dunia militer, perselingkuhan atau asusila sangat tidak dibenarkan dan sudah diatur dalam hukum pidana militer, jika terbukti tentu layak dihukum secara peradilan militer.

"Saya pernah lihat kasus dokter itu, saya koordinasi dengan Karumkit sama ke Kakumdam masih dalam proses, ada KUHPMiliter kalau di kita asusila, ada zinah, ada hukumnya kalau terbukti, asusila dengan bukti chat aja sudah bisa jadi bukti," jelasnya

Artikel ini telah tayang di Tribun-Bali.com dengan judul TEGA Jadikan Istri Tersangka Setelah Selingkuh, Anandira Puspita Harus Susui Anak di Rumah Tahanan

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Kronologi Wanita Tewas Terjatuh dari Lantai 3 Tempat Gim di Pontianak

Kronologi Wanita Tewas Terjatuh dari Lantai 3 Tempat Gim di Pontianak

Regional
Bocah Laki-laki 14 Tahun Dicabuli Honorer BUMN, Pelaku Rekam Aksinya untuk Ancam Korban

Bocah Laki-laki 14 Tahun Dicabuli Honorer BUMN, Pelaku Rekam Aksinya untuk Ancam Korban

Regional
8 Warga di Sumbawa Digigit Anjing Liar Diduga Terjangkit Rabies

8 Warga di Sumbawa Digigit Anjing Liar Diduga Terjangkit Rabies

Regional
Disiapkan, 1.012 Pompa Air untuk Antisipasi Perubahan Iklim di Banten

Disiapkan, 1.012 Pompa Air untuk Antisipasi Perubahan Iklim di Banten

Regional
Ada 442 Titik Parkir di Batam Berpotensi untuk Pendapatan Retribusi

Ada 442 Titik Parkir di Batam Berpotensi untuk Pendapatan Retribusi

Regional
Ini yang Didiskusikan Bupati Sri Mulyani Saat Dampingi Presiden Jokowi Tinjau Pompanisasi di Klaten

Ini yang Didiskusikan Bupati Sri Mulyani Saat Dampingi Presiden Jokowi Tinjau Pompanisasi di Klaten

Regional
Ayah Pembunuh Anak di Banten Jalani Tes Kejiwaan

Ayah Pembunuh Anak di Banten Jalani Tes Kejiwaan

Regional
Mayat Pria dengan Kaki Terikat Rantai Mengapung di Sungai Musi

Mayat Pria dengan Kaki Terikat Rantai Mengapung di Sungai Musi

Regional
Kebijakan Terbatas, Alasan Sekda Palembang Maju Jadi Bakal Calon Wali Kota

Kebijakan Terbatas, Alasan Sekda Palembang Maju Jadi Bakal Calon Wali Kota

Regional
Mayat Tanpa Busana Dalam Hotel di Kuningan, Lehernya Luka

Mayat Tanpa Busana Dalam Hotel di Kuningan, Lehernya Luka

Regional
Soal Pilkada Jateng, Presiden Jokowi Serahkan ke Parpol

Soal Pilkada Jateng, Presiden Jokowi Serahkan ke Parpol

Regional
Warga Lereng Gunung Lewotobi Kesulitan Sayuran karena Tercemar Abu Vulkanik

Warga Lereng Gunung Lewotobi Kesulitan Sayuran karena Tercemar Abu Vulkanik

Regional
Alasan Jemaah Aboge di Banyumas Baru Rayakan Idul Adha Hari Ini

Alasan Jemaah Aboge di Banyumas Baru Rayakan Idul Adha Hari Ini

Regional
Polisi Sebut Motif Ayah yang Bunuh Anaknya di Banten Ingin Kaya

Polisi Sebut Motif Ayah yang Bunuh Anaknya di Banten Ingin Kaya

Regional
Tersangka Pengeroyokan Bos Rental di Pati Dimungkinkan Masih Bertambah, Kapolda Jateng: Sudah Kantongi Beberapa Nama

Tersangka Pengeroyokan Bos Rental di Pati Dimungkinkan Masih Bertambah, Kapolda Jateng: Sudah Kantongi Beberapa Nama

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com